SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 186



"Kau tidak ingin dibantu baby sitter untuk membantumu merawat anak-anak??"


"Tidak sayang, aku tidak memerlukannya, aku bisa mengatasi semuanya, Mama juga ada menemaniku, ibu juga sering kesini"


Cahya masuk ke kamar mandi dan meninggalkan Aditya dan kedua bayinya untuk pergi mandi. Aditya kembali bermain dengan kedua bayinya.


Disisi lain, Elea dibantu oleh Chika membawa masuk ke rumah semua barang pemberian Ariel. Elea kembali keluar untuk menemui Danist melanjutkan obrolan mereka. Elea hampir lupa menanyakan pada Danist tentang pria tua yang mereka temui saat dipernikahan Randy dan Chitra beberapa waktu yang lalu. Mengingat pria itu mengenal Danist dan juga sepertinya mengenal Mama Danist tetapi saat itu Danist juga menyebut namanya pada pria itu seolah pria iti mengenal dirinya.


"Aku belum sempat bertanya padamu, saat di pernikahan Randy kita kan sempat bertemu dengan seorang pria, memangnya dia siapa? Bahkan saat itu kau malah mengatakan apakah pria itu sedang ingin bertemu denganku, padahal aku tidak mengenalnya"


"Kau benar-benar tidak mengenalnya? Dia itu Ayahnya Ariel mantan mertuamu, bagaimana bisa kau tidak mengenalnya"


"Ayah Ariel?? Orang yang kau ceritakan bahwa dia yang datang ke kantor dan mencariku?"


"Iya dia orang yang sama yang datang ke kantor mencarimu"


"Ariel tidak pernah mengenalkan aku padanya, entah kenapa bahkan dia juga tidak pernah mengatakan apapun padanya, hanya bercerita jika Mama nya sudah meninggal ya itu saja"


Karena hari sudah senja Danist pun pulang dan hatinya dilingkupi perasaan campur aduk mengingat kedatangan Ariel tadi. Danist melihat Ariel bisa memberikan segala nya pada Elea, dia mulai berpikir apakah jika dia mengatakan perasaannya pada Elea nanti dan Elea menerimanya akankah dia bisa memberikan seperti apa yang diberikan Ariel pada Elea. Penampilan Ariel begitu sempurna dari segala sisi, Danist mulai merasa cemas dengan keadaannya.


****


Cahya membereskan mainan Kyros dan Kyra yang tergeletak di atas tempat tidurnya setelah Aditya menghabiskan waktunya bermain dengan mereka. Kini kedua bayi itu sudah tidur dengan nyenyaknya dikamar mereka. Aditya menyandarkan kepalanya disofa sambil menyalakan televisi merasa sangat lelah dan mengantuk.


Setelah membereskan tempat tidurnya, Cahya masuk ke kamar kedua bayi nya dan mengecek mereka sebelum dia pergi untuk tidur. Saat keluar dari kamar Kyros dan Kyra, Cahya dikejutkan karena televisi itu justru menonton Aditya yang tertidur disana. Perlahan dia menggoyangkan badan Aditya untuk membangunkannya dan menyuruhnya untuk pindag ke tempat tidur.


Aditya membuka matanya perlahan lalu bangun dan langsung membaringkan badannya ditempat tidur. Cahya hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan suaminya itu lalu menyelimutinya dan pergi ke kamar ganti untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.


Sayup-sayup Cahya mendengar ponselnya berbunyi, bergegas dia memakai gaun tidurnya dan langsung berjalan ke arah ponselnya yang tergeletak dimeja riasnya. Senyum Cahya tersungging dibibirnya melihat siapa yang menghubungi nya, dia pun langsung mengangkatnya dengan penuh semangat.


"Hallo, ini siapa ya?" Tanya Cahya sambil menahan tawanya.


"Jangan bercanda, atau aku akan menyentil keningmu, bagaimana kabarmu dan keponakanku?"


"Hahaha, Well kau ini paman macam apa, setelah sekian lama kau baru menghubungiku, kupikir kau sudah melupakan adikmu ini"


"Mana mungkin aku melupakanmu, jangan banyak protes kau sudah tahu kan aku bertugas dimana, aku sudah membawa banyak hadiah untuk kedua keponakanku, besok aku akan datang kesana bersama Ayah dan Ibu" Ucap Yongki bersemangat.


"Benarkah? Apa kakak sudah pulang? Jahat sekali kenapa tidak memberitahuku"


"Aku baru datang semalam dan baru sempat menghubungimu, salam untuk Adit ya"


"Oke.... Salam juga untuk paman dan bibi" Cahya menutup teleponnya sambil terus tersenyum, karena kakak sepupunya itu akan datang menemuinya dan kedua bayinya. Setelah berbulan-bulan terpisah dan Yongki sangat sulit dihubungi, akhirnya dia menelepon juga bahkan mau datang. Cahya merasa sangat senang, besok dia akan memberitahu Aditya dan keluarga yang lainnya bahwa Yongki akan datang.


****


Cahya dan Aditya turun untuk sarapan sambil menggendong bayi mereka. Mereka langsung menaruh bayinya di stroller dan duduk di kursi lalu sarapan bersama yang lainnya.


