SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 221



Selama perjalanan ke rumah Elea, pak Andi tidak berhenti menyalahkan dirinya tidak berhenti pula menyesali semua perbuatannya di masalalu. Dia tidak pernah menyangka jika dulu dia meninggalkan Sari dalam keadaan wanita itu sedang hamil dan dia memiliki seorang anak laki-laki. Ingin sekali rasanya dia memeluk putranya itu untuk pertama kalinya.


Ingatannya pun melayang ke masa dulu dimana dia bekerja disebuah perusahaan. Dia hanya staff biasa tetapi suatu hari dia tidak sengaja bertemu dengan seorang perempuan yang tak lain adalah Irma. Saat itu dia sedang berjalan menuju halte dan menunggu bus untuk pulang tetapi dia melihat seorang perempuan sedang sibuk mengecek ban mobilnya yang mengalami ban kempes. Berniat membantu bergegaslah saat itu dia mencoba menolong perempuan itu mengganti ban mobil itu.


Usut punya usut ternyata perempuan itu tak lain adalah anak dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Beberapa hari setelah dia membantu Irma, dia pun bertemu lagi dengannya dikantor karena perempuan itu baru saja beberapa hari ditugaskan untuk menggantikan ayahnya dikantor itu. Pertemuan kedua mereka itu adalah awal dari kedekatannya dengan Irma, perempuan itu seolah melupakan statusnya sebagai seorang atasan dan sering mengajaknya untuk makan siang bersama. Hingga akhirnya hubungan terlarang mereka pun terjadi dan terus berlanjut.


Pada puncaknya Irma memintanya untuk menceraikan Sari dengan berbagai bujukan yang salah satunya adalah karena sudah hampir 1 tahun pernikahannya dengan Sari, mereka tak kunjung dikaruniai anak. Irma juga selalu menghujaninya dengan cinta dan kasih sayang melibihi istrinya yaitu Sari hingga lama-kelamaan dia pun mengabaikan istrinya lalu menceraikannya dan meninggalkannya begitu saja. Pasca sebulan bercerai, dia langsung menikah dengan Irma dan langsung meninggalkan kota itu dan pindah ke kota lainnya sebulan setelah pernikahannya dengan Irma, perempuan itu langsung hamil dan lahirlah Ariel putra yang sangat dia sayangi.


Dan kenyataannya sekarang dia mengetahui jika Ariel memiliki seorang saudara dari istri pertamanya. Danist ternyata adalah kakak dari Ariel. Danist yang tidak pernah sekalipun mendapatkan kasih sayang darinya dan mulai sekarang dia akan mencurahkan kasih sayangnya kepada anaknya yang malang itu, tetapi tetap tidak melupakan kasih sayangnya pada Ariel walaupun anaknya yang itu sampai saat ini membencinya.


****


Akhirnya sampailah dia dirumah Elea, dan bergegas turun. Kebetulan sekali Elea sedang berada diberanda rumah bersama dengan Gienka. Senyum Elea mengembang melihat kedatangan kakek Gienka dan langsung berdiri menyalaminya dengan sopan.


"Ayah! Apa kabar? Silakan masuk"


"Tidak usah sayang, kita duduk disini saja, apa kabar cucu opa yang cantik ini?"


"Dia sangat baik dan sehat, oh ya ayah mau minum apa???" Elea memberikan Gienka pada Ayah mertuanya itu.


"Tidak perlu sayang, kau sendirian dirumah? Suamimu ke kantor ya???"


"Oh iya aku hanya dengan Gienka saja, kebetulan Mama sedang pergi dengan Mama mertua sebentar lagi mungkin akan pulang, sedangkan Danist sejak kemarin pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan"


Mengetahui jika Danist sedang tidak ada disini, pak Andi merasa kecewa, karena gagal untuk menemui putranya itu. Tetapi dia masih ada kesempatan untuk bertemu dengan Sari dan meminta maaf kepada wanita itu atas semua kesalahan yang sudah dia lakukan dan sudah menelantarkannya dan anaknya.


"Memangnya mertuamu tinggal didekat sini??"


