
20 tahun kemudian.....
Dia berdiri di tengah walk in closset miliknya tepatnya didepan lemari pakaiannya, memandang bingung memilih pakaian mana yang akan ia pakai ke kantor. Senyumnya mengembang ketika menemukan pantsuit berwarna abu-abu yang akan sangat pas jika dipasangkan dengan blouse berwarna putih. Hari ini dia akan meeting dengan klien untuk pertama kalinya setelah menyandang status sebagai direktur di perusahaan milik keluarganya. Penampilannya harus sempurna, baik itu dari pakaian, sepatu, tas hingga aksesoris pelengkapnya seperti jam tangan.
Setelah menemukan pakaian yang cocok, dia kemudian memilih sepatu heels berwarna hitam, tas jinjing berwarna putih dari merk terkenal dan jam tangan mewah bertabur swarovski yang elegan. Rambut panjangnya tergerai dengan indah, di cat warna ungu muda dengan kombinasi blonde dibagian bawahnya, serta warna hitam dibagian atas yang tak lain adalah warna rambut aslinya membuat penampilannya semakin terlihat lebih cantik. Selesai mengganti pakaian dan make up, dia meraih ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas lalu meninggalkan kamarnya untuk turun ke bawah menemui keluarganya dan sarapan bersama.
"Morning Mam....!!! Morning Oma Opa...!" Kyra menghampiri Cahya yang sedang menyiapkan piring untuk sarapan di meja makan, sementara Oma Opanya sudah duduk di kursi masing-masing.
"Morning sayang....! Putriku terlihat selalu cantik, dan kali ini lebih cantik dari biasanya..!" Ujar Cahya.
Kyra tersenyum sambil mencomot buah pisang, menarik kursi dan memakannya. "Aku akan bertemu dengan klien untuk pertama kalinya, jadi aku harus terlihat rapi, kemana Apap???" Tanya Kyra.
"Masih di kamar, sebentar lagi dia akan turun...! Kau mau sarapan apa?? Roti atau buah saja? Biar Amam siapkan"
"Aku akan makan pisang dan apel saja"
Tak lama Aditya datang dan sudah rapi dengan setelan jasnya karena dia juga akan ke kantor. Aditya duduk dan memuji penampilan Kyra. Ya, sekitar 2 minggu yang lalu, Aditya telah memberikan tanggung jawab kepada Kyra untuk memimpin salah satu anak perusahaan miliknya. Tanggung jawab itu dia berikan ketika selama setahun terakhir melihat perkembangan dan kesiapan dari putrinya untuk mulai mengelola perusahaan. Karena seperti dugaannya dari dulu bahwa Kyra memang memiliki kejeniusan di bidang bisnis. Setelah lulus SMA Kyra memilih melanjutkan pendidikannya di jurusan bisnis dan manajemen di Oxford University London tempat dulu Aditya juga berkuliah disana, tetapi Kyra memilih Stanford University di Amerika untuk gelar MBA nya, dikarenakan Kyros juga berkuliah disana.
Setelah Kyra kembali dari berkuliah di luar negeri, Aditya langsung membawanya ke kantor dan membiarkan putrinya itu belajar mengurus perusahaan disana. Kurang dari satu tahun ternyata Kyra sudah menguasai semuanya membuat Aditya langsung memberi kepercayaan kepada putrinya itu untuk memimpin salah satu anak perusahaan miliknya.
"Morning Pap...!!!" Sapa Kyra.
"Morning sayang...! Apa kau sudah siap untuk pertemuan pertamamu dengan klien??"
"Aku sangat nervous but Im okay Pap..!" Jawab Kyra sambil tersenyum. Ini memang pertemuan pertamanya dengan klien tanpa Aditya, karena sebelumnya dia selalu mendampingi Ayahnya itu dan kali ini dia harus menghadapinya sendiri. Sedikit deg-degan tetapi Kyra berharap semuanya akan lancar.
"Apap sangat yakin kau akan bisa melakukannya dengan baik!"
"Thanks Pap... Fiuhhh aku benar-benar nervous...!" Kyra menghela napasnya.
Aditya meminta Kyra bersikap tenang agar presentasinya lancar dan bisa meyakinkan Kliennya dengan baik. Mereka pun menikmati sarapan bersama diselingi dengan obrolan ringan dengan suasana yang hangat. Tetapi tentu setiap hari selalu ada yang kurang bagi keluarga Aditya, dimana tidak ada kehadiran Kyros bersama mereka selama bertahun-tahun.
