SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Cheryl Menginap



Cheryl menatap Aditya sambil tersenyum dan kedinginan, dia juga melirik Cahya dan menganggukkan kepalanya.


"Mobilku sedang mogok didekat sini, hari sudah malam jadi ku putuskan untuk kesini saja meminta bantuanmu, tapi kau tidak ada dirumah, aku menghubungimu juga tidak tersambung"


" Tentu saja tidak tersambung, tadi siang aku memblock nomormu" Gumam Aditya dalam hati.


" Armand, bisakah kau mengantarku ke penginapan atau hotel didekat sini, aku akan mengurus mobilku besok, maaf"


Cahya hanya diam dan berpikir ini sudah terlalu malam, suaminya juga pasti sangat lelah dan ya tidak mungkin dia membiarkannya pergi bersama perempuan lain tetapi dia juga merasa kasihan kepada Cheryl yang basah kuyup serta kedinginan.


" Cheryl, ini kunci mobilku kau bawa saja, didekat danau ada banyak hotel carilah disana" Ucap Aditya.


" Kita suruh saja dia menginap disini, ini sudah larut dan dia sangat kedinginan" Bisik Cahya pada Aditya. Aditya ingin menolak permintaan Cahya tetapi juga membenarkannya, tidak bagus juga jika membiarkan perempuan pergi sendirian apalagi Cheryl sepertinya kedinginan.


" Cheryl, masuklah kau menginap saja disini, biar besok Aditya membantumu mengurus mobilmu" Ujar Cahya dan menyuruh Aditya untuk membawa semua belanjaan masuk.


Cahya mengantar Cheryl ke kamar tamu dan menyuruhnya untuk mandi agar tidak sakit, serta akan mengambilkan pakaian miliknya agar bisa digunakan Cheryl. Cahya melihat Aditya sedang memilah belanjaan untuk dimasukkan ke kulkas.


" Terima kasih suamiku sayang, kau sudah membantuku setelah beres segeralah beristirahat kau harus bekerja besok, buat dirimu nyaman, aku akan menyiapkan pakaian tidurmu sekalian aku akan membawakan pakaian untuk Cheryl"


" Sudah selesai, dan cepatlah mengambilkannya pakaian dan taruh saja didalam kamarnya, lalu kau segera kembali ke kamar kita dan kita tidur, kau tadi terlihat sangat lelah" Ucap Aditya dan berdiri, seluruh belanjaan seperti buah sayur sudah dia masukkan ke dalam kulkas.


Cahya segera bergegas dan mengambil pakaiannya lalu kembali membawa ke kamar tamu. Pakaian itu diletakkan saja diatas tempat tidur, Cahya menutup pintunya dan kembali ke kamarnya.


Aditya sudah berganti pakaian dan sudah naik keatas ranjang, dan menyuruh Cahya untuk mengunci pintu serta segera berganti pakaian juga.


****


Suara ketukan pintu kamar membuat Cahya membuka matanya, terdengar juga suara Cheryl memanggil namanya. Cahya ingin bangkit dari tempat tidur dan melepaskan pelukan suaminya tetapi Aditya justru menahannya dengan mempererat pelukannya pada Cahya.


" Kau mau kemana, biarkan saja ini waktunya orang tidur, sudah kita tidur lagi"


" Tapi???"


" Abaikan saja, sudah kembalilah tidur"


Karena Aditya tidak mau melepaskan pelukannya, Cahya terpaksa tidak memperdulikan panggilan Cheryl. Lagipula kenapa Cheryl mengetuk pintu kamarnya padahal ini sudah sangat larut, kenapa tidak tidur saja pikir Cahya. Mungkin karena tidak dibukakan pintu akhirnya Cheryl menyerah dan tidak lagi mengetuk pintu.


Keesokan harinya, seperti biasa Cahya menyiapkan sarapan untuk suaminya, Cheryl datang menghampirinya. " Good Morning Cahya" Sapa Cheryl.


" Morning Cheryl, bagaimana tidurmu semalam??"


" Aku tidur sangat nyenyak, terima kasih, dan semalam aku mengetuk pintumu tapi tidak ada jawaban mungkin kalian berdua tidur nyenyak"


Cahya terdiam, sebenarnya semalam dia bangun tapi Aditya melarangnya untuk membukakan pintu. " Kau mengetuk pintu kamarku, maaf aku sepertinya terlelap, dan kenapa kau mengetuknya apa kau perlu sesuatu?"


" Semalam aku ingin membuat teh tetapi tidak menemukannya jadi aku ingin bertanya padamu dimana kau menaruh tehnya, tetapi kau tidak bangun ya sudah, aku juga salah harusnya tidak menganggu tidurmu dan Aditya, maafkan aku"


Aditya keluar dari kamar dan sudah siap untuk berangkat, dia menuju ruang makan untuk sarapan. Cahya tersenyum melihatnya dan menyuruhnya untuk duduk lalu menyiapkan sarapan untuknya. Cahya juga menyuruh Cheryl untuk duduk dan sarapan bersama.


