SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 321



Cahya menyuruh Yongki agar membersihkan diri di kamar tamu, sementara dia dan Aditya akan membawa anak-anaknya ke kamar mereka. Cahya tidak bisa memaksa Aditya, jika tidak nanti Aditya akan semakin marah. Lagipula kenapa juga orangtua Cyntia tidak pergi saja karena pasti hanya akan membuang waktu mereka saja, Aditya akan tetap bersikap sama, harusnya mereka menyerah saja. Terlebih lagi niat mereka sangat tidak baik dan semakin membuat Aditya semakin muak dengan mereka. Padahal seharusnya mereka bisa datang dengan niat yang lebib baik serta benar-benar menyesali perbuatan mereka kemarin juga perbuatan dari Cyntia.


Ditempat lain, Ariel datang ke kantor Aditya, bukan untuk menemui sahabatnya itu karena dia tau bahwa Aditya sedang tidak berada disana, tetapi tentu saja Ariel ingin menemui Maysa. Ternyata rencananya menyuruh Aditya untuk mengetahui lebih detail tentang Maysa sudah berhasil, dimana Aditya mendapatkan info bahwa sekretarisnya itu ternyata sekarang sedang sendiri dan baru putus dengan kekasihnya beberapa bulan yang lalu. Dengan kabar itu Ariel tentu akan berusaha keras untuk mendapatkan hati Maysa, bagaimanapun caranya dia harus berhasil. Ariel ingin mengenal Maysa lebih jauh lagi.


"Pak Ariel?? Mau ketemu pak Aditya ya??? Beliau sedang tidak berada di kantor sekarang" Maysa berdiri dan membungkukkan punggunggnya kepada Ariel.


"Aku tahu, Adit ada di kantor perkebunannya kan??? Aku datang kesini untuk bertemu denganmu!"


Maysa mengernyit. "Bertemu dengan saya??? Ada keperluan apa pak Ariel ingin menemui saya?? Apa ada hal penting?"


"Ya ada hal penting yang harus ku sampaikan padamu, aku ingin kau membalas pesan-pesanku jangan hanya membacanya lalu mengabaikannya, aku ingin lebih dekat denganmu jadi setidaknya beri aku kesempatan untuk mengenalmu lebih jauh lagi"


Maysa langsung terkejut mendengar ucapan Ariel yang terang-terangan di depannya. Lelaki itu tidak memperdulikan bahwa mereka kini sedang berada di kantor, beruntungnya meje kerja Maysa berbeda dengan staf lainnya sehingga pembicaraan itu tidak di dengar oleh orang lain. "Apa yang bapak katakan??? Kenapa membahas hal seperti ini disini?" Ucap Maysa, dia terlihat salah tingkah karena apa yang baru saja dikatakan Ariel padanya.


"Aku membahas disini karena kau tidak memberiku kesempatan berbicara lewat pesan pribadi, aku juga tidak tahu dilantai berapa apartemenmu, jadi aku datang kesini saja"


"Tetapi bapak harusnya tidak mengatakannya disini?"


"Sudah ku bilang tadi bahwa kau tidak memberiku kesempatan mengatakan lewat cara lain, oh iya aku tunggu kau di lobi apartemenmu jam 7 malam ini, aku mengajakmu makan malam bersamaku, jangan menolak atau aku akan memberitahu Aditya jika kau sudah berlaku tidak sopan padaku, ingat jam 7 malam, oke???" Aku permisi" Ariel kemudian meninggalkan meja Maysa dengan senyumnya.


Sementara Maysa hanya berdiri terpaku melihat kepergian Ariel. Dia tidak sempat menolak permintaan Ariel karena lelaki itu berlalu begitu saja. Maysa tidak menyangka jika Ariel bisa melakukan hal itu. Dia tidak membahas pesan Ariel bukan karena apa tetapi karena dia merasa tidak enak mengingat Ariel adalah sahabat dari atasannya juga karena takut akan ada pandangan negatif untuknya. Tetapi justru sikapnya itu sepertinya membuat Ariel proterls kepadanya.


Maysa bingung haruskah dia nanti malam menerima tawaran makan malam bersama Ariel. Tetapi dia juga takut jika menolaknya Ariel justru melaporkannya pada Aditya yang akan membuat penilain terhadap dirinya menjadi buruk.


****


Malam harinya, tepat jam 7 malam Ariel menunggu Maysa di lobi apartemennya. Karena Ariel juga memiliki apartemen disana, Ariel memutuskan akan bermalam disana juga tidak akan pulang ke rumahnya. Ariel tentu saja sudah menyiapkan makan malam special di salah satu restoran miliknya. Malam ini dia harus bisa meyakinkan Maysa agar bisa memberinya kesempatan untuk bisa mengisi kekosongan hati perempuan itu.


