SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 128



"Itu ide yang cukup bagus sih, tapi permasalahannya, Elea mau atau tidak" Ucap Aditya.


"Kita akan bicara padanya, tetapi kita tunggu waktu yang tepat dulu, pakai pakaianmu aku akan membuatkanmu jus"


Cahya turun ke bawah untuk membuatkan Aditya jus, dan melihat Elea serta Chitra baru saja datang. Mereka berdua menghampiri Cahya, dan Elea memberikan sesuatu untuk sahabatnya itu. "Apa ini El?" Tanya Cahya.


"Soy Matcha Latte kesukaanmu, kami membelinya karena aku ingat jika kau sangat menyukainya"


"Kalian baik sekali, thanks ya?"


"Ca, aku balik dulu ya, udah sore nie, see you girls" Chitra memeluk kedua sahabatnya dan cipika-cipiki dengan mereka lalu berpamitan pulang.


Cahya juga menyuruh Elea untuk segera mandi karena hari sudah sore.


****


Keesokan harinya Cahya menyiapkan pakaian untuk Aditya, suaminya itu akan kembali pulang besok. Sebenarnya Cahya merasa kasihan kepada Aditya karena harus tinggal sendirian divilla, merasa tidak tega jika suaminya harus menyiapkan barang-barangnya sendirian, bahkan harus memasak sendirian. Tetapi Aditya mengatakan tidak apa-apa dan akan segera menyelesaikan semuanya dengan cepat agar bisa berkumpul lagi dengannya.


Setelah Aditya bersiap, diamenghampiri Cahya yang sedang merapikan tempat tidurnya dan memeluknya.Aditya menciumi leher Cahya membuat perempuan itu kegelian.


"Aku akan merindukanmu dan selama aku pergi, kau jangan pergi kemana-mana, dirumah saja, jika butuh sesuatu suruhlah seseorang untuk mencarinya, kau bisa menyuruh Marco atau Mabk Tina, kau mengerti??"


"Iya suamiku sayang, aku juga akan merindukan pelukanmu, kalau kau sudah siap ayo turun, pasti semua sudah menunggu kita untuk sarapan, tapi aku akan mengecek Elea lebih dulu"


Saat Cahya hendak menghampiri Elea, ternyata Elea keluar dari kamarnya dan tersenyum menyapanya. Elea ingin bergabung bersama untuk sarapan, dia merasa tidak enak karena kemarin tidak ikut turun untuk sarapan. Cahya dan Elea pun turun bersama ke ruang makan.


Nyonya Harry tersenyum senang melihat Elea bergabung bersama mereka untuk sarapan, dan Elea terlihat lebih baik dari sebelumnya saat datang kesini. Ia berharap semoga kedepannya Elea bisa mendapatkan kebahagiaan walaupun jalan yang akan ditempuh Elea kedepannya akan lebih sulit. Menjalani kehamilan tanpa dampingan seorang suami bukanlah hal yang mudah, perempuan hamil akan sangat membutuhkan suaminya berada disampingnya. "Elea, semoga Tuhan memberimu kekuatan menghadapi semua ini dna kau bisa berbahagia dengan bayimu nanti" Gumam Nyonya Harry dalam hati.


****


Hari berlalu, Aditya memasukkan pakaian Cahya ke koper dan akan membawanya pulang, besok weekend dia tidak sabar untuk segera pulang, walau nanti harus tetap kembali kesini menyelesaikan pekerjaannya Tetapi setidaknya dia memliki waktu 2 hari bersama istrinya. Setelah semua beres, Aditya langsung memasukkan koper ke bagasi. Ponselnya berbunyi ternyata Adri menghubunginya.


Adri mengatakan padanya jika dia sudah bersama Randy untuk pergi menjemput orang tua Elea, dan Cahya juga sudah menghubungi mereka lebih dulu. "Oke, kita akan menunggu kalian dirumah, aku juga sudah akan jalan untuk pulang, berhati-hatilah".


Setelah menutup telepon Adri, Aditya langsung mengendarai mobilnya dan pulang.


****


"Sayang, maaf aku terlambat karena terjebak macet tadi, kalian semua sudah selesai makan malam ya? Aku merasa sangat lapar" Ucap Aditya.


"Tidak apa-apa yang penting kau sudah sampai rumah, dan ya kami sudah selesai makan malam, kalau kau lapar aku akan menyiapkan makanan untukmu, sekarang mandi dulu, aku siapkan bajumu lalu turunlah untuk makan"


Setelah menyiapkan pakaianuntuk Aditya, Cahya langsung ke dapur dan menghangatkan makanan untuk suaminya. Aditya keluar dari kamarnya dan hendak turun untuk makan, dia berpapasan dengan Mamanya.


