SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 347



Aditya sampai lebih dulu di apartemen Ariel dan langsung naik lift. Sementara Randy masih dalam perjalanan. Saat keluar lift, Aditya melihat ada kesibukan di unit milik Ariel dimana ada beberapa orang sedang mengeluarkan koper dari dalam sana. Aditya bergegas menghampiri mereka dan menemukan Ariel tengah berdiri mengecek sesuatu di dalam koper.


"Apa kau mau pindahan???" Tanya Aditya


Ariel menoleh dan tersenyum. "Ya...! Kau datang sendiri???"


"Randy sedang dijalan, kau mau pindah kemana?? Kenapa buru-buru sekali...!"


"Aku akan tinggal di Cluster Supernova, kau tahu kan aku aku akan ada proyek kerjasama dengan mereka untuk perluasan disana, jadi kurasa aku akan tinggal disana saja agar lebih mudah mengawasi pekerjaan unit-unit baru di cluster itu"


"Pindah ke Cluster??? Apa kau yakin???"


Ariel terkekeh kemudian mempersilahkan Aditya untuk duduk. "Aku hanya akan tinggal sendiri, dan kurasa tempat itu cukup luas jika ditinggali sendirian, rumahnya tiga lantai, aku memilih rumah yang paling ujung jadi tidak akan terlalu ramai nantinya" Jawab Ariel.


Aditya senang Aeiel ternyata tidak marah kepadanya, mengingat semalam Cahya sudah mengatakan banyak hal kepada sahabatnya itu. Aditya sangat takut jika Ariel akan tersinggung dengan ucapan istrinya. Aditya kemudian meminta maaf kepada Ariel atas apa yang sudah Cahya lakukan tadi malam.


"Kenapa meminta maaf? Santai saja, lagipula niat Cahya baik, aku juga sudah memikirkan setiap perkataannya dan ada benarnya, sudahlah lupakan saja, ikutlah denganku ke cluster itu, mungkin nanti kau ingin memiliki satu unit disana untuk kau jadikan tempat singgah hehehe"


"Tentu saja, harusnya kau memanggilku saja, aku akan membantumu berkemas"


"Semua sudah beres, ku rasa lebih baik kita suruh Randy menyusul saja" Ucap Ariel dan Aditya menganggukkan kepalanya. Mereka berdua kemudian keluar dari apartemen itu.


*****


Randy sampai di area parkir apaartemen Ariel, dan keluar dari mobilnya lalu berjalan masuk. Randy berdiri didepan lift, saat itu ponselnya berbunyi. Saat hendak mengangkat telepon dari Aditya, pintu lift terbuka. Randy terkejut karena Maysa keluar dari dalam sana, dan mereka saling berpandangan. Maysa tersenyum pada Randy dan menyapanya pelan kemudian berlalu begitu saja. Saat itu Randy kembali menyadari bahwa ponselnya berbunyi.


"Ya, ini aku sedang berada di lift" Ucap Randy.


"Apa ...!!! Ariel pindah sekarang??" Seru Randy lagi.


"Baiklah aku akan menyusul kalian" Randy kemudian menutup teleponnya.


Maysa masih berjalan tidak jauh dari Randy berdiri, sudah tentu Maysa mendengar bahwa ternyata Ariel akan pindah sekarang. Ariel pindah pasti karena lelaki itu tidak ingin bertemu lagi dengannya. Sebagai seorang manusia biasa, Maysa sangat sakit hati dengan semua ucapan Ariel dan bagaimana lelaki itu telah mengakhiri hubungan mereka dengan cara yang begitu menyakitkan. Sejak semalam dia telah memikirkan berbagai hal, telah memutuskan juga bahwa dia akan berusaha melupakan lelaki itu. Dan beruntungnya dia belum terlalu dalam jatuh cinta pada Ariel, sehingga dia akan bisa melupakannya dengan cepat nantinya.


