SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 14



Adri dan Chika datang ke rumah sakit, mata Chika terlihat berkaca-kaca menahan tangisnya, buru-buru mereka masuk keruang inap dan Chika langsung berlari ingin memeluknya ibunya tap Cahya segera menghentikannya dan memeluk adiknya yang terlihat sangat khawatir lalu menenangkannya dengan mengelus pundaknya.


“ Ssstttt.... ibu sedang tidur dek, tidak perlu khawatir beliau baik-baik saja, biarkan beliau istiraht dulu” bujuk Cahya agar Chika lebih tenang.


“ Apa yang terjadi dengan ibu kak, kenapa bisa seperti ini??”


“ Tenanglah, sekarang kita duduk dan aku akan menjelaskannya”


Mereka semua duduk dan Cahya menjelaskan kronologi sampai akhirnya bisa membawa ibunya ke rumah sakit berkat bantuan Aditya dan bagaimana kondisi ibunya saat ini, dan tampaknya Chika sedikit merasa tenang. Ponsel Adri berdering dan melihat nama kakaknya yang meneleponnya.


“ Dri, kau sudah sampai dirumah sakit?” Tanya Aditya.


“ Sudah kak, kakak dimana? Di kantor?”


“ Aku ada meeting dengan Clientku tapi sudah selesai dan sudah dijalan, bilang ke Cahya untuk bersiap, aku akan menjemputnya disana dan mengantarnya pulang untuk mengambil pakaian ganti untuknya dan ibu, sedangkan kau tetap disana menemani Chika dan kau urus semua pengobatan ibu” Jelas Aditya.


“ Baik kak, aku akan memberitahu kak Cahya”


Adri menutup teleponnya dan memberitahu semua ke Cahya, tadi Chika pun tidak sempat membawa pakaian karena terlalu panik, jadi meminta Cahya untuk sekalian juga membawakan pakaian ganti untuk Chika.


“ Kak Cahya tunggu diluar saja karena kak Adit sudah dalam perjalanan, sebentar lagi akan sampai”


“ Baik Dri, aku titip ibu dan Chika ya? Tenangkan dia agar tidak terlalu khawatir” Pinta Cahya.


*****


Aditya sampai dirumah sakit dan melihat Cahya sudah berdiri menunggunya, ia pun memutar mobilnya lalu turun dan memanggil Cahya sekaligus membukakan pintu untuk Cahya.


“ Bagaimana kondisi Ibu” Aditya membuka obrolannya dengan Cahya.


“ Alhamdulillah, saat Chika datang beliau baru saja tidur, jadia aku memintanya untuk tidak membangunkan ibu, dia sangat panik tapi Adri bisa membuatnya lebih tenang”


“ Syukurlah”


“ Aku berencana memindahkan ibu ke ruang rawat inap yang biasa saja, menurutku ruangannya saat ini terlalu bagus, dan perharinya bisa digunakan 3 hari kalau diruangan inap yang biasa” Ucap Cahya yang langsung membuat Aditya menggerutkan keningnya.


“ Apa??? Kau ingin memindahkannya? Sudahlah Ca, biarkan ibu tetap disana, kau dan Chika fokus saja menemaninya, masalah biaya rumah sakit dll aku akan mengurusnya, kau tidak perlu khawatir, ibu saat ini hanya butuh istirahat dengan nyaman agar segera pulih”


“ Tidak usah pak, kami sudah cukup merepotkan anda, kami merasa tidak enak” Jelas Cahya.


“ Tidak! Kalian tidak merepotkanku, kalian sudah kuanggap keluargaku sendiri, mamaku menyuruh untuk memberi penanganan yang terbaik untuk ibumu, tadi aku memberitahunya bahwa ibumu sedang sakit jadi mama memberiku pesan untuk mengurus semua pengobatan ibumu sampai sembuh, kau mau mengecewakan mamaku??” Ucap Aditya meyakinkan Cahya.


“ Taaa...piii... pak??”


“Sudah kubilang berapa kali panggil saja namaku, A.D.I.T tidak usah pakai Pak, jangan terlalu formal” Seru Aditya yang langsung membuat Cahya menundukkan kepalanya, tidak ingin membantah lagi.


****


Ciiiiiiiitttttt......!!!!


Aditya mengerem mobilnya mendadak karena tiba-tiba ada seorang laki-laki yang muncul didepan mobilnya, membuat dia dan Cahya terkejut setengah mati, karena hampir saja Aditya menabrak laki-laki berjaket hitam itu. Aditya membuka setengah jendela mobilnya dan meneriaki pria itu.


“ Woiiii .... Pakai matamu kalau kau sedang berjalan, dan lihat kanan kiri kalau mau menyebrang, kalau kau mati aku yang susah”


Laki-laki itu meminta maaf dan langsung pergi, Aditya terlihat sangat kesal dan rasanya ingin mengeluarkan kata-kata kotor tetapi kemudian tersadar disampingnya ada Cahya yang juga tak kalah terkejut dengan kejadian barusan.


“ Kau tidak apa-apa Ca??, untung aku sedang pelan karna kita mau sampai” Tanya Aditya.


“ Silakan duduk dulu, mau kubuatkan minum? Sebelum aku mengemasi beberapa pakaian untukku, ibu dan Chika” Tanya Cahya.


