SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 94



Hari berlalu, dan Aditya juga sudah kembali beraktifitas dikantornya, sedangkan Cahya mengisi harinya dengan menemani ibu mertuanya dan terkadang datang bersamanya untuk mengunjungi ibunya. Dia belum terpikirkan akan kembali mencari pekerjaan yang baru atau apapun, saat ini Cahya hanya ingin fokus menjalankan tugasnya sebagai seorang istri dan menantu.


Saat tadi mengobrol dengan ibu mertuanya, Cahya diberi ide untuk membuatkan makan siang untuk Aditya dan mengantarkan ke kantornya. Cahya menyetujuinya karena selama ini dia tidak pernah melakukannya, bahkan saat kemarin di Swiss suaminya sempat menghabiskan waktu makan siangnya dengan Cheryl berapa kali. Jadi Cahya akan melakukannya, setiap siang akan mengirim makan siang untuk Aditya.


Cahya meminta nomor sekretaris Aditya pada ibu mertuanya, untuk memastikan apa suaminya itu tidak sedang ada meeting atau janji dengan client untuk makan siang. Cahya mengambil ponsel dan menghubungi Maysa sekretaris Aditya.


"Hallo selamat siang" Sapa Maysa.


"Hallo selamat siang Maysa, ini saya Cahya istri Aditya"


"Oh ibu Cahya, ada yang bisa saya bantu bu?"


"Saya mau bertanya, apakah suamiku hari ini ada jadwal meeting atau rencana bertemu clientnya siang ini?"


Maysa tertegun sejenak, kenapa istri bosnya menanyakan hal seperti itu, apa terjadi sesuatu dengan bosnya. Tetapi kemudian dia tersadar dan langsung menjawab. "Ah tidak ada schedule apapun untuk pak Aditya hari ini, apa ada hal penting, saya bisa sambungkan teleponnya"


"Tidak usah, saya hanya memastikan takutnya dia ada janji karena saya berniat mengantar makan siang untuknya"


"Oh baik bu, nanti saya akan memberitahu pak Adit jika ibu mau kesini"


"Tidak usah memberi tahu dia, baik Maysa terima kasih ya"


Cahya menutup teleponnya dan mulai menyiapkan makanan untuk Aditya. Suaminya itu pasti tidak akan menyangka jika dia akan datang menemuinya.


****


Cahya akhirnya sampai dikantor Aditya, ini adalah pertama kalinya dia menginjakkan kaki disini, mengingat dulu dia juga disibukkan dengan pekerjaannya sehingga tidak pernah datang ke tempat ini. Semua pegawai suaminya tampak menyapa nya dengan ramah, tahu bahwa dia adalah istri dari pemilik perusahaab ini. Cahya mendatangi resepsionist untuk menanyakan dimana ruangan suaminya. Cahya diantar seorang pegawai menuju ruangan Aditya.


Sampailah dia disana dan bertemu dengan sekretaris Aditya. Maysa tersenyum dan menyalaminya, setelah itu Maysa mengetuk pintu ruangan Aditya.


"Permisi pak Aditya, ada yang datang ingin menemui anda" Ucap Maysa.


"Siapa? Kenapa tidak ada di jadwalku hari ini, lagipula kau tahu ini waktunya jam makan siang kenapa kau malah mengatur pertemuan?"


"Aku tadi sudah menghubungi Maysa mengatakan jika aku akan datang dan apa perlu ada pengaturan waktu jika aku yang datang untuk menemui suamiku" Cahya muncul dari belakang Maysa.


Aditya terkejut dan tersenyum ketika melihat istrinya yang datang. Maysa menyuruh Cahya untuk masuk dan menutup ruangan itu.


"Sayang, apa yang kau lakukan disini, kenapa tidak memberitahuku jika ingin datang"


"Tidak akan surprise jika aku memberitahumu, aku membawakan makan siang untukmu"


"Makan siang?? Itu sangat menarik" Aditya beranjang dari kursi kerjanya dan mengajak Cahya untuk duduk di sofa.


Cahya membuka makanan yang dibawanya, dan Aditya sangat tertarik, walaupun hanya makanan sederhana yang dibawa istrinya, tetapi Aditya terlihat sangat bahagia. "Kau harus menyuapiku" Ucap Aditya.


Cahya akhirnya menyuapi suaminya seraya meminta maaf hanya bisa membuatkannya tumisan daging dengan jamur karena ide untuk membawakan makan siang untuknya itu terjadi begitu cepat karena usulan Mamanya.