"Adit sayang, kamu sudah pulang?" Tanya Mamanya.


"Iya Ma, aku merasa lapar jadi akan turun untuk makan, Cahya sedang menyiapkannya, Mama dari mana kok bukan dari arah kamar mama?"


"Mama dari kamar Elea, Mama mengobrol dengannya, sekarang dia sudah tidur setelah meminum obatnya, ya sudah kamu segera makan ya? Nanti bangunin Mama kalau orangtua Elea sudah datang"


****


Setelah makan, Aditya mengajak Cahya untuk tidur di kamar bawah saja sambil menunggu kedatangan Adri dan Randy serta orang tua Elea. Aditya duduk menyandarkan badannya diranjang dan Cahya memeluknya, tidak butuh lama istrinya itu tertidur di dadanya. Aditya menunggu Cahya hingga benar-benar terlelap sebelum membaringkannya diranjang.


Jam sudah menunjukkan hampir jam 11 malam, Aditya masih terjaga karena Adri dan Randy belum sampai juga. Sampai akhirnya yang ditunggu tiba juga, mendengar suara mobil diluar, Aditya bergegas keluar kamar dan membuka pintu. Randy mengajak kedua orangtua Elea untuk masuk, sedangkan Adri mengambil koper mereka dibagasi. Mereka sengaja tidak memberitahu orangtua Elea tentang apa yang sebenarnya terjadi pada putri mereka. Cahya memberitahu mereka jika Elea sedang membutuhkan mereka.


Aditya menyuruh Adri untuk membawa koper itu ke kamar tamu yang sudah disiapkan dan menyuruhnya untuk membangunkan Mama dan Papanya memberitahu jika orangtua Elea sudah datang. Mendengar ada suara, Cahya terbangun dan dia menyadari sepertinya orangtua Elea sudah datang. Cahya bergegas keluar dan benar saja, dia menyalami mereka dan pergi ke dapur untuk membuatkan mereka minum.


Setelah semua orang berkumpul kecuali Elea, Cahya memulai pembicaraan dengan mereka. Dan sebelum itu Cahya meminta maaf terlebih dulu kepada orangtua Elea karena telah membohongi mereka untuk menyuruh mereka datang kesini.


Cahya mulai bercerita tentang apa yang terjadi pada Elea saat ini dan sekarang dia juga dalam kondisi hamil. Sontak mereka berdua terkejut dengan semua cerita dari Cahya, bahkan Aditya dan Randy juga meminta maaf atas apa yang sudah dilakukan Ariel pada Elea selaku sahabat dari Ariel.


Tangis Mama Elea pecah, tidak menyangka putri kesayangannya harus mengalami hal seperti itu, dan Ariel selama ini terlihat begitu mencintainya dan sangat menghormati mereka sebagai mertua. Isakan Mama Elea begitu menyayat hati, membuat Cahya juga tidak bisa menahan airmatanya. Nyonya Harry yang duduk disamping Mama Elea mencoba menenangkannya dengan merangkulnya.


Terlihat jelas dari wajah Papa Elea, dia menahan kesedihannya dan amarahnya. Dia mengatakan bahwa dia tidak akan pernah lagi ingin bertemu dengan Ariel bahkan tidak akan mengijinkannya untuk bertemu putrinya. Hidup putrinya sudah dihancurkan dengan begitu mudahnya padahal sekalipun dia tidak pernah membuat putrinya menangis, dan bisa-bisanya Ariel menyakiti hati putrinya dengan begitu kejamnya. Kesedihan orangtua Elea terlihat sangat jelas diwajah mereka. Sebagai orangtua, Nyonya dan Tuan Harry juga bisa merasakan kesedihan dan kemarahan orangtua Elea.


"Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti itu pada putriku, jika aku bertemu dengannya aku akan menghajarnya, dia meminta ijin untuk menikahi putriku dengan kelembutan dan kesopanan, kenapa dia begitu mudahnya menghancurkan hidup putriku dan mencampakkannya, padahal putriku selalu memujinya setiap waktu pada kami" Ucap Papa Elea dengan penuh kemarahan.


"Tenang Om, kita semua disini juga tidak menyangka hal ini bisa terjadi, tetapi saat ini yang terpenting adalah Elea dan bayinya, Elea mengatakan jika dia ingin pergi menjauh dari Ariel dan kami sedang berusaha membantunya" Ucap Cahya sambil sedikit terisak.


"Sebenarnya Cahya telah menawarkan sebuah ide untukku dan dimana tempat baru yang bisa Elea tinggali, tetapi kami membutuhkan bantuan om dan tante untuk membujuk Elea agar mau menerima tawaran kami" Ujar Aditya.


"Apa itu?" Tanya Mama Elea.