
Cahya membawa jus ke kamar, entah kenapa pagi ini Aditya masih terlelap padahal biasanya dia bangun lebih awal darinya. Cahya duduk disebelah Aditya, menumpukan dagunya dilutut dan memandang suaminya yang sedang tertidur. Baginya ini adalah pemandangan yang jarang didapatkannya.
Perlahan Aditya membuka matanya dan mengernyit melihat istrinya sedang memandanginya saat tidur.
"Good Morning my hubby" Sapa Cahya sambil tersenyum lalu mengambil gelas berisi jus diatas meja dan memberikannya pada Aditya.
"Morning wifey, kenapa kau memandangiku seperti itu" Aditya meminum jus yang diberikan istrinya dan duduk bersandar.
"Memangnya kenapa? Lagipula kenapa kau tidur lagi setelah subuh, biasanya berolahraga dulu"
"Aku sangat mengantuk entah kenapa, mungkin karena lusa kemarin kau mengajakku jalan-jalan sampai larut dan kemarin pagi aku bangun lebih awal untuk menunggui Adri, kemarilah"
Cahya mendekat ke Aditya dan menyandarkan kepalanya didada Aditya. "Mama dan Papa akan pergi bertemu temannya dan Adri juga akan kembali pagi ini, rumah akan sepi, aku ikut kamu ke kantor ya??"
"Ikut ke kantor?? Apa kau yakin? Nanti kau pasti akan sangat bosan"
"Tidak, aku akan lebih bosan jika dirumah sendirian, boleh ya??? Jika kau ada meeting aku akan menunggumu diruanganmu saja, oke, kau mandi dan aku akan bersiap lalu kita sarapan"
Aditya hanya keheranan melihat Cahya tetapi dia tidak pernah bisa menolak permintaan istrinya. Aditya beranjak dari tempat tidur dan bergegas kekamar mandi.
****
Aditya dan Cahya turun untuk sarapan, dan sudah ditunggu oleh adik dan orangtuanya diruang makan. Nyonya Harry terlihat terkejut melihat Cahya sudah rapi seperti ingin pergi lalu menanyakannya akan pergi kemana menantunya hari ini. Aditya mengatakan jika Cahya akan ikut dengannya ke kantor.
"Itu ide bagus Ca, agar kamu tidak merasa bosan dirumah, dulu Mama juga sering ikut Papa ke kantornya saat Mama hamil Adit, bahkan itu terjadi hampir setiap hari" Ujar Nyonya Harry.
Aditya hanya menimpali senyuman untuk Mamanya, entah kenapa sikap dan sifat Mamanya sebelas dua belas dengan istrinya membuatnya tidak habis pikir. Cahya tidak memakan sarapannya dan memilih untuk mengambil apel dan pisang lalu mengupasnya.
"Kenapa tidak memakan sarapanmu Ca?" Tanya Aditya.
"Adit, biarkan saja istrimu memakan Apel dan juga pisang, tadi saat menyiapkan sarapan dia mual dan muntah, mungkin perutnya masih tidak nyaman, biarkan saja yang penting perutnya tidak kosong" Ujar Mamanya, tadi saat ia melihat Cahya saat muntah membuatnya merasa sangat kasihan.
Aditya akhirnya membiarkan Cahya mengkonsumsi Apel dan Pisang untuk sarapannya. Aditya memberikan pesan untuk Adri agar berhati-hati saat kembali, dan mempersiapkan dengan baik semuanya saat nanti wisuda. Aditya juga sudah menyiapkan hotel untuk orangtuanya dan juga ibu mertuanya nanti.
Akhirnya sarapannya selesai dan Aditya langsung berangkat ke kantor bersama dengan Cahya. Kedua orang tuanya juga mengatakan akan pulang saat malam jadi tidak perlu menunggu mereka untuk makan malam.
****
Sesampainya dikantor seperti biasa sekretaris Aditya langsung menyambut dan menyapa bosnya dan juga menyapa Cahya yang ada disamping Aditya. Aditya kemudian menyuruh Maysa untuk membuatkan minuman untuk istrinya.
