SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Mengejar Erica



Elea menceritakan semua yang terjadi pada Cahya, bagaimana dia mengatasi semua paket yang ditujukan padanya dan bagaimana Ariel, Aditya dan Randy menyusun rencana untuk menjebak orang yang membuntutinya tadi.


" Apakah menurutmu pria itu yang juga telah mengirim paket itu El?" Tanya Cahya.


" Aku tidak tahu Ca, bisa iya bisa juga tidak, kita hanya tinggal menunggu kabar dari mereka saja"


" Apa karena kau selalu bersamaku sehingga membuatmu di ikuti oleh pria itu, maafkan aku karena kau harus ikut terlibat dalam hal semacam ini"


" Ca, apa yang kau katakan, jangan bicara seperti itu, justru jika pria itu tidak mengikutiku aku yakin kita semua akan kesulitan untuk mencari petunjuk, sekarang jangan pikirkan apapun oke??? Biar para lelaki yang mengurus ini semua"


Disisi lain, Erica sudah sampai di Bandara, dia sangat bersyukur masih mendapatkan tiket penerbangan terakhir malam ini ke America. Kali ini Aditya tidak akan bisa menemukannya, karena pesawat akan berangkat kurang dari 1jam lagi.


****


Akhirnya sampailah mereka bertiga di rumah Erica, segera mereka masuk tetapi pagarnya tertutup. Randy dan Aditya keluar mobil untuk membuka pagar itu, Aditya mengumpat karena pagar dalam keadaan terkunci.


Randy memutuskan untuk memanjat pagar itu dan disusul Aditya, sedangkan Ariel menepikan mobilnya dan menyusul 2 sahabatnya yang masuk. Lagi-lagi pintu rumahnya terkunci, Randy dan juga Aditya mencoba mendobrak pintu itu dan mulai berkeliling untuk mencari Erica.


" Rumah ini sepertinya kosong Dit"


" Sialaan kemana perginya perempuan itu"


Mereka bertiga masuk ke dalam kamar Erica, dan disana tetap tidak ada siapapun, lemari pakaaiannya juga kosong, hanya meninggalkan beberappa pakaian. Tetapi Ariel menemukan sebuah ponsel dilaci, ponsel itu mati dan kemudian ia nyalakan.


" Ran, coba kau hubungi nomer yang tadi menelepon pria itu, ponselnya kau bawa kan??"


Randy kemudian memanggil nomor yang tadi sempat menghubungi pria itu dan benar saja ponsel yang dipegang Ariel berbunyi. Mereka bertiga sepakat jika memang Erica yang telah membayar pria itu untuk meneror Cahya.


" Lalu sekarang dimana kita harus mencari Erica??" Tanya Randy.


" Kita ke airport, aku yakin dia sudah mengetahui jika kita telah menangkap pria itu jadi dia memutuskan untuk ke luar negeri, itu yang sering dia lakukan jika dia sedang ada masalah, terakhir setelah aku mengakhiri hubungan dengannya dia pergi ke Perancis, mungkin dia akan kembali kesana"


Mereka bertiga akhirnya bergegas pergi menuju Bandara untuk mencari Erica. Randy mengecek semua jadwal penerbangan apakah masih ada penerbangan ke Perancis malam ini atau besok.


" Malam ini tidak ada penerbangan ke Perancis, aku rasa dia tidak akan kesana" Ucap Randy.


Ariel menyuruh Randy untuk mengecek penerbangan lainnya ke luar negeri. Randy terkejut jika malam ini ada penerbangan terakhir ke America, dan itu akan take off 20 menit lagi. Mereka bertiga mulai panik, karena perjalanan ke Bandara membutuhkan waktu paling cepat 30 menit.


Ariel mengemudikan mobilnya dengan kencang berharap mereka bisa sampai di bandara tepat waktu.


Akhirnya mereka sampai juga di bandara tetapi terlambat pesawat itu sudah berangkat beberapa menit yang lalu.


" Sial..... Erica ingatlah aku akan membalasmu suatu saat nanti" Gumam Aditya kesal.


Randy tidak menduga jika Erica bisa secerdik itu dalam memutuskan hal seperti ini dalam waktu singkat. Ariel mencoba menenangkan Aditya, dia tahu pasti sahabatnya itu merasa sangat kesal. Erica benar-benar perempuan yang tidak bisa diremehkan.


