SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 386



Mama Danist hanya menjawab pertanyaan polos Gienka dengan senyuman. Tetapi kemudian dia teringat jika Gienka sangatlah mudah menceritakan apapun kepada semua orang, dan akan berbahaya jika sampai Cucunya itu mengatakan hal ini kepada Elea, yang justru akan membuat keadaan semakin memburuk. Tetapi dia juga bingung bagaimana cara menjelaskannya pada Gienka.


"Gienka sayang...!!! Ummmm Oma boleh tidak meminta sesuatu pada Gienka?"


"Oma mau minta apa..??"


"Gienka jangan cerita pada Mama kalau tadi tante Anna mencium Papa Dan, oke??"


"Kenapa..???"


"Emmhhh... Gienka tahu kan kalau Papa Dan sekarang sakit dan masih bobok di dalam, Mama juga sedang sedih karena mengurus Papa Dan, jadi Gienka tidak boleh cerita pada Mama tentang tante Anna, janji???"


"Janji....!!!' Jawab Gienka dengan cepat.


"Cucu Oma memang pintar...!" Mama Danist mencium kepala cucunya itu.


Mama Danist mulai berpikir bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Brianna sangatlah tidak pantas dan berlebihan, seharusnya sebelum melakukan hal itu, Brianna bisa berpikir lebih dulu bahwa Danist sedang sakit, disana juga ada Gienka selain itu di awal kedatangan Brianna kesini dia sudah dengan jelas mengatakan dan memperkenalkan Elea sebagai istri Danist. Tetapi kenapa Brianna masih melakukan hal seperti itu. Dan semua pasti akan memburuk jika sampai Elea mengetahui hal ini, terlebih saat ini kondisi Danist sedang tidak baik. Mungkin nanti dia harus berbicara dengan Brianna agar jangan samlai melakukan hal diluar batas yang bisa mengancam ketenangan rumah tangga Elea dan Danist. Baginya sudah cukup Danist mengalami kesulitan banyak dalam hidupnya selama ini, jangan sampai kehadiran Brianna membuka luka lama Danist lagi.


Setelah selesai berbicara dengan Ibunya dan Adiknya, Cahya kembali lagi duduk disebelah Mama Danist. Cahya menyuruh agar Mama Danist menyusul Elea ke kamar mandi dan berganti pankaian, sementara dia akan menjaga Gienka disini. Mama Danist mengiyakan saran Cahya, dia memang merasa gerah sekali sejak kemarin dan butuh mandi serta mengganti pakaian. Gienka duduk disebelah Cahya dengan mengayunkan kedua kakinya. Anak itu terlihat lebih baik seperti sebelumnya, membuat Cahya sangat bersyukur.


"Gie....!!! Tadi onty Chika bilang di telepon bahwa dia memiliki mainan baru untukmu dan untuk Kyra" Ujar Cahya.


"Mainan balu?? Mainan apa...???"


"Istana boneka yang besar, onty Chika membeli 2, satu untuk Kyra dan satu lagi untuk Gienka, tapi mainannya sekarang ada di rumah onty Cahya, Gie mau kesana kan?? Ky dan Kyra juga akan pulang, ummmm Gie kan belum pernah datang ke rumah barunya onty Cahya dan uncle Adit, kita kesana ya nanti???"


"Lumah balu??? Apa ada kolam lenangnya juga?? Aku mau belrnang dengan Kyla dan Ky"


"Ada dong, nanti Gie bisa berenang bersama mereka, sekarang onty Chika sedang memasang rumah boneka nya bersama uncle Adri, habis ini kita pergi kesana! Oke???" Cahya mengancungkan jempolnya di depan Gienka.


Gienka tersenyum senang dan melompat ke lantai sambil berjingkrak-jingkrak kegirangan. "Asikkkk.....!!! Aku mau sekali ke lumah onty"


Elea akhirnya kembali dari kamar mandi dan sudah terlihat lebih segar. Gienka langsung berlari mendekati Elea dan bicah itu dengan perasaan gembiranya mengatakan jika dia akan pergi ke rumah baru Kyra dan Kyros dan akan berenang bersama mereka. Cahya pun meminta ijin Elea agar bisa membawa Gienka pulang, dan berjanji akan mengurus Gienka dengan baik sehingga Elea bisa fokus mengurus Danist disini sementara Mamanya bisa fokus juga mengurus Friddie. Gienka pasti akan merasa lebih baik jika bisa menghabiskan waktu bersama Kyra dan Kyros.


