SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Last Night at Maldives



Cahya dan Aditya makan malam romantis dipinggir pantai, suasana begitu syahdu dan romantis, malam ini malam terakhir mereka berada disini, kebersamaan mereka yang begitu intens, membuat keduanya lebih dekat. Aditya menggenggam tangan Cahya dan menciumnya.


" Aku bahagia banget Ca, kita melewati kebersamaan yang luar biasa ini, aku ingin jujur padamu"


" Jujur??? Memang apa yang kau sembunyikan dari aku??" Cahya membelalakkan matanya takut akan ucapan Aditya barusan.


" Aku sudah mencintaimu sejak lama kau tau, saat itu Adri menunjukkanku sebuah foto, Adri memperkenalkan jika dia sedang dekat dengan Chika, tetapi melihat foto itu aku tidak bisa melepaskan pandanganku terhadap seorang gadis manis yang ada dibelakang adiknya, sangat cantik dan manis, aku ingin sekali mengenalnya tetapi tidak tahu bagaimana caranya, hingga akhirnya aku mengorek informasi tentang Chika pada Adri sehingga aku juga mendapatkan informasi tentangmu sampai pekerjaanmu"


" Apa??? Jadi kau mencari informasi tentangku jauh sebelum kita bertemu dipesta itu???" Cahya terkejut dengan apa yang didengarnya, ingin marah tetapi dia menahannya karena dia sudah berjanji untuk mendengarkan penjelasan Aditya jika terjadi sesuatu diantara mereka.


" Maafkan aku Ca, saat itu aku sudah benar-benar ingin sekali bertemu denganmu sampai aku menjalin kerjasama dengan Direct Publisher adalah karena aku hanya ingin bertemu denganmu secara langsung, dan pesta itu, setiap tahun aku mengadakannya untuk karyawanku dan dengan sengaja juga aku mengundang karyawan perusahaanmu untuk hadir disana, lagi-lagi aku hanya ingin bertemu denganmu"


" Jadi, penghinaan Cyntia dan Theo padaku saat itu adalah sebuah kesengajaan yang kau lakukan agar bisa bertemu dengan ku??" Wajah Cahya mulai berubah kesal, membayangkan betapa jahatnya Aditya telah menyuruh Cyntia untuk menghinanya.


" Tidak sayang, kalau itu aku sama sekali tidak melakukannya, bahkan aku tidak mengenal mereka sama sekali, saat itu aku sedang gelisah menunggu kedatanganmu, takut jika kau tidak menghadiri pesta itu, tetapi ternyata kau datang dengan cantiknya dan aku merasa sangat senang saat itu dan dengan gilanya aku mengikutimu saat kau keluar, ingin menyapamu tetapi justru seseorang sedang memanggilmu dan aku juga mendengar ada seorang perempuan yang menghinamu, merasa geram aku lalu menyusul dan membantumu, setelah pesta itu, adikku kembali ke Jakarta"


"Pagi itu aku mendatangi rumahnya ternyata dia akan pergi ke rumah Chika, dengan sedikit memaksa aku ingin ikut dengannya dan kita bertemu untuk kedua kalinya, bahkan perasaanku sangat bahagia melihat kehidupanmu dan keluargamu, sederhana tapi saling menyayangi, aku semakin mencintaimu lebih dalam tapi kau sangat susah didekati aku hampir menyerah karenanya, kekacauan Cyntia saat itu aku tidak menyangka justru menjadi awal dari kisah kita, demi melindungi harga dirimu aku mengatakan akan menikahimu, konyol memang, bahkan aku memaksamu, setelah menikah kau masih tetap sama menjaga jarak dariku dan aku menerimanya serta terus berdoa agar suatu saat kau akan menerimaku dan cinta konyolku ini, tetapi akhirnya aku benar-benar mendapatkan dirimu, tidak apa kau belum mencintaiku tetapi aku akan berusaha agar kau bisa mencintaiku"


Aditya menjelaskan panjang lebar agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Cahya mulai memahami dan menerima penjelasan Aditya dan tidak marah lagi, dia sangat bersyukur ternyata Aditya sudah lama mencintainya bahkan sebelum pertemuan mereka.


" Maafkan aku saat itu memang kondisinya sangat tidak baik, aku bahkan melupakan kewajibanku sebagai seorang istri hingga akhirnya aku tersadar oleh ucapan ibuku, dia mengatakan bahwa aku akan mendapat dosa besar jika aku melalaikan kewajibanku sebagai istrimu, menyadari ketulusan perhatian serta kasih sayangmu padaku dan keluargaku, aku berusaha menerimamu, kau menjalankan tanggung jawabmu dengan sangat baik, dan maafkan aku belum bisa mencintaimu saat ini, tetapi aku yakin suatu saat nanti aku akan memberikan hatiku dan cintaku untukmu" Suara Cahya terdengar lirih dan sedikit tercekat.


" Its okay, aku akan menunggu saat itu, prioritasku saat ini adalah membahagiakanmu, thanks for everything Ca, you are most beautiful gift to me" Aditya mencium tangan Cahya dengan lembut dan mereka melanjutkan makan malamnya.


