SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 162



Pandangan Ariel semakin menajam dan penuh kemarahan kepada ayahnya seakan ingin menghabisi pria tua itu. Dan senyum mengejek Ayahnya masih tersungging dibibirnya membuat Ariel semakin marah.


"Kau memupuk rasa bencimu pada Ayahmu ini selama bertahun-tahun, mengatakan bahwa Ayah adalah pria penghancur kehidupan Mamamu dan umpatan-umpatanmu yang lainnya selama ini, Ayah dengan ikhlas menerimanya karena Ayah tahu bahwa Ayah memang telah melakukan kesalahan besar dalam hidup Ayah karena menyakitimu dan Mamamu tapi kau lupa nak, bahwa kau kemarin juga melakukan hal yang sama pada Elea istrimu" Ucap Ayahnya.


Seketika itu Ariel langsung melepaskan tarikannya pada kemeja sang Ayah. Ayah Ariel memundurkan langkahnya dan duduk dikursi menatap sang anak dengan tatapan yang dalam seolah ingin menyadarkannya saat ini juga. Melihat sikap Ariel selama ini yang terus menyalahkannya tanpa mau tahu bahwa sebenarnya dia juga telah melakukan kesalahan yang besar.


"Ayah menerima semua kemarahanmu selama ini, bahkan Ayah juga menerima bagaimana perlakuanmu terhadap Ayah saat dipernikahanmu, kau mengabaikan Ayah bahkan kau juga tidak mengenalkan Ayah dengan istrimu dan keluarganya saat itu, Ayah menerimanya, tetapi Ayah sangat bahagia karena kau telah menemukan perempuan pilihanmu dengan sangat baik, walaupun Ayah hanya melihat Elea dari jauh tetapi Ayah tahu dia adalah perempuan yang sangat baik, dari cara dia menatapmu dia sangat mencintaimu tetapi kenapa kau melukai hatinya? Kenapa kau melakukan kesalahan yang sama yang pernah Ayah lakukan???"


Ariel hanya diam tidak mengatakan sepatah katapun pada Ayahnya. Kali ini Ariel benar-benar tidak bisa membantah perkataan Ayahnya. Kini Ariel benar-benar tertampar oleh perilakunya sendiri, dia selama ini membenci Ayahnya karena sikap buruk Ayahnya dulu dan sekarang dia justru melakukan kesalahan yang sama.


"Iel, berhentilah bersikap egois, Ayah tidak bermaksud menertawakanmu Ayah hanya ingin kau sadar dan berhentilah bersikap seperti ini, oke kau sudah berpisah dengan istrimu itu urusan rumah tanggamu tetapi jangan sampai nanti kau melakukan hal serupa jika kau sudah menikah lagi, bersikaplah bijak nak, Tuhan telah memberikanmu semua yang kau inginkan setidaknya ubah cara berpikirmu, ubah sikapmu dan jadilah orang yang lebih baik, Ayah tidak menuntut maaf darimu itu hak mu mau membenci Ayah selamanya silakan"


Ayah Ariel berdiri dari duduknya dan pergi keluar meninggalkan putranya itu. Ariel tertunduk lemas dan mulai menangis, kali ini sepertinya Tuhan telah benar-benar menghantam nuraninya yang paling dalam. Ayahnya benar mungkin saat ini Mamanya merasa sangat malu akibat sikap dan perbuatannya.


"Ma, maafkan Iel Ma....!" Tangis Ariel pecah sambil memeluk frame berisi fotonya dan Mamanya.


****


Beberapa hari kemudian......


Cahya dan Aditya sedang menikmati matahari pagi dihalaman belakang bersama Kyros dan Kyra. Kini mereka memiliki spot baru dirumahnya untuk bersantai bersama keluarga. Terlebih hari ini adalah hari libur yang harus Aditya manfaatkan dengan baik bersama dengan Cahya dan kedua bayi mereka.


Cahya datang membawa jus untuk Aditya yang sedang duduk menunggui Kyros dan Kyra yang sedang berjemur. Aditya mengambil jus nya dan meminumnya, Cahya duduk disebelahnya.


"Aku kangen Elea, kapan kau akan membawaku menemuinya? Dia juga sangat merindukan Kyros dan Kyra"


"Aku masih ada kesibukan dikantor akhir-akhir ini, aku usahakan akhir bulan ini sudah beres semuanya setelah itu kita akan pergi kesana"


"Akhir bulan itu masih 2 minggu lagi, astaga lama sekali, tapi ya sudahlah, oh iya btw aku selalu lupa ingin menanyakan ini padamu, apa saat kau bercerita tentang permasalahan Elea dan Ariel pada om Andi, kau membahas tentang kehamilan Elea?"


