SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 261



Danist dan Gienka tengah menikmati pagi hari dengan bermain di halaman belakang rumah. Hari ini kebetulan giliran Danist libur setelah bergantian dengan teman-temannya, jadi Danist lebih memilih memanfaatkan waktu bersama keluarga kecilnya. Pekerjaannya disini sudah hampir selesai tinggal 1 minggu lagi dan juga dia juga mendapat bonus tambahan 1 minggu lagi untuk liburan berkeliling ke negara ini dari perusahaan. Danist juga sudah tidak sabar untuk pulang dan bertemu dengan Mamanya dan keluarga yang lainnya.


Danist juga menunggu waktu dimana Elea akan mengatakan bahwa dia mencintainya. Jika hal itu terjadi, Danist akan mengajak Elea untuk mempersiapkan pernikahan mereka lagi. Tentu Danist ingim sekali menikah seperti orang lainnya dengan mengadakan pesta, walaupun pesta kecil setidaknya dia bisa memiliki kenangan yang indah untuk pernikahannya. Tetapi dia harus bersabar menunggu itu semua bisa terwujud, karena semua tergantung dari Elea, apakah perempuan itu bisa segera mencintainya atau tidak.


"Wah asyik sekali Gienka dan Papa Dan duduk disini! Apa yang sedang kalian lakukan disini?" Ucap Elea yang keluar dari dalam rumah membawa nampan berisi kue dan pitcher berisi jus jeruk di dalamnya.


"Kami sedang melihat sapi makan rumput Mama, dan apa yang sedang Mama bawa?" Gumam Danist seraya merubah suaranya.


"Wah sedang lihat sapi ya??? Mama membuat kue kelapa panggang untuk Papa Dan, dan susu untuk Gienka sayang" Elea menaruh nampannya di tanah dan mengambil Gienka dari Danist.


Danist mengambil kue buatan Elea dan memakannya. "Apa kau senang sebentar lagi kita akan pulang???" Tanyanya pada Elea.


"Aku disini senang, pulang juga senang, yang paling penting aku bersama denganmu!!"


"Benarkah??? Hahaha oh iya, Mama kan sekarang pulang ke Bandung, nanti kita kesana ya? Kau belum tahu rumahku kan?"


"Aku sangat ingin kesana tapi kau tidak pernah mengajakku, aku juga akan mengajakmu ke rumahku jadi kita impas oke?"


"Oke!!!" Jawab Danist sambil tersenyum.


Mereka akhirnya menghabiskan waktu bersama menikmati pagi yang begitu indah di rumah mereka. Elea merasa sangat bahagia karena akhirnya dia bisa merasakan memiliki keluarga kecil yang bahagia dengan suami dan anak yang begitu dia sayangi. Setelah kesalahpahaman yang pernah terjadi sebelumnya, akhirnya semua bisa diselesaikan dengan baik-baik. Dan sekarang kebahagiaannya terasa luar biasa, Danist kembali menjadi Danist yang dulu penuh kasih sayang yang sangat mencintainya dan Gienka. Elea tentu saja bisa segera mencintai lelaki itu nantinya dan pasti kebahagiaan mereka akan semakin lengkap kedepannya.


*****


Setelah kepergiannya yang cukup lama, Ariel memutuskan untuk pergi menemui Randy ke dealer mobil milik sahabatnya itu. Ariel tahu pasti Randy juga tidak kalah khawatirnya seperti Aditya saat dia memutuskan untuk menghilang sementara dan tidak memberi kabar apapun kepada mereka. Ariel juga sangat merindukan Randy dan ingin tahu keadaannya.


Ariel langsung masuk dan menemui staff Randy menanyakan keberadaan sahabatnya itu apakah sedang berada di kantor atau tidak, dan bersyukurnya ternyata Randy ada di dalam. Ariel kemudian diantar ke ruangan Randy.


Sebuah ketukan pintu ruangannya mengalihkan Randy dari kesibukannya menatap monitor.


