SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 235



Adri menghentikan mobilnya di sebuah cafe, dia sedang ingin menikmati ice coffee sebelum pulang. Rasa lelahnya seharian bekerja dikantor pasti akan hilang jika mengkonsumsi ice coffee yang menjadi kesukaannya. Ya hanya sebentar saja setelah itu dia akan pulang karena jika terlambat bukan karena lembur kakaknya pasti akan memarahinya.


Adri masuk dan mulai memesan, selain ice coffee dia juga memesan camilan sebagai pelengkap. Dan pesanannya pun tiba, segelas orange truffle coffee dan Pie apel yang masih hangat, sangat cocok untuk menemaninya bersantai. Adri menikmatinya sambil sibuk memainkan ponselnya.


"Hai, Adri....!!!" Seorang laki-laki menghampiri meja Adri.


"Alvin??? Kau???"


"Lama sekali tidak berjumpa denganmu, bagaimana kabarmu?"


"Aku baik" Jawab Adri singkat dan menaruh ponselnya di meja.


Adri sangat tidak menyukai Alvin, dia adalah teman kuliahnya dulu. Alvin sangat suka menghina dan juga selalu membuat ulah kepada siapapun yang ada didekatnya. Alvin juga lah yang dulu mempengaruhinya agar dia melawan Aditya dan orang tua nya tentang pekerjaan yang sudah disiapkan oleh mereka untuknya. Semua yang Alvin ucapkan padanya dulu membuat dia sempat frustasi dan Alvin justru mengajaknya untuk pergi ke Bar dan mabuk-mabukan disana. Alvin selalu mengoloknya sebagai anak pungut yang tidak tahu diri dan selalu memanfaatkan kekayaan keluarga angkatnya. Dan sekarang justru dia harus bertemu dengan Alvin lagi.


"Kau memakai kemeja, kau pasti baru pulang kerja, hmmm ku dengar kau kerja di perusahaan keluarga angkatmu itu ya???"


Adri memandang Alvin dengan pandangan sinis, jika dia tidak segera pergi dari tempat ini, Alvin pasti akan terus meracau seperti yang menjadi kebiasaannya selma ini. Adri memundurkan kursi yang di dudukinya lalu berdiri untuk meninggalkan Alvin tanpa perlu menjawab pertanyaannya.


Karena tahu Adri akan pergi meninggalkannya, Alvim dengan sengaja mengambil ponsel Adri yang ada di meja. "Kau mau kemana boy? Duduklah kenapa kau buru-buru sekali, matahari masih terlihat apa kau akan pulang seperti anak kecil"


"Kembalikan ponselku!!!" Pinta Adri seraya mencoba mengambil ponsel yang ada ditangan Alvin. Tetapi Alvin justru mempermainkan Adri dengan terus mengarahkan ponsel Adrinyang dipegangnya membuat Adri tampak marah kepadanya.


"Duduklah Boy, kenapa buru-buru sekali, sudah lama kita tidak bertemu, kita harus banyak bicara, duduklah"


Karena tidak ingin berdebat panjang dengan Alvin, Adri kembali duduk agar Alvin mau mengembalikan ponselnya.


*****


"Adri, Adri, kau ini sok sekali, kau memilih kerja disini tapi masih dalam lingkup perusahaan keluarga angkatmu, dulu kau pernah bilang padaku bahwa kau akan bekerja ditempat lain tapi sekarang, hadeuh sama saja bohong karena kemana pun kau ingin bekerja kalau masih di perusahaan keluarga angkatmu itu pasti semuanya akan menerimamu tanpa harus repot-repot membuat lamaran, walaupun semisal kau bodoh, mereka akan tetap menerimamu, memang beruntung sekali nasibmu itu haha"


Adri tidak menanggapi dan hanya meminta agar ponselnya di kembalikan tetapi Alvin masih tidak mau mengembalikkannya. Karena kesal, Adri beranjak lagi dari kursi. "Terserah kau saja, kalau kau mau ambil saja ponsel itu, tidak ada gunanya aku harus berususan dengan orang sepertimu" Gumam Adri kesal dan hendak meninggalkan Alvin tetapi ponsel Adri berbunyi, dia pun menghentikan langkahnya.


