SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 275



Keesokan harinya, ibu Cahya dan juga Chika datang untuk menemui Cahya, Aditya juga Kyra dan Kyros. Kerinduan Ibu Cahya begitu besar karena hampir 2 bulan dia tidak melihat dan bertemu anak, menantu serta kedua cucu kembarnya. Dia tidak datang dengan tangan kosong melainkan membawa aneka masakan yang dibuatnya khusus untuk mereka.


Kamar Aditya dan Cahya di ketuk oleh asisten rumah tangganya dan mengatakan jika ibu Cahya datang bersama dengan Chika. Dengan sigap Cahya melompat dari tempat tidurnya dan menggendong Kyros membawa bayi itu turun ke lantai satu, dimana Ibjnya dan Chika sudah menunggu mereka. Aditya juga membawa Kyra turun menemui ibu mertuanya.


"Ibu....!!! Aku rindu sekali" Seru Cahya dan langsung memeluk ibunya.


"Ibu juga merindukanmu, ahhh apa kabar cucu nenek yang ganteng ini? Ca, ini ada makanan untuk makan siang bawa ke dapur, ibu akan menggendong Kyros"


Cahya mengambil makanan dari ibunya lalu memberikan putranya itu kepada ibunya. Aditya yang baru turun langsung menyalami ibu mertuanya dan menanyakan tentang kabarnya setelah itu mempersilahkannya untuk duduk. Sementara Chika meminta kepada Aditya untuk menggendong Kyra.


"Ibu senang kalian sudah kembali, ibu sangat merindukan Kyros dan Kyra" Ucap Ibu Cahya.


"Iya bu, aku harus kembali karena disini Papa cukup kesulitan mengurus semuanya sendirian dan perusahaan juga semakin besar, lalu bagaimana dengan usaha cathering ibu? Apa semuanya lancar?"


"Alhamdulillah suanya sangat lancar, sudah banyak yang menjadi pelanggan tetap dan bahkan sudah bekerja sama dengan beberapa wo dan yang lainnya, semua berkat bantuanmu, ibu sangat berterima kasih kepadamu Dit"


"Kenapa harus berterima kasih, aku adalah putra ibu sudah menjadi kewajibanku melakukannya, oh iya jika ibu berkenan bisakah nanti kita pergi kesana? Aku ingin melihat aktifitas disana, bolehkan???"


"Tentu saja, kau boleh datang kapan saja" Ujar Ibu Cahya senang.


Aditya merasa bahagia karena dia bisa membuatkan usaha untuk ibu mertuanya. Mengingat ibu mertuanya itu terbiasa melakukan aktifitas sebelumnya sekaligus Aditya juga ingin memanfaatkan tanah bekas rumah yang dulu terbakar. Satu-satunya harta peninggalan dari alm. Ayah mertuanya untuk keluarga Cahya. Aditya berharap itu bisa menjadi sumber penghasilannuntuk ibu mertuanya walaupun ia tahu bahwa sebenarnya dia sendiri bisa membiayai kebutuhan ibu mertuanya itu tetapi tidak mengurangi rasa hormatnya, Aditya memilih untuk membangunkan usaha lagi untuk ibu mertuanya yang dulu sudah bersusah payah menghidupi dan membesarkan Cahya istrinya dengan sangat baik.


Jika melihat lagi ke belakang, Aditya merasa sangat bersyukur Ibu mertuanya itu bisa segera diselamatkan saat kebakaran itu terjadi. Aditya sendiri terkadang masih tidak percaya jika dalang dari semua itu adalah seorang perempuan yang isi kepalanya dipenuhi dengan kedengkian serta kegilaan yang diluar nalar. Dan Cyntia juga sudah mendapatkan hukuman atas semua kejahatannya.


Aditya berharap semoga apa yang dilakukan ibu mertuanya sekarang bisa mendapatkan hasil yang baik dan membuat wanita itu bahagia. Serta tidak ada lagi yang berniat jahat untuk merusak keharmonisan keluarganya, mengingat dia sudah berbahagia dengan keluarganya saat ini.


Cahya keluar dari dapur dan mengajak adik serta ibunya ke ruang keluarga agar lebih nyaman nermain dengan Kyros dan Kyra. Aditya juga akan mengecek beberapa pekerjaa diruang kerjanya.


