
Aditya, Ariel dan Randy sudah berada di depan rumah, menunggu kedatangan anak buah Randy yang akan membawa penculik Kyros. Dari wajah Aditya terlihat bahwa dia sedang dipenuhi kemarahan, dan emosinya mulai meledak. Jika sampai nanti terjadi sesuatu dengan bayinya, dia pasti tidak akan segan untuk menghabisi pria itu. Dan bagaimanapun caranya hari ini dia harus menemukan Kyros dan membawa putranya itu pulang.
Setelah subuh lewat, akhirnya ada bunyi klakson dari depan gerbang rumah Aditya. Gerbang lekas dibuka oleh security Aditya, dan Randy membenarkan bahwa itu adalah mobil dari anak buahnya. Cukup lama memang karena ternyata mereka menemukannya ada di luar kota, diduga mereka sengaja kabur ke luar kota agar tidak mudah di lacak. Karena Randy memiliki banyak anak buah yang sudah dia sebar dan ditambah mereka juga memiliki banyak teman hingga pasti cukup mudah menemukan orang-orang seperti itu.
Pintu mobil terbuka dari dalam, seorang laki-laki keluar sambil menarik dengan kasar orang yang ada di sebelahnya.
Bruuukkk......!!!
Seseorang jatuh dari dalam mobil dengan kondisi tangan terikat di belakang dan juga kakinya terikat. Sudah di pastikan itu adalah lelaki yang sudah membuntuti Aditya beberapa waktu yang lalu. Randy kemudian menyuruh anak buahnya agar membantu pria itu berdiri. Aditya mendekati pria itu dengan tatapan tajam dan langsung menarik kerah jaket hitam yang dipakai pria itu.
"Kemana kau membawa anakku??? Dimana dia sekarang...!!!" Teriak Aditya dengan suara yang cukuo keras.
Bukannya menjawab, pria itu justru terkekeh seolah mengejek Aditya dan tetap diam tidak menjawab pertanyaan dari Aditya. "Aku tanya padamu??? Dimana kau membawa pergi anakku??? Kalau kau mau mengatakannya sekarang, aku jamin hidupmu akan aman, tetapi jika kau tidak segera mengatakannya, aku akan menghancurkanmu sebelum aku menyeretmu ke kantor polisi, katakan dimana anakku saat ini??" Suara Aditya melembut tetapi tatapannya masih menajam.
Pria itu masih tidak mau mengatakan apapun, dan tampak tidak takut dengan ancaman Aditya. Karena kesal tidak segera mendapatkan jawaban, Aditya akhirnya mendaratkan pukulan yang sangat keras di wajah pria itu tepatnya di bagian hidungnya. Pria itu langsung terdorong ke belakang dan jatuh di tanah. Aditya masih mencoba menanyakan sekali lagi dimana keberadaan Kyros tetapi masih sama, pria itu tetap tidak mau menjawabnya, membuat amarah Aditya semakin memuncak dan menghajar pria itu hingga babak belur. Aditya juga menendang wajah pria itu berkali-kali hingga pria itu babak belur tetapi tetap tidak mendapatkan jawaban apapun. Aditya kemudian meletakkan kaki kirinya di wajah pria itu, memutar-mutar kakinya seolah tidak mempedulikan bahwa yang diinjaknya adalah wajah dari seseorang karena Aditya benar-benar dibuat semakin emosi karena tidak mendapatkan jawaban apapun. Aditya menoleh ke arah Randy dan Ariel yang ada dibelakangnya sambil terus menginjak wajah pria itu.
"Shhhiiiiittt.....!!! Dia masih tidak mau mengatakan apapun...! Kurasa aku memang harus melakukannya, padahal aku sudah menahan diriku untuk tidak melakukannya, Iel....!! Berikan padaku, kurasa aku benar-benar harus melakukannya pada si brengs*k ini"
Ariel merogoh sakunya dan melemparkan sesuatu kepada Aditya. Aditya menangkapnya, lalu mendorong benda itu dan perlahan muncul mata pisau yang semakin memanjang. Itu bukan pisau, tetapi sebuah cutter yang tadi diambil Aditya dari laci meja kerjanya lalu diberikan kepada Ariel, dan sekarang dia minta lagi. Hanya ini sepertinya yang bisa membuka mulut pria ini. Aditya kemudian mengangkat kakinya dari wajah pria itu dan memerintahkan anak buah Randy agar membuatnya berdiri dan memeganginya.