" Sudah sudah, bisakah hari ini aku menumpang mobilmu untuk menuju apartemenku?"


" Oke tidak masalah"


Setelah sarapan, Cheryl masuk ke kamar untuk berkemas, sedangkan Aditya membisikkan sesuatu pada istrinya, awalnya Cahya menolak tetapi Aditya memaksanya untuk melakukan hal yang diperintahkannya. Mau tidak mau Cahya menuruti kemauan suaminya.


Aditya sedang menunggu Cheryl didepan rumah, dan akhirnya Cheryl keluar. Saat Aditya ingin masuk ke dalam mobil Cahya berteriak dari dalam. " Tunggu sayang, semalam saat berbelanja aku lupa membeli cokelat dan keju faforitku, aku sangat menginginkannya bisakah aku ikut nanti aku akan pulang naik kereta saja tidak apa-apa" Ucap Cahya dan mendapat persetujuan Aditya.


Aditya membukakan pintu mobil untuk Cahya, dan akhirmya mereka berdua masuk dan duduk dibelakang, Cheryl duduk disebelah supir. Tujuan pertama adalah mengantar Cheryl lebih dulu baru ke kantor Aditya, setelah itu Aditya menyuruh Roland supirmya untuk mengantar Cahya berbelanja lalu kembali mengantarnya pulang karena tidak tega jika istrinya harus pulang naik kereta.


Akhirnya sampai juga di apartemen, Cheryl turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih. Dari kejauhan Aditya melihat seseorang yang dikenalnya, dia juga akhirnya turun dari mobil dan memanggil orang itu.


" Rama.....!!!" Teriak Aditya.


Dan orang yang bernama Rama itu melihat kearah Aditya dan mengajak istrinya untuk menghampirinya.


" Armand? Kau ada disini?? Apa kabar?" Tanya Rama.


" Aku baik, aku ada pekerjaan disini yang mengharuskan sementara untuk tinggal disini, kau sekarang tinggal disini Ram?"


" Tidak, aku kesini karena tante istriku sedang sakit jadi kami mengunjungi, dan pagi ini kami akan kembali ke London" Jelas Rama.


Aditya kemudian memanggil Cahya dan menyuruhnya untuk turun dari mobil lalu memperkenalkan Cahya pada Rama.


" Sayang, ini Rama dia teman kuliahku dulu di London dia menikah dengan orang sana jadi memutuskan untuk tinggal disana"


Cahya kemudian bersalaman dengan Rama dan juga istrinya yang sedang memnggendong Bayi mereka.


" Oh ini teman kuliahmu, berarti dia kenal juga dengan Cheryl"


" Cheryl???" Tanya Rama dengan nada seolah tidak percaya.


" Iya Cheryl kami mengantarnya karena semalam dia menginap dirumah kami, itu dia sedang berjalan masuk" Ucap Cahya lalu berteriak memanggil Cheryl dan seketika Cheryl menengok ke belakang tetapi kemudian langsung cepat cepat masuk kedalam. Aditya dan Cahya merasa bingung kenapa Cheryl justru masuk bukannya kembali dan menyapa Rama, yang Aditya tahu dia juga mengenal Rama.


Disisi lain Rama merasa terkejut melihat Cheryl, tadi Cahya mengatakan jika Cheryl menginap dirumahnya. Rama ingin mengatakan sesuatu pada Aditya tetapi kemudian bayinya menangis dan istrinya mengajaknya untuk segera pergi. Rama mengucapkan permisi pada Cahya dan Aditya lalu pergi meninggalkan mereka.


Aditya dan Cahya kembali masuk ke mobil, kali ini Aditya meminta Roland untuk membawanya ke sebuah hotel. Aditya ingin membawa Cahya kesana untuk menunggunya sampai pulang kantor dia tidak ingin Cheryl datang lagi ke rumahnya saat dia tidak dirumah.


" Kenapa tadi Cheryl langsung masuk padahal tadi kau melambaikan tangan dan menyuruhnya untuk kembali agar dia juga bertemu dengan Rama" Tanya Aditya.


" Mungkin dia buru-buru sayang, jadi dia tidak kembali saat kita panggil, oh iya kalau kita menginap dihotel bagaimana dengan pakaian kita, aku tidak sempat membawa pakaian untukmu dan juga untukku"


" Tenanglah nanti kita bisa membelinya"


****


Saat masuk ke kamarnya, Cheryl merasa sangat kesal kenapa bisa teman kuliahnya itu ada disini, bisa gawat jika sampai dia menceritakan tentangnya kepada Aditya. Tapi Cheryl pikir dia belum sempat mengatakan apapun, karena tadi saat dia masuk, dia sempat memantau bahwa si Rama langsung pergi sesaat setelah melihat dirinya masuk ke dalam.