Kyros memilih melanjutkan SMA nya di luar negeri, tepatnya di Swiss. Disana dia tinggal dirumah yang sama yang pernah ditinggali oleh Cahya dan Aditya dulu. Di rumah itu Kyros tinggal bersama Adri dan Chika serta Niall keponakannya. Itu karena Aditya meminta agar Adri mengurus perusahaan disana selama beberapa tahun dan karena Kyros meminta sekolah di luar negeri maka Aditya menyuruhnya agar menyusul Adri saja agar ada yang bisa mengurusnya disana.
Kemudian ketika sudah lulus SMA, Kyros kembali memilih ke luar negeri lagi untuk kuliah. Berbeda dengan Kyra yang memilih S1 di London, Kyros memilih Stanford University sebagai pilihannya, dimana bukan jurusan bisnis yang diambilnya melainkan jurusan ilmu astronomi seperti yang dia sukai. Untuk pascasarjana nya, Kyros masih berada di universitas yang sama, hingga kemudian Kyra juga menyusulnya disana meskipun berbeda jurusan tentunya.
Kyros adalah lulusan summa cumlaude sehingga saat lulus dia langsung diterima bekerja di salah satu perusahaan astronomi terbesar di dunia. Kyros sangat senang sekali karena itu adalah impian terbesarnya selama ini, dan ketika dia mendapatkan kesempatan itu tentunya harus dia manfaatkan dengan baik. Tetapi Kyros juga tidak lupa untuk melanjutkan pascasarjananya sambil bekerja. Dan lebih membanggakan lagi, di usianya yang masih sangat muda, saat ini Kyros sedang berada di stasiun luar angkasa untuk misi penelitian. Kyros akan bekerja disana selama 3 bulan sebelum kembali lagi ke Bumi.
"Apa Ky sudah menghubungimu???" Tanya Cahya pada Kyra yang tengah memotong apel.
Kyra mengangkat kepalanya dan memandang Amamnya itu sambil tersenyum. "Oh C'mon Mam, Ky masih ada di atas, dia baru akan turun besok atau malam ini, dan tidak mungkin akan langsung menghubungi kita karena dia pasti butuh waktu untuk recovery, lagipula jika dia sudah bisa menghubungi kita tentu orang pertama yang akan dihubungi adalah Amam, bukan aku atau Apap, karena dia kesayangan Amam" Ujar Kyra sambil memasukkan potongan apel ke mulutnya.
Aditya kemudian menimpali percakapan Kyra dan Cahya dengan mengatakan bahwa setiap malam Cahya selalu duduk di balkon kamar sambil melihat ke langit kemudian tiba-tiba menangis karena teringat Kyros. Cahya sangat merindukan putranya itu, mengingat Kyros tidak pernah lagi pulang. Terakhir bertemu dengan Kyros adalah saat mereka datang untuk menghadiri kelulusannya, ketika itu Kyros juga tidak bisa ikut pulang bersama Kyra dan lainnya karena dia akan mulai disibukkan dengan persiapannya untuk mengikuti test masuk ke perusahaan tempatnya bekerja saat ini. Hal itu membuat Cahya selalu merindukannya, dan sering menangis ketika mengingatnya.
"Aku sangat merindukan putraku, memangnya ada yang salah dengan itu???" Ucap Cahya dengan sedih.
Kyra tersenyum kemudian mengusap pundak Cahya dengan lembut. "Tidak ada yang salah Mam, tetapi bersabarlah sebentar lagi, aku yakin ketika kondisi sudah baik, Ky akan langsung menghubungi kita, kita doakan saja semoga dia turun dengan keadaan selamat, tidak kurang suatu apapun" Kyra kemudian memeluk Cahya yang ada disampingnya, agar Amamnya itu tidak bersedih lagi mengingat Kyros.
"Ah aku lupa, Mam, Pap, sore nanti aku ada janji dengan Gienka, jadi aku akan pulang sedikit terlambat!" Ucap Kyra lagi.
"Its okay sayang, tapi jangan terlalu larut" Jawab Aditya.
Kyra memundurkan kursinya "Oke, aku harus segera pergi sekarang..!!"
Kyra kemudian mencium Cahya, bergantian mencium Aditya juga Oma Opa nya sebelum pergi.
...KYRA ADITYA SAHASYA...
...★★★★★★...
...*****KYROS ADITYA SAHASYA******...