"Benarkah? Jam berapa mereka akan datang?" Tanya mertuanya.


"Entahlah Ma, mungkin siang nanti"


"Aku ada meeting pagi ini, kalau mereka datang kau hubungi aku ya, aku akan pulang" Ucap Aditya.


Cahya mengangguk dan mereka semua melanjutkan menyantap sarapannya.


*****


Dan untuk menyambut kedatangan keluarga Yongki, Mama Aditya sudah menyuruh Art nya untuk menyiapkan aneka masakan. Cahya menghabiskan waktunya bermain bersama kedua bayinya ditemani oleh sang Mama Mertua di gazebo halaman belakang rumah mereka. Kyros dan Kyra sangat senang jika melihat boneka yang digerakkan dihadapan mereka, mereka berdua akan langsung tertawa melihatnya.


Cahya sangat menikmati peran sebagai seorang ibu dari kedua bayinya yang begitu menggemaskan. Walaupun dia terkadang merasa sangat lelah tetapi lelahnya itu akan hilang jika melihat Kyros dan Kyra dihadapannya. Berkali-kali Aditya selalu menawarinya untuk mencari baby sitter tetapi Cahya selalu menolaknya karena dia tidak ingin melewatkan satu moment pun melihat perkembangan kedua bayinya. Dulu dia begitu sibuk dengan pekerjaannya hingga baginya tidak ada waktu untuk mencari pacar atau kekasih tetapi Tuhan ternyata sudah menyiapkan seorang laki-laki yang begitu baik dan sangat mencintainya. Kini Cahya disibukkan dengan mengurus bayinya dan keluarganya hingga tidak ada waktu untuk memikirkan tentang bekerja lagi seperti dulu.


Suara bel terdengar dan seperti nya tamu yang sudah mereka tunggu sejak tadi sudah datang. Cahya dan Mama mertuanya beranjak dari halaman belakang dan berjalan menuju ruang tamu sambil menggendong Kyra dan Kyros.


Melihat kedatangan Kakak sepupunya serta Paman dan Bibi nya, senyum bahagia Cahya langsung tersungging dibibirnya dan langsung menyapa mereka. Yongki langsung memeluk Cahya yang sedang menggendong Kyros dan kemudian mendaratkan ciuman dipipi keponakan laki-lakinya itu dengan lembut lalu bergantian mencium dan mencubit lembut pipi Kyra.


"Ya Tuhan merwka sangat lucu sekali, bolekah aku menggendongnya?" Tanya Yongki, Cahya langsung memberikan Kyros kepada kakaknya itu, sedangkan Kyra digendong oleh Bibi nya.


"Mari silakan masuk" Ucap Mama Aditya mempersilahkan mereka untuk duduk.


"Ca, pertama kali aku melihat foto kedua keponakanku ini, aku langsung berpikir bahwa sepertinya mereka ini bukan anakmu tetapi anak Adit, lihatlah wajah mereka sangat mirip dengan Papa nya haha"


Mendengar ucapan Yongki, Cahya langsung mencubit pinggang kakaknya itu membuat Yongki seketika berteriak.


"Auuuwww, sakit Ca, kenapa kau mencubitku?"


"Kakak sembarangan saja bilang mereka bukan anakku, aku yang mengandung mereka 9 bulan lebih dan kakak malah berbicara seperti itu, mereka juga anak Adit, memangnya aku akan mengandung anak siapa kalau bukan anak Adit, kakak ini!" Gerutu Cahya kesal yang langsung diikuti oleh tawa semua orang yang ada diruang tamu itu.


"Lihatlah, ibumu sangat galak dan jika dia marah seperti itu dia seperti nenek sihir, nanti kau jangan sampai membuatnya kesal atau marah jika itu kau lakukan ibumu ini pasti akan menggigit pipimu" Gumam Yongki dihadapan wajah Kyros yang digendongnya.


"Ki, berikan Kyros pada Ayah, Ayah juga ingin menggendong cucu ayah" Pinta Ayah Yongki, Yongki pun langsung memberikan Kyros pada sang Ayah.


Cahya lalu mengajak kakak sepupu nya itu untuk ke halaman belakang dan akan menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Yongki dan Cahya pun meninggalkan ruang tamu dan berjalan ke halaman belakang. Cahya dan Yongki duduk di sofa yang terletak diujung taman sambil menikmati pemandangan disana.


"Bagaimana kabar kakak? Ku lihat badan kakak sedikit menghitam, apakah disana panas?"


Yongki melempar senyum "Bukan panas lagi tapi panas sekali, Adit dikantor ya?"


"Iya dia ada meeting tetapi setelah selesai dia akan langsung pulang untuk bertemu denganmu, ngomong-ngomong bagaimana hubungan kakak dengan Olivia?"


Yongki sedikit membungkukkan badannya dan menggabungkan kedua jemarinya lalu menaruhnya dibawah dagu nya sambil menatap kedepan. "Kami memutuskan untuk tidak melanjutkannya" Gumamnya pelan.


"Apa?? Jadi kalian sudah putus? Kenapa bisa begitu?"