" Tidak ada yang bisa dilakukan lagi, sekarang ayo kita pulang, sekarang yang terpenting masalah ini sudah selesai, semoga tidak ada lagi teror yang menimpa Cahya setelah kepergian Erica" Ariel membawa Aditya untuk pergi. Akhirnya mereka kembali dengan penyesalan yang luar biasa tidak bisa menemukan Erica.


***


Setelah mengantar Randy, Ariel memutuskan untuk pergi mengantar Aditya sekaligus melihat keadaan Elea, Ariel juga tidak membiarkan Aditya mengemudikan mobil dalam keadaan seperti ini, dan membiarkan Randy besok yang membawa mobilnya pulang.


Sampailah mereka dirumah Aditya, sudah lewat tengah malam, rumah juga terlihat sepi, tetapi Tuan Harry turun dari tangga karena melihat putranya sudah pulang.


" Belum papa menunggu mu, dan Ariel sudah lama om tidak berjumpa denganmu" Tuan Harry bersalaman dengan Ariel.


" Bagaimana kabar om Harry?"


" Om sangat baik, apa gadis sahabat Cahya itu benar kekasihmu? Dia sangat cantik, kalian sangat cocok"


" Iya om, terima kasih atas pujiannya"


Kemudian tuan Harry menyuruh Ariel untuk menginap saja karena ini sudah larut. Lagipula Elea juga sudah tidur jadi tidak mungkin Ariel bisa membawanya pulang.


" Sudah Iel, bener kata Papa, lo tidur aja disini, kamar gue kosong, lo bisa pake" Ucap Aditya.


" Trus lo tidur dimana Dit?"


" Cahya minta pindah kamar, jadi terpaksa gue harus menurutinya, sekarang lo kesana aja, mandi dan gue akan ambilin baju gue buat lo ganti"


Aditya mengantar Ariel ke kamarnya yang lama lalu dia pergi untuk mengambilkan Ariel pakaiannya. Aditya melihat Cahya sudah tertidur dengan lelap, dia mendekatinya dan mencium keningnya.


" Maafkan aku sayang, kali ini aku telah gagal membawa orang yang sudah menyusahkanmu akhir-akhir ini"


Aditya mengambil pakaiannya dan keluar menuju kamar lama nya lalu memberikannya pada Ariel.


***


Aditya kembali ke kamarnya dan terkejut karena Cahya terbangun dan sedang duduk bersandar di tempat tidur.


" Hei, kenapa bangun, ini sudah larut kembalilah tidur, aku mandi dulu"


" Kau dari mana tadi sudah masuk kenapa keluar lagi, apa kau merasa lapat, aku akan siapkan makanan"


" Tidak usah, aku tidak lapar, dan tadi aku mengantar pakaian untuk Ariel, sudah terlalu larut jadi aku menyuruhnya untuk menginap saja"


Cahya menanyakan bagaimana hasil dari kegiatannya hari ini, tetapi Aditya menolak menjawab dan menyuruhnya untuk tidur, besok baru akan memberitahunya.


***


Keesokan harinya, Elea datang ke dapur dan melihat Cahya sedang memasak segera dia ikut membantunya.


" Ariel ada disini, apa kau sudah tau??"


" Dia disini?? Kapan datangnya, ini masih sangat pagi"


" Semalam Adit menyuruhnya menginap, karena dia mau menjemputmu dan kau sudah tidur, oh iya El aku harus membangunkan Adit dulu jarang sekali sih dia belum bangun jam segini, semalam dia datang sangat larut, kau selesaikan ini ya"


Cahya pergi ke kamar untuk membangunkan suaminya dan berpapasan dengan Ariel dan mengatakan jika Elea sedang berada didapur membuat sarapan lalu mengucap permisi karena harus membangunkan Aditya.


Cahya tersenyum melihat Aditya masih dengan lelapnya tertidur, biasanya justru dia yang bangun lebih awal daripada dirinya. Cahya meniup belakang telinga suaminya itu dan akhirnya berhasil membuatnya terbangun.


Aditya membuka matanya dan tersenyum melihat Cahya dan langsung menariknya lembut dan memeluknya.