Setelah menyelesaikan dinner, Aditya dan Cahya kembali ke resort, mereka berjalan bergandengan tangan menyusuri jalan kayu yang menghubungkan beberapa resort. Cahya teringat jika dia belum menghubungi Chika sama sekali selama disini, dia hanya menghubungi ibunya serta mama mertuanya saja, pasti adiknya akan memarahinya. Ponsel Aditya berbunyi dan Aditya langsung mengangkatnya.


" Ya Hallo, bagaimana???" Tampak Aditya terdiam mendengarkan orang yang meneleponnya.


" Oke, kerja bagus, lusa kita bertemu lalu bawa aku padanya" Aditya menutup teleponnya membuat Cahya menggerutkan keningnya, Aditya mau bertemu dengan siapa.


" Siapa yang menelepon??" Tanya Cahya penasaran.


" Itu Ariel, aku harus menemuinya lusa"


" Oh Ariel, pasti kalian akan membahas bisnis, oh iya aku belum menghubungi Chika, nanti kita vidio call mereka ya??" Ucap Cahya dan dibalas senyuman dan anggukan kepala oleh Aditya.


" Oh ya Tuhan, ku pikir kakakku telah melupakanku" Sahut Chika dengan cepat dan Cahya tertawa.


" Bagaimana keadaanmu??"


" Aku sangat baik, aku disibukkan oleh persiapan skripsiku, bagaimana bulan madumu, kulihat kau sangat bahagia dan dimana kak Adit?"


Tiba-tiba Aditya muncul dibelakang Cahya dan memeluknya serta menciumnya.



" Im here Chika!!!" Seru Aditya membuat Chika sedikit terkejut.


Mereka mengobrol sebentar dan Chika berpamitan untuk tidur karena sudah mengantuk. Cahya mengganti pakaiannya lalu mempersiapkan untuk packing karena besok siang mereka akan kembali, dia lupa belum membeli oleh-oleh untuk orang rumah, mungkin besok pagi dia akan membelinya sebentar, sedangkan Aditya sedang berada dikamar mandi.


" Bagaimana sudah selesai" Tanya Aditya yang baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat Cahya sedang mengemasi pakaian mereka.


" Sudah, pakaian kita untuk besok pulang sudah aku taruh dimeja, oh iya jangan lupa besok kita sempatkan untuk membeli oleh-oleh"


" Baiklah sayang, saat ini aku tidak mau melewatkan malam ini dengan hanya tidur" Suara Aditya terdengar serak dan dia mendorong Cahya lalu menindihnya dan mulai menciumi istrinya serta melepaskan gaun tidur istrinya hingga tidak memakai apapun disana.


Aditya beralih mencium kaki Cahya lalu perlahan naik keatas, hingga sampai ke paha nya dan naik lagi dan berhenti di area V istrinya itu, menciumnya kemudian Aditya menjulurkan lidahnya dan memainkan pusat area Cahya menggunakan lidahnya membuat sang istri menggeliat karena sensasi yang dibuatnya.


" Shhhhhhh Adit apa yang kau lakukan??" Suara Cahya terdengar parau di selingi dengan suara nafas pendek.


Aditya dengan semangat memainkan lidahnya di titik itu titik dimana semua wanita akan menggeliat jika titik itu disentuh, Cahya semakin menggila atas semua perbuatan Aditya dan tidak berhenti meracau dengan sensasi yang diterimanya hingga akhirnya tubuh Cahya menegang dibarengi dengan erangan panjang menandakan bahwa dia telah mencapai endingnya.


Melihat istrinya lemas karena perbuatannya, Aditya melepaskan handuk yang melingkar di perutnya, kebanggaannya telah berdiri tegak dan siap, dia langsung menancapkannya pada Cahya dan memeluk istrinya lalu menggulingkan badannya, dan kini Cahya tengkurap diatas Aditya yang memeluknya.


" Sekarang kau duduk diatasku sayang" Ucap parau Aditya dan Cahya mengikuti arahannya dan duduk diatasnya, sedetik kemudian Aditya menarik Cahya dalam pelukannya, kini posisinya sudah pas. Perlahan Aditya menggerakkan paantatnya ke atas dan kebawah dan memulai ritmenya sangat pelan dan lembut.


" Ssshhh sekarang tugasmu hanya diam dan aku yang akan bekerja sayang" Bisak Aditya parau.


Cahya mengerang karena nikmat, lagi-lagi Aditya membuat hal baru di setiap percintaaan mereka, dan kali ini rasanya juga tidak kalah enak dari yang sebelum-sebelumnya. Aditya semakin mempercepat gerakannya membuat istrinya itu tidak berhenti meracau, sampai akhirnya mereka terbang tinggi mengakhiri romansa indah ini dengan semburan hangat Aditya.


" Thank you so much my wife" Ucap Aditya dan langsung memiringkan badannya sambil memeluk Cahya, lalu mereka tertidur.