"Aku ingin kau membawakan makan siang untukku setiap hari, oh iya, Randy nanti malam mengajak kita untuk makan malam, Ariel dan Elea juga akan ikut"


"Tidak, aku rasa dia ingin mengenalkan seseorang pada kita"


"Apa dia memiliki kekasih? Itu luar biasa mungkin aku dan Elea bisa berteman dengannya"


"Kalian harus berteman seperti kami bertiga, setelah ini kau langsung pulang, nanti aku akan kembali lebih awal"


Setelah menyelesaikan makan siangnya, Aditya dan Cahya mengobrol sebentar sebelum akhirnya istrinya itu berpamitan untuk pulang.


****


Aditya pulang lebih awal, dan menyapa Mamanya yang sedang duduk membaca majalah diruang keluarga serta menanyakan dimana istrinya. Mamanya memberitahu jika Cahya sedang berada dikamar. Aditya langsung menuju kamarnya.


Aditya masuk ke kamar tetapi tidak menemukan Cahya disana, dan ternyata istrinya berada diruang ganti sedang menggantung pakaian dilemari. Aditya memeluknya dari belakang dan mencium pipinya.


"Aku merindukanmu, padahal baru beberapa jam yang kita bertemu" Bisik Aditya ditelinga Cahya.


"Kau sudah kembali ternyata, segera mandi dan aku akan menyiapkan minum untukmu"


"Ayo mandi denganku, ku lihat kau juga belum mandi"


"Akan butuh waktu lama bagiku setiap aku mandi denganmu" Gerutu Cahya.


Tanpa pikir panjang Aditya langsung menggendong Cahya dan membawanya ke kamar mandi. Benar saja lama setelahnya mereka baru keluar dari kamar mandi. Aditya memutuskan untuk menyelesaikan beberapa sesi percintaannya dengan Cahya didalam kamar mandi.


Malam harinya Cahya dan Aditya sudah bersiap untuk pergi makan malam bersama Randy dan juga Ariel. Mereka berdua akhirnya pergi ke salah 1 restoran yang berada disalah satu hotel milik Ariel.


Ternyata Ariel, Elea dan juga Randy sudah menunggu mereka berdua. Cahya dan Aditya akhirnya menghampiri mereka, Cahya terlihat terkejut saat melihat seorang oerempuan yang duduk disebelah Randy, dia seperti pernah mengenal perempuan itu. Cahya memeluk Elea, dan Randy memperkenalkan perempuan disampingnya sebagai kekasihnya.


"Dit, Ca, kenalkan ini Chitra kekasihku"


Perempuan bernama Citra itu juga terlihat terkejut saat melihat Cahya. "Kau Cahya kan? Apa kau sudah lupa denganku?" Ucap Chitra.


Cahya tampak mengingat sesuatu, dan kemudian dia ingat Chitra adalah temannya saat SMP dulu.


"Chitra!! ya Tuhan, apa kabar Chit??" Cahya langsung memeluk Chitra.


"Aku baik Ca, sudah sangat lama kita tidak bertemu"


"Kau sudah mengenal Cahya??" Tanya Randy.


"Iya, Cahya ini dulu temanku saat SMP, tetapi pertemanan kami sangat singkat karena saat naik kelas 2 aku harus pindah sekolah, jadi kami berpisah saat itu"


"Wow tidak ku sangka ternyata kalian sudah kenal dan berteman, semoga setelah ini kalian bisa menjadi sahabat"


Randy kemudian mempersilahkan Cahya dan Aditya untuk duduk dan memesan makanan. Mereka akhirnya makan malam bersama dan saling mengobrol membahas berbagai hal. Cahya, Chitra dan Elea pun semakin akrab tidak mau kalah dengan para pria yang sudah bersahabat lama. Sampai kemudian Ariel memutuskan untuk mengerjai Aditya, dia berbisik pada sahabatnya iti yang saat ini ada disebelahnya.


"Adit, aku memiliki banyak permen, baru saja aku membelinya, apa kau mau mencobanya lagi? Jika iya aku akan memberimu 1pac, lumayan isinya ada 6, kau mau tidak?? Jika mau akan ku ambilkan dimobil nanti" Ucap Ariel sambil mengedipkan matanya. Sedangkan Aditya hanya menatapnya tajam tampa mengatakan apapun.