SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 313



"Maaf, jika anda berdua ingin masuk harus menunggu pak Aditya lebih dulu, beliau sedang ada di jalan" Ucap Soni bodyguard dari Cahya yang saat ini sedang berjaga di depan ruangan perawatan Kyros bersama dengan Irwan.


"Kami hanya ingin menjenguk bayi Aditya dan Cahya sebentar saja, jadi tidak perlu harus menunggu Aditya kan???"


"Silakan duduk disana dan tunggu sampai pak Aditya datang"


"Jika kami harus menunggu sampai dia datang jtu pasti terlalu lama, soalnya kami sedang buru-buru, jadi tolong ijinkan kami masuk, sebentar saja"


Kedua orangtua Cyntia mencoba memaksa masuk dan hampir meraih handle pintu ruangan itu tetapi dengan cepat Irwan menggeser tubuh besarnya ke depan pintu dan menyingkirkan tangan Ayah Cyntia. "Jika anda sedang buru-buru dan tidak mau menunggu pak Aditya silakan anda berdua bisa pergi sekarang dan kembali nanti malam atau besok, tetapi jika anda masih berniat masuk maka tunggulah sampai pak Aditya datang, karena hanya dengan ijinnya, anda baru boleh masuk, silakan terserah anda berdua mau memilih yang mana???"


Orangtua Cyntia memundurkan langkahnya, tetapi mereka tidak akan menyerah begitu saja. Sangat tidak bagus jika menunggu Aditya, karena lelaki itu pasti akan menolak dengan keras niat mereka, salah satu jalan adalah berbicara dengan Cahya karena perempuan itu memiliki rasa iba yang tinggi dan pasti akan mudah dibujuk agar mencabut laporan di kepolisian tentang kasus yang dihadapi Cyntia saat ini. Dan jika mereka berhasil membujuk Cahya tentu saja Cahya juga akan mudah membujuk Aditya untuk melakukannya. Jalan satu-satunya yang mereka miliki saat ini adalah bisa membujuk Cahya untuk mencabut laporan. Tetapi ternyata tidak mudah untuk melakukannya karena penjagaan Aditya begitu ketat.


*****


"Ca, kurasa kau dan Adit harus mempersiapkan rencana pernikahan Chika dan Adri saat nanti Adri kembali dari Swiss, jangan lama-lama" Gumam Elea menggoda dan langsung mendapat pelototan dari Chika yang sedang duduk di sofa.


"Kenapa kau bicara seperti itu kak???" Sahut Chika.


"Kau tau Ca, adikmu itu tidak bisa lepas dari ponselnya saat pulang kantor karena dia langsung berbicara dengan Adri, kurasa Aditya terlalu kejam memisahkan mereka, jadi saat Adri kembali nanti lebih baik segera persiapkan pernikahan mereka"


"Tidak tidak, aku masih belum memikirkannya, aku hanya akan menikah 3 tahun lagi"


"Kenapa harus menunggu selama itu?? Kau sudah berpacaran begitu lama dengan Adri, lihatlah kakakmu, dia menikah dengan Adit hanya saling mengenal sekitar 1 bulan tetapi mereka harmonis sampai sekarang, kau harus segera merasakan jadi pengantin itu sangat menyenangkan"


"Tidak tidak, aku dan Adri masih harus banyak menyiapkan tabungan untuk menikah"


Cahya dan Elea hanya bisa tersenyum, mereka menyadari jika Chika dan Adri memang memiliki prinsip yang kuat untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Sementara Chika mengetahui bahwa Adri ingin sekali menjadi lelaki yang mandiri dan tidak ingin selalu mengandalkan Aditya ataupun kedua orangtuanya. Mereka telah memberikan kehidupan yang begitu berharga selama ini, bahkan tidak pernah membedakan mana anak kandung ataupun tidak, perlakuan mereka tetap sama.


"Ah aku lapar sekali, lebih baik aku keluar saja mencari makan siang daripada aku disini menjadi bahan ledekan kalian" Gumam Chika kemudian berdiri dari duduknya. "Apa kalian menginginkan sesuatu???"


"Beli saja apapun yang kau mau, jangan lupa beli air jeruk hangat untuk kakakmu" Sahut Elea.


Chika menarik pintu dan berdiri tepat di tengah pintu, dia bertemu dengan dua bodyguard kakaknya serta ada seorang laki-laki dan perempuan berdiri disana. Chika tahu bahwa mereka pasti ingin masuk tetapi mungkin belum mendapat ijin dari kakak iparnya hingga membuat keduanya berdiri di depan pintu. Chika sedikit melangkah ke depan dan hendak menutup pintu kembali tetapi tiba-tiba kedua orang itu langsung menabraknya dan masuk ke dalam ruangan perawatan Kyros tanpa permisi, membuat Chika hampir terjatuh karenanya.


Saat Soni hendak menyusul orangtua Cyntia yang menerobos masuk, tangannya ditarik oleh seseorang dari belakang. Soni menengok dan menemukan Aditya sudah ada dibelakangnya. Soni yang terkejut ingin memanggil Aditya tetapi Aditya langsung mengisyaratkan menyuruhnya untuk diam.