"My Bunny menghubungimu" Ucap Alvin sambil tertawa mengejek, karena melihat nama dan foto Chika terpampang diponsel Adri.


Dengan cepat Adri meraih ponselnya dari Alvin dan dia berhasil mendapatkannya. Tawa puas Alvin terdengar jelas dan Adri hanya menatap temannya itu dengan tatapan kesal tetapi teyap menahan emosinya yang sebenarmlnya sudah memuncak.


Tanpa diduga Adri langsung melayangkan pukulan keras di wajah Alvin. Sejak tadi dia sudah menahan emosinya tetapi ucapan Alvin kali ini benar-benar kelewatan seolah mulutnya itu tidak pernah disekolahkan. Adri menarik kerah jaket yang dipakai Alvin dan kembali memukulinya hingga Alvin tersungkur di lantai. Keduanya bergulat hebat hingga membuat semua pengunjung di cafe itu histeris dan ada yang mencoba melerai mereka. Tetapi Adri tidak peduli dan terus memukuli Alvin. Karena tidak terima Alvin juga mencoba membela diri dengan melawan Adri dan memberikan pukulan, hingga terjadi pergulatan yang sangat sengit diantara keduanya. Dan sekarang Adri duduk di atas dada Alvin sambil terus memukulinya.


"Sejak tadi aku sudah menahan kesabaranku, tapi ucapanmu yang merendahkan keluargaku dan keluarga Chika tidak akan ku terima begitu saja" Gertak Adri dan terus saja dia menghajar Alvin walaupun ada yang berusaha memisahkannya.


Karena tidak bisa di lerai, salah seorang karyawan cafe itu terpaksa menghubungi polisi, karena keributan yang sudah ditimbulkan oleh Adri dan Alvin. Sedangkan yang lainnya masih berusaha melerai keduanya dan akhirnya berhasil. Adri dan Alvin pun di bawa ke sebuah ruangan di cafe itu sambil menunggu polisi datang.


Cafe menjadi berantakan, beberapa kursi dan meja tidak lagi pada tempatnya. Wajah Adri dan Alvin juga sama-sama babak belur, bahkan sekita mata Alvin mulai bengkak karena pukulan keras dari Adri.


Hingga akhirnya polisi datang kurang dari setengah jam ke cafe itu lalu membawa Adri dan Alvin masuk ke mobil mereka untuk dimintai keterangan atas kegaduhan yang ditimbulkan keduanya.


******


Aditya sudah masuk ke kompleks perumahaan tempat dia tinggal dan akan sampai dirumahnya beberapa meter lagi. Ponselnya berdering dan ada sebuah panggilan dari nomor yang tidak dikenalnya. Aditya langsung mengangkatnya.


"Hallo..."


"Apakah benar saya berbicara dengan pak Aditya" Suara laki-laki terdengar diujung telepon.


"Ya saya sendiri?? Ini siapa?" Tanya Aditya.


Aditya menghentikan mobilnya tepat didepan gerbang rumahnya dan mengklakson agar gerbang itu segera dibuka. Security yang mengetahui bos nya datang segera membuka gerbang itu tetapi mobil Aditya tidak langsung masuk.


"Kami dari kepolisian dan sayan mendapat nomor anda dari adik anda, pak Adrian P. Sahasya, kami menangkapnya"


"Apa??? Adik saya ditangkap? Apa yang dia lakukan??" Tanya Aditya heran.


"Iya pak, karena beliau terlibat perkelahian dengan temannya disebuah cafe menyebabkan kerusakan disana, saya minta pak Aditya bisa datang kesini untuk mengurusnya"


"Baik saya akan kesana sekarang" Aditya menutup teleponnya dan langsung menjalankan mobilnya.


Security rumah Aditya dibuat heran karena bukannya masuk, mobil bosnya itu justru pergi lagi dan terpaksa dia menutup lagi gerbang itu.


Aditya di buat bertanya-tanya bagaimana bisa Adri membuat keributan ditempat umum, apa adiknya itu sudah gila atau bagaimana.