Aditya menyuruh Cahya untuk duduk disofa, sementara dia akan memulai pekerjaannya. Agar tidak mengganggu suaminya, Cahya sengaja membawa beberapa buku untuk dibacanya. Tak berapa lama Maysa datang dan membawa teh dan camilan untuk Aditya dan Cahya. "Thanks May" Ucap Cahya
"Baik, akan kuperiksa, terima kasih"
Cahya akhirnya sudah menyelesaikan setengah halaman dari buku yang dibacanya dan dia mulai merasa sedikit bosan. Cahya mengambil cokelat ditasnya yang tadi dibawanya lalu memakannya. Aditya terlihat sangat serius dengan pekerjaannya dan Cahya memandang suaminya sambil memakan cokelatnya. "Ternyata suamiku terlihat lebih tampan saat sedang serius didepan komputer" Gumamnya dalam hati sambil tersenyum dan terus melihat kearah Aditya.
Aditya melirik kearah Cahya, dan menemukan istrinya itu sedang memandangnya seperti seorang penjahat yang menemukan targetnya untuk diculik tetapi mencoba mengabaikannya. Lama setelahnya Aditya mencoba melirik lagi kearah istrinya dan tetap sama Cahya masih saja memandang kearahnya bahkan saat ini istrinya itu malah tersenyum sendiri.
"Hei tuan putri, kenapa kau sejak tadi terus memandangiku? Apa kau tidak punya pekerjaan lain, baca saja buku yang kau bawa itu" Teriak Aditya yang mengagetkan Cahya.
"Pekerjaan paling menyenangkan adalah memandang suamiku yang sedang sibuk bekerja, dia terlihat lebih tampan 200 persen saat sedang serius"
"Ya Tuhan, kau ini ada-ada saja, bisa bisa aku lepas kendali dikantorku jika kau memandangku seperti ular yang siap memangsaku, kau sangat berbahaya berada disini, kau disini saja ya? sebentar lagi aku ada meeting dengan dewan direksi nanti kita lunch diluar, kalau butuh sesuatu minta saja pada Maysa"
"Baiklah"
Aditya keluar dari ruangannya dan meninggalkan Cahya. Cahya berdiri dan berkeliling melihat ruangan kerja suaminya, walaupun sering kesini tetapi dia tidak pernah melihat lihat apa yang ada diruangan itu.
Cahya melihat barang-barang pajangan dimeja kerja Aditya, dia menemukan ada foto Aditya dan keluarganya. Cahya tersenyum memandang foto itu, keluarga yang terlihat begitu hangat dan penuh kasih sayang. Cahya melanjutkan melihat ke rak penuh file dan beberapa pajangan disana, sampai akhirnya matanya tertuju pada sebuah frame foto kecil, dia pun mengambil frame itu dan menemukan foto Aditya memakai Toga sedang merangkul seorang perempuan dan mereka berdua terlihat sangat bahagia. Cahya tidak pernah melihat perempuan itu sebelumnya, dan berpikir mungkin itu adalah mantan kekasih suaminya, karena mereka terlihat begitu bahagia.
Cahya menggerutkan keningnya, menyadari kenapa diruangan ini suaminya memajang fotonya dengan mantan kekasihnya, sedangkan dia tidak menemukan foto Aditya dan dirinya. Cahya merasa sangat sakit melihat foto itu dan memikirkan kenapa suaminya malah menyimpan fotonya dengan wanita lain bukan dengannya.
****
Aditya sudah selesai meeting dan masuk ke ruangannya untuk mengajak Cahya makan siang, karena istrinya pasti saat ini sudah merasa lapar, apalagi tadi tidak sarapan. Aditya melihat Cahya sedang berbaring dan tidur disofa lalu membangunkannya.
"Sayang, bangun, lunch yuk aku udah laper banget"
Cahya membuka matanya dan berhadapan dengan Aditya. Aditya tersenyum padanya lalu mengajaknya bersiap untuk pergi. "Sayang kamu mau makan apa?" Tanya Aditya tetapi Cahya tidak menjawabnya dan hanya diam memandangnya dengan pandangan yang aneh.
"Antar aku pulang sekarang" Ucap Cahya ketus.
"Pulang? Kenapa pulang?"
"Aku bilang aku mau pulang sekarang, kalau kau tidak mau mengantar biar aku naik taksi saja"
"Tapi kita makan siang dulu ya, kamu dari pagi belum makan nanti sakit, kasihan juga bayi kita, kita makan siang dulu ya?"
"Aku bilang aku mau pulang sekarang!!!"
Aditya merasa sangat bingung dengan sikap Cahya, tadi baik-baik saja dan mereka masih saling bercanda, kenapa sekarang istrinya seolah sedang marah dengannya. Aditya berpikir mungkin Cahya terlalu lama menunggunya meeting. Aditya akhirnya menuruti kemauan Cahya dan mengantarnya pulang.