"Tidak dekat juga sih sekitar 10 menitan dari sini, beliau tinggal dirumah yang diberikan perusahaan, satu kompleks dengan mess para pegawai perkebunan juga pegawai kantor dan pabrik, karena Danist sekarang disini jadi sekarang Mama tinggal disana tetapi kebetulan ada kakak sepupunya dan istrinya ikut datang kesini"


Mendengar apa yang baru saja diucapkan Elea, pak Andi pun tersenyum karena mendapat petunjuk tentang keberadaan Sari dan nanti akan mencarinya juga menemui wanita itu untuk meminta maaf. Tetapi yang sekarang membuat hatinya bersedih adalah Elea menikahi putra pertamanya disisi lain putra keduanya yaitu Ariel tengah bersedih atas pernikahan ini. Dan ya, cucunya kini memiliki Ayah sambung tetapi sedarah, dan dia adalah pamannya sendiri. Sebuah ironi tetapi itulah fakta yang terjadi sekarang. Sebelum semuanya jelas, dia memilih untuk tidak menceritakan ini kepada siapapun termasuk Ariel ataupun Elea.


Pak Andi cukup lama mengobrol bersama Elea dan juga menggendong Gienka cucunya hingga akhirnya sebuah mobil datang dan Mama Elea turun dari sana.


"Mama sudah pulang ternyata" Gumam Elea.


"Lumayan lama bu, dari mana kok bawa banyak barang??"


"Habis berbelanja kebutuhan rumah"


"Kok sendirian Ma??? Mama Sari sudah pulang ya?" Tanya Elea.


"Iya, mertuamu langsung meminta berhenti didepan rumahnya, ya sudah mama masuk dulu"


Mendengar jika Sari sudah ada dirumah, pak Andi pun bergegas berpamitan kepada Elea untuk pulang agar bisa segera bertemu dengan mantan istrinya itu.


*****


Perjalanan pun dia lanjutkan untuk mencari keberadaan Sari alamat yang sudah disebutkan Elea. Sampai akhirnya ada plang yang bertuliskan jika tempat itu adalah mess karyawan dari perusahaan perkebunan milik Aditya. Karena hari sudah sore dan jam kerja sudah berakhir, dari jalan pun terlihat jelas banyak yang berlalu lalang di tempat itu. Pak Andi pun turun dari mobilnya dan menghampiri beberapa orang yang sedang berkumpul di halaman mess itu. Pak Andi menanyakan dimanakah rumah Danist Gm dari perusahaan itu, dan mereka langsung menunjuk ke sebuah rumah yang ada diseberang jalan tepat didepan tempat itu, setelah berterima kasih, dia pun langsung menuju ke rumah itu.


Pintu rumah itu terbuka tetapi rumah tampak lengang, tanpa suara, pak Andi pun hanya mengetuknya beberapa kali, cukup lama hingga akhirnya ada jawaban dari dalam yang menyuruhnya untuk menunggu. Di beranda rumah itu ada kursi dan Pak Andi memilih duduk disana sambil menunggu pemiliknya keluar.


"Siapa ya??" Suara wanita terdengar dari dalam rumah.


Sangat mengenali suara itu, pak Andi langsung berdiri dan saat itu juga dia bertatapan langsung dengan Sari mantan istrinya. Mama Danist itu tidak menyangka jika dia bertemu lagi dengan Andi dan pria itu datang kesini. Mama Danist lamgsung membalikkan badannya dan hendak masuk untuk mengunci pintu tetapi dengan cepat Andi memegang pergelangan tangannya dan mencegahnya. "Sar, tunggu sebentar, aku ingin sekali berbicara padamu, kenapa kau terus saja menghindariku"


Mama Danist membalikkan badannya dan menatap kesal ke arah mantan suaminya itu.


"Apa yang ingin kau bicarakan??? Katakan lalu segera pergi dari rumah ini"


"Sar aku datang untuk meminta maaf kepadamu atas semua kesalahan masalalu yang sudah ku perbuat, aku benar-benar minta maaf Sar, aku sangat menyesal baru mengetahui jika kau ku tinggalkan dulu dalam keadaan sedang hamil, kenapa dulu kau tidak mengatakannya padaku tentu aku tidak akan pernah meninggalkanmu"


Sontak Mama Danist kaget sekaligus tidak menyangka jika pria yang ada didepannya ini sudah mengetahui tentang fakta itu tetapi dari mana dan siapa yang memberitahunya. "Dari mana kau tahu???"


"Tidak penting darimana aku tahu Sar, tapi aku benar-benar menyesal baru mengetahuinya sekarang jika Danist adalah putraku"


"Danist bukan putramu!!!!" Seru Mama Danist kesal, dan rasanya saat ini juga dia ingin menangis.