"Maaf pak Randy, ada yang ingin menemui bapak?' Ucap staffnya.


"Siapa??" Tanya Randy.


"Aku......!!!!" Tiba-tiba Ariel muncul di belakang staff Randy sambil tersenyum dan melangkah mendekati Randy lalu memeluknya dan menanyakan kabarnya.


Randy kemudian menyuruh Ariel duduk dan mengambil minuman dingin dari showcase mini yang ada diruangannya lalu melemparkannya ke Ariel. Ariel langsung menangkapnya seraya tertawa, Randy pun duduk di hadapannya.


"Kau dari mana brengs*k!!! Kenapa kau menghilang begitu saja tanpa memberitahu siapapun?? Aku khawatir sekali, sampai aku menerjunkan beberapa anak buahku untuk mencarimu, kupikir kau sudah dibunuuh oleh seseorang" Gumam Randy kesal.


Ariel terkekeh "Siapa yang bisa membunuhku, au hanya pergi untuk jalan-jalan sebentar, kenapa kau meributkannya, dan aku sudah kembali dalam keadaan baik-baik saja"


"Kau memang brengs*k Iel, aku dan Adit selalu datang ke kantormu dan menanyakanmu pada staffmu tetapi mereka selalu mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui dimana dirimu, tapi kau sepertinya sengaja menyuruh mereka membohongiku dan Adit"


"Aku memang tidak memberitahukan kemana kepergianku kepada siapapun, aku hanya sedang butuh ketenangan saja"


"Ciiiihhhhh" Randy memalingkan muka kemudian tersenyum mengejek Ariel karena sahabatnya itu membohonginya lagi. "Kau bohong lagi Iel, kau pikir aku bodoh, aku tahu semua staffmu sedang membongiku kemarin, mereka jelas tahu dimana kau berada, aku mendengar mereka menyebut kau sedang berada di Swiss dan aku langsung memberitahu Adit, tetapi beberapa hari kemudian Adit menghubungiku bahwa kau datang ke rumahnya menemui dia, sebenarnya apa yang kau lakukan selama ini?"


Randy merasa sangat senang sekali mendengar apa yang sudah Ariel lakukan. Dia sangat berharap Ariel bisa berubah ke arah yang lebih baik lagi setelah ini. Sahabatnya itu sudah melewati banyak hal dalam hidupnya, Ariel yang dulu penuh kebahagiaan tiba-tiba berubah menjadi orang yang sering berulah setelah bertemu dengan Viona, seolah perempuan itu dengan cepat dan mudahnya bisa mempengaruhi Ariel begitu cepat. Ariel meninggalkan Elea dan mencampakkannya begitu kejam, lalu kemudian Ariel dihadapkan dengan fakta bahwa selama ini dia diperalat oleh Viona, juga akhirnya mengetahui bahwa Elea hamil dan sekarang Elea justru menikah dengan kakaknya sendiri.


Randy masih merasa cemas karena masih ada fakta masa lalu Ayah Ariel yang masih belum dia ketahui, jika pada akhirnya semuanya terbongkar apakah Ariel akan menerimanya atau apakah sahabatnya itu akan menjadi seperti kemarin lagi. Mengingat begitu rumitnya kisah masalalu antara Ibunya Danist, Ayah Ariel juga Almh Ibunya Ariel. Randy yakin baik Ariel ataupun Danist jika mengetahui fakta itu pasti mereka akan sangat terkejut tetapi semua tergantung dari Ayah Ariel sendiri, jika dia mau mengatakan sejujurnya kepada keduanya pasti hubungan mereka tidak akan semakin memburuk. Karena segala sesuatu jika dibicarakan dengan baik-baik pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.


Ditengah obrolannya dengan Randy, tiba-tiba ponsel Ariel berdering dan ternyata Ayahnya yang menghubunginya. Ariel mengangkatnya dan tampak diam mendengarkan lalu kemudian menyahutnya mengatakan bahwa dia akan segera pulang.