Hampir 30 menit Ariel menunggu tetapi Maysa tidak muncul juga. Ariel baru menyadari mungkin tadi dia terlalu berlebihan sehingga mungkin Maysa merasa tidak nyaman. Tetapi Ariel akan mencoba untuk menunggu lagi mungkin sampai 30 menit kemudian, jika memang tidak ada tanda-tanda kehadiran Maysa, baru dia akan kembali ke kamarnya.


Maysa berdiri di depan Ariel yang sibuk dengan ponselnya membuat lelaki itu terkejut. Maysa terlihat sangat cantik dengan dress warna merah yang dipakainya, dengan rambut di gerai dan make upnya yang sederhana. Ariel tersenyum lalu berdiri dan menyalaminya.


"Kau sangat cantik!" Puji Ariel.


Disisi lain, Cahya mengintip lewat jendela yang menghubungkan balkon depan dengan ruang keluarga, ini sudah malam tetapi kedua orangtua Cyntia masih tetap bertahan di depan villa Aditya. Sementara Aditya sama sekali tidak memperdulikan mereka dan malah menyibukkan dirinya bermain bersama si kembar di temani oleh Yongki yang membatalkan niatnya untuk pulang karena Cahya dan Aditya memaksanya untuk menginap dan kembali besok saja.


"Mereka masih disana" Gumam Cahya mendekati Aditya.


"Aku bilang biarkan saja, jika mereka mau menginap disana itu bukan urusan kita" Ucap Aditya.


"Iya Ca, biarkan saja, semakin malam udara akan semakin dingin mereka pasti akan menyerah dengan sendirinya" Sela Yongki kemudian.


"Baiklah, makan malam sudah siap, ayo turun dan kita makan"


*****


Ariel dan Maysa akhirnya sampai di restoran mewah milik Ariel. Ariel mengajak Maysa masuk karena dia sudah memesan meja untuk mereka. Tak lama makanan pun datang karena sebelumnya Ariel sudah meminta kepada manager restoran itu agar menyajikan menu unggulan disana saat dia datang nanti dan sekarang sudah disajikan sesuai dengan permintaan Ariel.


Ariel mempersilahkan Maysa untuk menikmati semua hidangan yang di sajikan. Maysa sejak tadi hanya diam, berpikir bahwa Ariel terlalu berlebihan melakukan ini padanya karena dia tidak terbiasa diperlakukan seperti ini. Tetapi lelaki itu sepertinya memiliki cara sendiri untuk memperlakukan perempuan.


Makanan pembuka sudah habis, mereka tinggal menunggu makanan utamanya datang. "May, apa kau suka makanan pembukanya??" Tanya Ariel.


"Suka pak, terima kasih atas jamuan makan malamnya!"


"Tidak perlu mengatakannya, oh iya soal perkataanku sore tadi, aku mengatakan yang sebenarnya jadi ku harap kau mempertimbangkannya dan memberiku kesempatan untuk bisa mengenalmu lebih dekat lagi, aku tahu ini pasti terlalu cepat dan membuatmu merasa tidak nyaman tetapi percayalah aku serius mengatakannya"


"Bagaimana bisa bapak menyukai saya?"


"Tidak ada alasan untuk menyukai seseorang, aku sendiri tidak tahu hanya saja aku menyukaimu itu saja, kau mau kan memberiku kesempatan itu?"


Maysa terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa, mengingat Ariel sudah pernah menikah sebelumnya dan pernikahan lelaki itu gagal karena perselingkuhannya dengan wanita lain, lalu bagaimana bisa dia menerima lelaki seperti itu. Jika tentang kebaikan, Ariel selama ini memang sangat baik tetapi masalalu Ariel membuat Maysa meragu, dia takut dikecewakan lagi oleh laki-laki. Mengingat hubungan terakhirnya kemarin sangatlah buruk, kekasihnya malah memanfaatkannya, sering meminta uang padanya dan berperilaku buruk serta sering menghabiskan waktu untuk mabuk-mabukan, jika keinginanya tidak dipenuhi, dia akan menjadi korban pelampiasan kemarahan lelaki itu. Dan sekarang Ariel mendekatinya, tetapi Maysa tidak bisa begitu saja melupakan apa yang pernah dilakukan Ariel kepada mantan istrinya dulu, sebagai seorang wanita tentu dia mengharapkan mendapatkan pasangan yang benar-benar tulus mencintainya dan bisa memperlakukannya dengan baik.


Ariel menatap ke Maysa dengan hati berdebar dan jantungnya berdetak lebih cepat menunggu jawaban dari Maysa, apakah perempuan itu mau memberinya kesempatan atau tidak agar bisa mengenalnya lebib dekat lagi.