Maysa juga tidak ingin menyalahkan Mamanya terlalu jauh, karena dia tahu Mamanya selama ini sangat menyesal dengan apa yang sudah terjadi dulu. Waktu juga sudah tidak bisa di putar lagi, sudah tidak bisa mengembalikan apa yang sudah hilang. Keadaan memang sudah memburuk sejak awal tetapi Maysa juga memahami kemarahan Ariel pada Mamanya, hanya saja dia sangat menyayangkan sikap Ariel yang mengumbar aib mereka didepan banyak orang.


*****


Ariel dan Aditya akhirnya sampai di cluster yang akan ditinggali oleh Ariel. Tempat ini sangat asri dengan deretan rumah sejenis yang tampak cantik. Benar kata Ariel, tempat ini cukup luas jika ditinggali sendirian, ada tiga lantai dimana lantai satu digunakan untuk garasi. Aditya membantu Ariel menurunkan semua koper-kopernya dari mobil dan membawanya masuk dibantu oleh beberapa orang yang sepertinya adalah pegawai yang bertugas di wilayah ini.


Ariel kemudian mengajak Aditya masuk dan berkeliling di tempat tinggal barunya ini. Mereka berdua masuk ke garasi dan ternyata di lantai satu ini juga ada beberapa ruangan, salah satunya ruangan yang cukup besar untuk bersantai dengan sofa membentuk lettel L dengan televisi besar yang ada di rak besar yang ternyata menyambung ke area belakang dimana disana ada kolam renang.


"Wow ...! Tidak ku sangka tempat yang tidak terlalu luas ini ternyata memiliki kolam renang, dan terlihat sangat nyaman!" Gumam Aditya takjub.


"Itu yang ku katakan tadi bahwa kau pasti akan menyukai tempat baruku ini, tetapi aku ingin sedikit merubahnya, aku ingin ruangan ini menjadi tempat untuk nge gym dan bersantai, bagaimana menurutmu??" Tanya Ariel.


"Bagus saja, memang cocoknya seperti itu, kau bisa merubahnya sedikit lagi agar sesuai dengan seleramu"


"Ayo ke lantai dua, disana ada ruang tamu, dapur, ruang makan juga kamar tamu"


"Dan kamar utama pasti ada dilantai tiga"


"Kau benar Dit...!!" Ucap Ariel.


Aditya dan Ariel melanjutkan berkeliling di rumah itu. Rumah ini terlihat sederhana tetapi pasti sangat nyaman untuk ditinggali. Dan saat ini Aditya dan Ariel sedang berdiri di depan balkon kamar utama yang akan ditempati Ariel. Kamar itu tidak begitu luas tetapi cukup cozy.


Tampaknya Aditya juga tertarik memiliki sebuah unit disini. Walaupun tidak untuk ditinggali, investasi properti adalah hal yang sangat bagus karena harganya tidak pernah turun dan justru naik setiap tahunnya. Lagipula rumah seperti ini juga bisa digunakan untuk sekedar dikunjungi saat merasa bosan tinggal dirumah. Mungkin nanti dia akan membicarakannya dengan Cahya.


"Kau sedikit telat Dit, karena kemarin aku dengar rumah yang tepat didepanku itu baru saja terjual cukup murah, 2,5 M saja padahal seluruh perabotnya masih sangat lengkap" Ariel menujuk ke rumah yang ada tepat di depan rumahnya ini.


"Hanya 2,5 M, kenapa bisa semurah itu??? Bukankah tadi kau bilang kalau satu unit disini bisa mencapai 4M??" Tanya Aditya.


"Ya memang benar laku 2,5M saja, tetapi rumah di depan itu adalah rumah yang ditinggal pemiliknya karena disita oleh Bank, akupun sedikit menyesal kenapa tidak kemarin-kemarin tahu hahaha, kita bisa mendapatkan harga segitu lalu menjualnya lagi dengan harga 2X lipat tentu akan untung besar bukan?" Ujar Ariel sambil tertawa.


"Wah itu luar biasa sih yang membelinya pasti sangat beruntung sekali!"


"Bukan beruntung lagi, tapi benar-benar beruntung, aku saja sangat iri dengan mereka" Gumam Ariel.


Saat itu juga Ariel dan Aditya melihat mobil Randy memasuki halaman rumah ini, bergegas mereka berdua turun untuk menemui Randy.