"Siapa Iel???" Tanya Randy.


"Ayahku, dia memintaku untuk segera pulang, karena pengacara sedang menungguku"


"Pengacara??? Apa kau terlibat kasus hukum??"


Ariel terkekeh dan menggelengkan kepalanya. "Tidak Ran, aku akan mengambil alih seluruh perusahaan Ayah, aku akan mengurusnya seperti yang dia inginkan selama ini"


"Kau akan mengambil alih? Kau serius?? Bukankah selama ini kau selalu menolaknya?" Gumam Randy yang tidak menyangka dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Aku sudah memutuskan untuk menerima tawaran ayahku, oke aku harus segera pergi, kapan-kapan kita harus makan bersama, salam untuk Chitra" Ariel berdiri lalu memeluk Randy dan meninggalkan ruangan kerja sahabatnya itu.


Randy menatap kepergian sahabatnya itu dengan menggelengkan kepalanya. Randy masih tidak percaya bahwa Ariel akhirnya mau melakukan hal itu padahal dia dulu selalu menolak dengan tegas permintaan Ayahnya itu tetapi sekarang? Akhirnya hati dan pikiran Ariel luluh juga. Randy percaya bahwa Ariel sekarang memang sudah berubah, semoga ini menjadi awal yang baik untuk sahabatnya itu.


******


Ariel akhirnya tiba di rumahnya dan memang dia sudah ditunggu oleh Ayah dan pengacaranya. Ariel menyalami pengacara itu dengan sopan. Kemudian mereka bertiga mulai membahas tentang pengalihan perusahaan milik pak Andi. Sampai akhirnya Ariel pun menyatakan kesanggupannya untuk mengurus perusahaan itu dengan baik layaknya dia mengurus perusahaan milik mendiang Mamanya yang kini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat di banding sebelumnya. Pengacara itupun memberikan berkas-berkas yang harus ditanda tangani oleh Ariel.


"Aku boleh membacanya lebih dulu sebelum menandatanginya??" Tanya Ariel.


"Tentu saja pak, silahkan anda baca dan periksa dulu" Ucap pengacara itu.


Ariel membaca dengan teliti, membalik halamannya satu persatu tetapi kemudian dahinya berkerut. Ariel mengarahkan pandangannya ke arah pengacara itu.


"Sebentar pak, sepertinya ada kekurangan disini, kurasa ini hanya setengah dari asset dan perusahaan milik Ayah, anda sepertinya harus membuatnya ulang" Protes Ariel.


"Itu sudah benar pak Ariel, karena itu yang semalam di minta oleh pak Andi kepada saya, jadi saya menyesuaikan dengan perintah pak Andi, benarkan pak Andi?"


Pengacara itu dan Ariel langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah pak Andi yang duduk di depan mereka. Saat itu juga pak Andi terlihat gugup dan bingung, karena memang dia sengaja melakukannya karena akan membagi itu menjadi dua bagian, setengah untuk Ariel dan setengah untuk Danist.


"Apa benar Ayah yang memintanya? Kenapa?? Ayah bilang Ayah ingin aku mengurus semuanya?? Tetapi kenapa Ayah hanya memberiku 50 persen?" Tanya Ariel bingung.


"Ehhh itu nak, ehhh sementara itu dulu saja yang kau pegang, sisanya nanti akan Ayah berikan lagi, Ayah masih ingin mengurusnya!!!" Jawab pak Andi dengan suara terbata.


Ariel mengernyit, heran dengan sikap Ayahnya, kenapa disaat dia sudah menyetujuinya justru Ayahnya sekarang berubah sikap. Dan dari jawabannya sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi kepada Ayahnya itu.


"Iel tidak mengerti, dulu Ayah ingin memberikan semuanya kenapa sekarang jadi seperti ini?" Tanya Ariel lagi.