Aditya memainkan pisau cutter yang dipegangnya tepat di wajah pria itu dengan menarik dan mendorongnya. "Kau tidak tahu ya sedang berurusan dengan siapa saat ini??? Aku terbiasa melakukan ini saat ada orang yang telah sengaja mengganggu ketentraman keluargaku, aku bisa berperilaku baik tetapi juga bisa berbuat kejam dan tidak berperikemanusiaan saat ada yang berani mengusikku terutama keluargaku, kau selama ini diam-diam memantau aktifitas keluargaku, kau juga berani membuntutiku dengan istriku lalu yang lebih fatal kau berani menculik anakku"
Pria itu terkekeh lagi. "Kurang, kau masih belum sadar juga bahwa akulah yang sudah mengirim paket berisi bangkai tikus untuk istrimu, dan aku juga yang sudah membayar orang untuk membakar tempat usaha mertuamu, dan aku pikir sebentar lagi anakmu akan mati di tangan perempuan itu hahaha"
Aditya benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya. Jadi pria ini yang dulu sempat mengirim paket untuk Cahya. Aditya terlihat semakin murka dan tanpa pikir panjang lagi Aditya langsung menggoreskan pisau cutter yang di pegangnya di pipi pria itu. Darah langsung mengalir di pipi pria itu, awalnya tidak terasa saat cutter itu menggores pipi kanannya tetapi kemudian dia mulai berteriak.
"Perempuan??? Siapa dia? Katakan padaku!!!"
Pria itu menjerit kesakitan dan tidak menjawab Aditya.
"Kalau kau masih tidak mau mengatakan dimana keberadaan anakku dan siapa perempuan yang kau maksud itu, aku akan menghancurkan seluruh wajahmu dengan cutter ini?? Kau mau mengatakannya atau tidak!!!!!!" Gertak Aditya lagi sambil mendekatkan pisau cutter itu ke pipi kiri lelaki itu.
"Cyntia!" Jawab pria itu tiba-tiba, mungkin karena dia sudah benar-benar kesakitan dengan luka dari cutter itu.
Sontak secera bersamaan, Aditya, Randy dan Ariel berseru dan saling berpandangan. "Cyntia...???"
"Aaarrrggghhh ya, Cyntia yang membayarku, perempuan itu menyuruhku melakukan semuanya, dia ingin membalaskan dendam kepadamu karena kau sudah menghancurkan kehidupannya dan suaminya, dan anakmu ada bersamanya dan mungkin sedang dalam bahaya. Auuuwwhh...!" Ucap pria itu sambil meringis karena kesakitan
Sementara Aditya hanya terdiam, dan tidak menyangka bahwa Cyntia melakukan kekacauan ini lagi pada keluarganya. Perempuan itu ternyata masih belum puas dengan apa yang sudah dilakukannya dulu dan masih belum sadar bahwa semua yang terjadi adalah karena ulahnya sendiri. Sekarang dia kembali dan ingin membalaskan dendamnya.
"Sudah kuduga, bahwa dia akan berulah lagi setelah keluar dari penjara, perempuan iblis itu" Gumam Ariel dengan kesal.
"Sekarang dimana Cyntia membawa Kyros??" Tanya Randy.
Dengan terbata pria itupun memberikan alamat Cyntia tetapi dia tidak bisa menjamin apakah Cyntia masih berada disana atau tidak. Yang dia tahu Cyntia berusaha melenyapkan bayi itu dan akan mengirim mayatnya ke rumah ini nantinya.
"Dit, kurasa kita harus segera kesana, sebelum sesuatu terjadi paada Kyros, Iel... Kau segera hubungi polisi dan berikan alamat Cyntia pada mereka, kalian bertiga urus pria ini sampai kami kembali, ayo kita pergi sekarang" Ujar Randy.
Mereka bertiga pun membalikkan badan dan hendak menuju garasi mobil, tetapi terhenti karena melihat Cahya, Chitra dan Elea berdiri di depan pintu. Cahya dan Elea ternyata sudah berdiri disana cukup lama dan mereka juga mendengar semuanya. Cahya perlahan berjalan mendekati Aditya dengan tatapan yang tidak bisa dibaca.
"Aku ikut!!" Ucap Cahya.
"Kau di rumah saja sayang, aku akan menjemput Ky"
"Aku bilang aku ingin ikut"
Aditya menoleh ke Randy dan Ariel, kedua sahabatnya itu menganggukkan kepalanya. "Oke baiklah!"
Randy kemudian berlari dan mengambil mobil Aditya, sementara Ariel meminta kepada Elea juga ikut untuk menjaga dan menemani Cahya. Dan Aditya mengatakan pada Chitra agar berjaga di rumah bersama dengan Chika dan Ibunya untuk menjaga Kyra. Akhirnya mereka berlima pun masuk ke dalam mobil, dan bergegas menuju ke tempat dimana Cyntia berada.