“Tidak usah, kau segeralah berkemas, agar kita tidak terlalu lama” Ucap Aditya.


Cahya keluar menenteng 2 tas yang 1 berisi pakaian dan yang 1 seperti tas Laptop.


“ Laptop??? Kau membawa Laptop??” Tanya Aditya.


“ Iya, selagi menunggui ibu , aku bisa mengerjakan pekerjaan di rumah sakit, aku tidak mau saat aku masuk banyak pekerjaan yang menumpuk, selain itu ada buku yang akan terbit jadi aku harus memastikan semuanya beres, tadi Elea menghubungiku bahwa nanti sore sepulang kantor dia akan kerumah sakit jadi kusuruh dia membawakan berkas pekerjaanku” Jawab Cahya.


“ Oke baiklah”


Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rumah sakit, keheningan terjadi didalam mobil, Aditya dan Cahya pun saling menoleh lalu tersenyum.


“ Ehhhh Ca, bagaimana kalau kita mampir dulu mencari makan siang? Sekalian juga kita belikan untuk Adri dan Chika?” Celetuk Aditya agar suasana tidak canggung.


“ Oh iya itu ide bagus, aku menghubungi Chika dulu, dia ingin makan apa?” Cahya pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi Chika.


“ Bagaimana?? Mereka ingin makan apa??” Tanya Aditya.


“ Chika menjawab Terserah kita saja” Jawab Cahya kemudian dia teringat sesuatu, Chika sangat menyukai Rendang, mungkin kalau Cahya memberikan itu Chika akan kembali ceria lagi.


“ Bisakah kita mampir untuk membelikan makanan kesukaan Chika mungkin itu akan membuatnya ceria lagi?” seru Cahya.


“ Boleh saja itu ide bagus, dimana tempatnya??” Tanya Aditya bersemangat dan Cahya pun mengarahkan Aditya ke arah rumah makan masakan padang faforitnya dan keluarganya, dan Chika sangat menyukai Rendang disana. Aditya terkejut saat melihat tulisan tempat makan itu.


“ Masakan Padang???” Tanya Aditya sambil menoleh kearah Cahya.


“ Iya, Chika sangat menyukai rendang daging disini, kani sekeluarga sering makan disini karena disini murah dan porsinya banyak yang pasti sangat enak, kita makan disini saja, barulah untuk Adri dan Chika kita bungkus” Jawab Cahya semangat lalu dia melepaskan seatbeltnya dan keluar dari mobil, Aditya pun mengikutinya, dia tidak pernah sama sekali masuk kerumah makan padang. Mereka duduk dan pelayan mengantarkan beraneka macam lauk sehingga meja itu hampir penuh dan membuat Aditya terkejut sekaligus bingung.


“ Apa kau memesan ini semua lalu menghabiskan semuanya???” Tanya Aditya polos serta bingung dan membuat Cahya tertawa.


“ Hahaha tentu saja tidak, kau tidak pernah masuk ke rumah makan Padang ya??” Tanya Cahya geli dan dijawab Aditya dengan gelengan kepala.


“ Kau tidak harus memakan semuanya, pilih saja apa yang kau mau makan, nanti yang lainnya yang tidak kau pilih akan dibawa lagi oleh pelayannya, dan kita hanya bayar apa yang kita makan saja” Cahya menjelaskan sambil tersenyum memaklumi Aditya yang tidak pernah masuk ke tempat seperti ini, disisi lain Aditya sedikit merasa malu tetapi senang karena akhirnya dia bisa melihat Cahya tertawa karenanya.


Aditya pun memilih Gulai ayam dan perkedel Kentang dan mulai memakannya, Aditya tampak terhenti disuapan pertamanya lalu memakannya lagi dengan sangat lahap membuat Cahya tersenyum dengan tingkah Aditya. Mereka sudah selesai makan dan Aditya berucap pada Cahya bahwa makanannya sangat enak dan akan kembali lagi kesini nanti, rupanya Aditya ketagihan. Cahya pun berdiri dan memesankan makanan untuk Adri dan Chika, Cahya pun mengambil dompetnya untuk membayar tapi dihentikan oleh Aditya.


“ Ca, biar aku saja?” Ucap Aditya, tetapi Cahya menolaknya.


“ Tidak biar aku saja, kau sudah sering membantuku dan beberapa waktu yang lalu saat aku dan Elea makan kau juga yang membayar makanan kami, setidaknya kali ini biarkan aku yang mentraktirmu, oke??”


Aditya pun kali ini menyerah dan tidak ingin membantah Cahya, melihat Cahya ari ini tertawa dan tersenyum saja sudah membuatnya terbang melayang.


Lalu mereka segera kembali menuju rumah sakit.


*****


Sesampainya disana mereka melihat Chika baru saja selesai menyuapi ibunya. Cahya pun menyuruh Chika dan Adri untuk makan siang.


" Dek, makan dulu gih, kakak beliin kamu nasi dan rendang kesukaan kamu"


"Nasi Rendang???" tanya Chika sambil tersenyum dan excited.


" iya, tadi kakak dan Aditya mampir kerumah makan padang langganan kita" Cahya menjawab dan tersenyum melihat Adiknya tampak senang ketika mendengar bahwa dia membawakan makanan kesukaan adiknya itu, dia juga melihat ibunya tersenyum lalu segera menghampirinya.