"Ca, terima kasih banyak, selama ini kau dan Adit selalu jadi yang terdepan membantuku dan Danist, kami bahkan tidak tahu harus bagaimana untuk bisa membalas kebaikan kalian berdua, kami sudah terlalu sering merepotkan kalian...!"Gumam Elea.


"Kau ini bicara apa sih El, kita sudah seperti keluarga, dan kita harus saling membantu, kau juga sering memambantu kami, jadi anggap saja ini impas hehehe, jangan khawatir, aku akan mengurus Gienka dengan baik, fokus saja pada kesehatan Danist"


Beberapa menit kemudian Aditya dan Papa Elra kembali dari kantin. Melihat Gienka yangsudah tidak sabar untuk bertemu dengan Kyros dan Kyra, Cahya mengajak Aditya untuk bisa segera membawanya dan Gienka pulang. Mereka pun berpamitan pada Elea, Mama Danist dan Papa Elea, serta meminta agar terus mengabari tentang perkembangan dari kondisi Danist.


Cahya dan Aditya berjalan menuju tempat parkir, sambil menggandeng Gienka. Cahya harus memberitahu Aditya agar mereka bisa langsung kembali ke apartemen tanpa mampir ke rumah, karena Adri dan Chika sudah menunggu mereka disana.


"Oh iya tadi Ibu menelepon, beliau saat ini sedang ada di rumah Mama bersama Chika dan Adri, Chika membawa hadiah untuk anak-anak juga untuk Gienka dan dia ingin sekali datang ke apartemen kita, jadi dia dan Adri saat ini membawa Ky dan Kyra pulang ke apartemen, meninggalkan Mama di supernova, kita jalan ke apartemen saja"


"Baiklah....! Kita pulang ke apartemen!"


★★★★★★


Sepeninggal Aditya dan Cahya, Elea kembali duduk dan terus berdoa untuk kesembuhan Danist. Dia berharap sekali agar Danist bisa segera sadar dan bisa melewati masa kritisnya. Permasalahan anak-anaknya sudah ditangani dengan baik, sehingga benar kata Cahya, bahwa saat ini dia memang harus berfokus pada Danist saja. Tiba-tiba saja Mama Danist memanggilnya dengan suara pelan.


Elea menoleh dan tersenyum kepada mertuanya itu. Mama Danist memegang jemari Elea dan meminta agar Elea tidak menceritakan kepada Danist jika Gienka sempat mengalami shock berat tentang kejadian kemarin dengan alasan agar Danist tidak memikirkan hal yang buruk dan berat. Tetapi sebenarnya bukan itu masalahnya, melainkan Mama Danist takut jika sampai Danist mendengar nama Brianna disebut itu akan menambah luka dan beban Danist nantinya.


Pintu ruang Icu terbuka dari dalam, seorang perawat keluar dari sana dan memanggil Elea. Dengan cepat Elea, Papanya dan Mama Danist berdiri menghampiri perawat itu. Elea berharap ini adalah kabar baik bukan kabar buruk yang akan membuatnya semakin menderita lagi. "Iya sus, bagaimana keadaan suami saya?? Apa dia baik-baik saja???" Tanya Elea dengan cepat.


"Pasien sudah sadar, anda bisa masuk dan melihatnya tetapi tolong jangan ajak dia bicara, karena kondisinya masih lemah, mari silakan" Ucap perawat itu.


Detik itu juga senyum dibibir Elea mengembang. Elea langsung memeluk mama mertuanya seraya mengucapkan syukur. "Ma, Danist sudah sadar....! Terima kasih Tuhan....!"


"Masuklah El, dan lihat kondisi suamimu" Ucap Mama Danist.


Elea kemudian masuk mengikuti perawat itu.