Saat baru akan masuk ke ruang kerjanya, ponsel Aditya berbunyi dan securitynya menghubunginya. Aditya mengangkat alisnya mendengar siapa yang datang untuk menemuinya, dan menyuruh securitynya itu membuka gerbang membiarkan tamunya untuk masuk.


******


Ariel turun dari mobilnya dan melihat Aditya sudah menyambutnya di depan pintu. Semalam setelah pulang dari apartemen Elea dia mendapat kabar dari Randy bahwa Aditya dan Cahya sudah kembali dari Swiss. Dan Ariel menyimpulkan bahwa mereka sepertinya kembali bersama Elea. Jadi Ariel memutiskan hari ini datang untuk menemui Aditya ke rumahnya mengingat Aditya tidak mungkin akan langsung pergi ke kantor.


"Kabarku baik, aku tidak perlu menanyakan kabarmu karena kulihat kau sangat baik sekali, ayo masuk"


Ariel memandang ke berbagai sudut rumah Aditya, rumah itu terlihat sepi. "Kemana Cahya dan yang lainnya, tante Dina atau om Harry, kemana mereka? Kenapa sepi sekali??"


"Mertuaku ada disini, jadi mereka sedang bermain bersama Kyra dan Kyros di atas, sedangkan Papa dan Mama ada di Swiss menggantikan pekerjaanku, Adri juga ada disana"


"Menggantikanmu? Kalau pekerjaanmu belum selesai kenapa kau pulang?"


"Ada banyak pekerjaan disini dan Papa kuwalahan jadi beliau memintaku untuk pulang saja mengurus disini, dan darimana kau tahu aku sudah pulang"


"Dari Randy, semalam di menghubungiku dan aku juga sudah menunggu kedatanganmu sebenarnya untuk membahas Villa mu, jadi pembangunan sudah 70 persen Dit, tinggal finishing dan memasukkan perabotan, bulan depan insha Allah sudah siap, dan aku juga ingin membahas kelanjutan proyek kita"


"Bagus kalau begitu, jika sudah siap langsung hubungi aku, itu bisa jadi kado ulang tahun untuk Cahya, dan masalah proyek lebih baik kita bahas di ruangan kerjaku saja, ayo"


Aditya dan Ariel langsung ke ruangan kerja, dan mereka terlihat serius membahas pekerjaan mereka. Rencana itu memang sempat terhenti karena Aditya tidak mau semua berjalan tanpa Ariel dan karena sahabatnya itu sudah kembali begitu juga dengan dirinya, maka ini sangat bagus untuk melanjutkannya lagi.


Setelah hampir satu jam membahas pekerjaan, akhirnya selesai juga. Ariel meminum jus yang tadi di sajikan oleh Art Aditya dan menikmati kue yang juga disajikan disana. Aditya menatap Ariel dengan senyumnya, merasa senang karena sahabatnya itu bisa kembali lagi bekerja bersamanya. Aditya sudah sangat merindukan membahas berbagai hal dengan Ariel termasuk membahas pekerjaan seperti saat ini. Randy benar, bahwa saat ini Ariel terlihat lebih segar dan ada binar kebahagiaan di raut wajahnya. Ariel memang benar-benar sudah berubah.


"Ngomong-ngomong, ku dengar kau sudah menerima pengalihan seluruh perusahaan Ayahmu, bagaimana? Lancar?" Tanya Aditya.


"Bukan seluruh, hanya 50 persen" Jawab Ariel.


"50 persen? Kenapa hanya itu? Dulu dia bilang ingin memberikan semuanya kepadamu?"


"Itulah yang aku tidak mengerti, dia hanya memberikan separuh dari yang seharusnya, bukannya aku tidak bersyukur atau aku gila harta, tetapi itu sedikit aneh menurutku, aku kan anak tunggal jika memang dia ingin memberikannya harusnya langsung seluruhnya, bisa jadi mungkin dia akan memberikan separuhnya untuk anak haramnya!" Gumam Ariel yang seketika membuat Aditya tersedak dengan kue yang di makannya.


Aditya langsung mengambil jus yang ada di depannya dan meminumnya. Aditya langsung terpikirkan jangan-jangan Ariel sudah tahu jika Danist adalah kakaknya.


"Kau kenapa Dit?? Kalau makan pelan-pelan supaya tidak tersedak?" Gumam Ariel.


"Ucapanmu membuatku terkejut, sialan kau...! Kenapa bisa berpikir seperti itu kepada Ayahmu?" Tanya Aditya.