Tanpa disadari, ternyata saat kedua orangtua Cyntia menerobos masuk, Aditya sedang berjalan menuju ruangan itu dan tentu saja dia melihat semuanya. Aditya mengangkat alisnya mengetahui bahwa ternyata mereka masih belum merubah cara berpikirnya dan juga sikapnya.


Elea dan Cahya dikejutkan dengan kedatangan kedua orang itu yang masuk tanpa permisi. Cahya langsung bisa mengenali siapa mereka, karena dulu pernah bertemu saat dipernikahan Theo dan Cyntia, juga beberapa hari setelah Cyntia masuk ke penjara. Dan sekarang mereka datang lagi menemuinya.


Cahya dan Elea juga melihat Aditya sedang berdiri di tengah pintu tetapi tidak masuk. Anehnya Aditya justru memberi kode kepada mereka dengan mengangkat jari telunjuknya lalu menaruh di depan bibirmya, yang artinya Aditya menyuruh mereka untuk diam.


Kedua orangtua Cyntia tersenyum sambil melangkah mendekati Cahya yang sedang duduk di atas ranjang perawatan dengan Kyros yang terbaring di lengannya. Mereka mendekati Cahya dan Mama Cyntia menyentuh pipi Kyros.


"Selamat siang, bagaimana keadaan bayimu??" Tanya Mama Cyntia dengan suara ketus.


Elea yang mendengarnya pun mengernyit karena merasa heran dengan kedua orang ini, datang dengan cara tidak sopan dan nada bicaranya sangat tidak enak untuk di dengar. Cahya tidak menjawab karena tidak memiliki suara dan hanya diam.


"Begini Cahya, kami datang kesini untuk memberi penawaran kepadamu, kuharap kau dan suamimu mau mencabut laporan kalian di kepolisian dan membebaskan Cyntia putriku" Ucap Mama Cyntia masih dengan nada yang ketus.


"Jadi mereka orang tua Cyntia? Dia bicara seolah tidak memiliki sopan santun" Gumam Elea dalam hati.


"Aku tahu dia sudah berbuat salah dan hampir mencelakai bayi kalian tetapi kulihat bayimu sudah membaik dan tidak mengalami hal yang berarti, juga tentang masalah kebakaran tempat usaha ibumu itu, kami akan mengganti semuanya termasuk biaya perawatan bayimu di rumah sakit ini tetapi dengan syarat kalian harus mencabut laporan kalian dan membebaskan Cyntia, maklumi saja perbuatannya dia mungkin kemarin dia hanya khilaf, kau bisa kan melakukannya?? Kami akan memberi kalian uang ganti rugi sebesar 500juta untuk biaya perawatn bayi kalian dan pembangunan tempat usaha ibumu lagi??? Atau menurutmu itu masih kurang??? Kami akan menambahnya lagi 600 juta, 700 juta juga akan kami berikan saat ini juga, bagaimana kau setuju kan???" Ujar Mama Cyntia.


"Aku bisa menghasilkan uang sebesar itu hanya dalam sehari, jadi tidak perlu mengiming-imingi istriku dengan hal itu, tidak akan berpengaruh" Aditya kini melangkah masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah penuh kemarahan. Sudah dia duga bahwa hal ini akan terjadi lagi. Mereka datang bukan untuk meminta maaf atas perbuatan Cyntia tetapi malah bersikap angkuh dan seolah meremehkan apa yang sudah diperbuat anaknya.


Kedatangan Aditya membuat kedua orangtua Cyntia terkejut, wajah mereka seketika berubah menjadi panik. Aditya melangkah mendekati mereka dengan tatapan yang tajam dan seolah ingin meremukkan mereka.


"Kalian datang kesini dengan membawa kesombongan yang sama seperti dulu, seolah kalian bisa menggenggam dunia ini hanya dengan uang, kalian masuk tanpa permisi lalu menawarkan hal konyol itu kepada istriku? Kalian pikir bisa memanfaatkan kebaikan hatinya untuk menuruti keinginan kalian??? Ciiihhhhh perbuatan kalian memalukan sekali, dan apa tadi kau bilang?? Perbuatan Cyntia adalah sebuah kekhilafan? Dia dulu hampir membakar ibu mertuaku hidup-hidup, lalu kemarin dia juga ingin melenyapkan putraku, bahkan dia juga menyiksa bayi yang tidak berdosa ini, dia memukulnya, mencubitnya bahkan putrimu juga memasukkan obat keras kepadanya, lalu dengan mudahnya kau bilang itu sebuah kekhilafan??? Astagfirullah busuk sekali mulutmu nyonya, apa kau ingin tahu busuknya seperti apa?? Ciumlah aroma kotoranmu sendiri maka kau akan tahu bagaimana busuknya"


"Kurang ajar sekali kau kepada kami orang yang lebih tua, apa kau tidak diajarkan sopan santun oleh orangtuamu???" Ucap Mama Cyntia dengan penuh kemarahan kepada Aditya, bahkan menunjuk wajah Aditya.