Aditya menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak mengatakan tentang itu lagipula itu kan privasi Elea yang memang harus dijaga"


"Syukurlah, oh iya besok aku harus ke rumah sakit untuk berkonsultasi dengan dokter tentang KB apa yang harus kupakai, kalau kau sibuk aku akan meminta supir untuk mengantarku"


"Berkonsultasi tentang KB memangnya kau sudah bersih?" Tanya Aditya sambil tersenyum.


"Kau ini, tentu saja belum, tetapi aku harus memulainya lebih awal"


****


Kondisi Ariel semakin membaik, hari ini dia berencana untuk datang ke apartment nya dan mengambil pakaiannya. Ariel memutuskan untuk tinggal dirumahnya, setidaknya suasana rumah membuatnya menjadi lebih baik walaupun dia masih tidak mau berbicara dengan Ayahnya. Ucapan Ayahnya beberapa waktu yang lalu telah menyadarkannya bahwa dia juga telah melakukan kesalahan.


Kini Ariel akan memulai semua kehidupannya dari awal lagi tanpa embel-embel ingatan masalalu nya baik itu tentang Elea ataupun Viona. Ariel sadar perbuatan buruknya pada Elea pasti sangat menyakiti hati perempuan itu dan Ariel memutuskan untuk tidak lagi mengganggu Elea tetapi jika ada kesempatan nantinya dia akan meminta maaf kepada Elea dan keluarganya, tetapi bukan saat ini karena dia harus menyiapkan hatinya dan menenangkan dirinya.


Mengenai Viona, Ariel tidak ingin mengingatnya lagi, perempuan itu telah menghancurkan hidupnya bahkan hampir saja dia kehilangan nyawa karena ulah Viona. Saat ini Ariel tidak ingin menyalahkan siapapun selain dirinya sendiri itu sebabnya dia akan memulai memperbaiki hidupnya. Berharap Tuhan dan Mamanya mau memaafkan semua perbuatan buruknya menyakiti orang lain.


Ariel diantar oleh supir menuju ke apartmentnya untuk mengambil pakaian dan barang-barangnya. Ariel masuk ke apartmentnya diikuti oleh 2 asisten Ayahnya untuk membantunya mengemasi barangnya.


"Masukkan pakainku yang dari lemari ke dalam koper, sedangkan masukkan pakaian yang kotor ke dalam tas yang lainnya, aku akan mengemasi berkas pekerjaanku, jika semua sudah beres bawa pulang bersama supir karena aku akan pulang sendiri, mobilku ada disini" Ucap Ariel.


"Baik Tuan!"


Ariel masuk ke ruang kerja nya memulainya dengan memasukkan semua berkas-berkas dan file pekerjaannya, sedangkan kedua tangan kanan Ayahnya itu mengemasi pakaian serta sepatunya yang ada dilemari kamarnya.


Hingga akhirnya semua pakaian dan barang milik Ariel yang ada dikamarnya sudah selesai dikemas oleh Norman dan Edi. Mereka lalu mengambil pakaian kotor milik Ariel yang ada di kamar mandi dan memasukkannya ke dalam tas. Setelah semua siap, mereka membawanya keluar kamar lalu Norman menemui Ariel yang sedang sibuk diruang kerjanya.


"Tuan, semua pakaian Tuan sudah kami bereskan, kami akan membawanya pulang, apa Tuan tidak apa-apa kami tinggal sendiri??" Tanya Norman.


"Pergilah dan bawa ini juga, aku akan menyusul pulang" Ariel memberikan Kardus berisi map dan berkas-berkas kantornya.


Edy masuk membawa jaket Ariel yang ada di atas sofa.


"Tuan, ini jaket Tuan, saya menemukannya diatas sofa, ini bersih atau kotor? Agar bisa saya pisahkan?"


"Itu kotor aku sudah memakainya masukkan saja ke tas yang berisi pakaian kotor yang lainnya dan nanti suruh pelayan untuk mencucinya"


Edi menganggukkan kepalanya dan membalikkan badannya keluar dari ruang kerja Ariel. Beberapa detik kemudian Ariel mengingat sesuatu tentang jaket itu, itu jaket yang dipakainya saat datang ke apartment lamanya dan didalam jaket itu ada amplop yang dia temukan disana. Ariel pun langsung keluar dan memanggil Edi.


"Edi tunggu, bawa jaket itu kemari"


Edi memberika jaket itu pada Ariel, dan Ariel langsung mengorek saku jaket itu satu persatu dan akhirnya menemukan Amplop didalamnya. Dia pun mengambilnya lalu menyuruh Norman dan Edi untuk pulang membawa barangnya. Ariel duduk disofa dan mulai membuka amplop itu, dia menemukan sebuah kertas didalamnya dan mengambilnya lalu membukanya.