
Beno sedang duduk dengan rasa cemas, sejak tadi dia berusaha menghubungi Aditya tetapi tidak terhubung padahal keadaan sedang benar-benar buruk. Ponselnya berdering dan yang ditunggu ternyata menghubunginya, Beno merasa sangat lega luar biasa.
“ Halo bos selamat pagi, saya mencoba menghubungi anda sejak semalam tetapi tidak bisa, saat ini saya sedang di City hospital karena ibu mertua anda mengalami kecelakaan” Beno tidak berbasa basi karena keadaan sudah sangat tidak baik.
“ Apa?? Ibu ada di City hospital?? Oke diruang mana? Aku juga ada disini,bagaimana keadaannya”
Beno menyebutkan ruangan rawat inap dimana sekarang dia sedang berada, dan memberi tahu bahwa ibu mertuanya baik-baik saja dan ada mengalami luka bakar, beruntung tadi dia datang tepat waktu dan bisa menyelamatkan ibu mertua bos nya jika telat sedikit mungkin sudah tidak bisa diselamatkan.
Setelah menutup teleponnya Aditya menghela nafas panjang karena ternyata ibu mertua nya selamat dan sudah dibawa ke rumah sakit, untuk lebih detail nanti dia akan menanyakan pada Beno, yang jelas sekarang dia masih menunggu dokter yang sedang memeriksa Cahya, setelahnya dia akan menuju ke ibu mertuanya dan melihat keadaannya. Aditya menghubungi Adri agar segera pulang bersama Chika.
Tak berapa lama dokter keluar dan memberitahu bahwa Cahya sudah siuman dan hanya mengalami shock. Melihat Aditya masuk, Cahya langsung turun dari ranjang pasien.
“ Adit, Ibu... bagaimana ibuku..” suara Cahya tertelan dan langsung menangis memeluk suaminya.
“ Sayang, tenanglah kau harus istirahat, ibu tidak apa-apa, sekarang dalam perawatan, kau tenanglah”
“ Aku ingin melihatnya, bagaimana keadaanya sekarang, bawa aku bertemu ibu sekarang” Cahya histeris dan terus memaksa untuk pergi sedangkan Aditya tetap mencoba menenangkan istrinya. Hingga akhirnya Cahya mulai merasa tenang dan Aditya membawanya untuk menemui ibunya.
Mereka berjalan melewati koridor rumah sakit, Aditya merangkul Cahya untuk membuatnya lebih tenang lagi, hingga akhirnya mereka sampai dan Beno berada disana sedang duduk diluar ruangan rawat inap segera berdiri ketika melihat kedatangan Aditya dan mempersilahkan mereka untuk masuk dan melihat kondisi ibu Cahya yang masih belum sadarkan diri. Setelah melihat kondisi ibu mertuanya, Aditya keluar ruangan dan menemui Beno untuk mendapatkan informasi mendetail tentang kejadian itu.
Beno menjelaskan bahwa dia melakukan tugasnya sesuai yang diperintahkan Aditya, saat sedang menjalankan tugasnya, ada seorang wanita membawa anak kecil yang meminta bantuannya untuk mengantarnya, merasa kasihan Beno pun mengantar wanita itu setelah berkeliling dan menanyakan kemana tujuannya tetapi wanita itu hanya mengajaknya berputar-putar tidak jelas arah tujuannya, merasa curiga akhirnya dia menurunkan wanita itu dan langsung kembali, saat kembali dia melihat kepulan asap terlihat dari arah rumah ibunya Cahya dengan segera dia bergegas untuk menolong dan menemukan bahwa ibunya Cahya tidak sadarkan diri lalu membawanya pergi menggunakan mobilnya.
Aditya menyimpulkan jika yang dimaksud tetangga Cahya saat kebakaran terjadi ada sebuah mobil yang terparkir didepan rumah adalah mobil Beno. Aditya kemudian menyuruh Beno untuk pergi karena sepertinya ibu mertuanya sudah siuman.
" Terima kasih banyak kau sudah menyelamatkan ibu mertuaku, dan Sekarang kau bisa pergi, tetapi aku minta kau dan anak buahmu tetap bekerja seperti biasa dan cari tahu apa ada yang mencurigakan tentang kejadian ini" Aditya berucap karena merasa sepertinya ada yang tidak beres, dan akan menanyakan kronologinya kepada ibu mertuanya jika sudah siuman dan dirasa sudah baik.
" Ibu, kau sudah siuman, bagaimana keadaanmu?" Tanya Aditya.
" Ibu baik-baik saja nak" Suaranya terdengar lirih.
Aditya kemudian menyuruh ibu mertuanya untuk beristirahat saja, serta membisikkan sesuatu kepada Cahya untuk sementara tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi karena ibunya harus dalam keadaan stabil terlebuh dulu. Dia kemudian berpamitan untuk pulang sebentar karena menyadari bahwa dia tadi terlalu panik hingga tidak sempat mengganti pakaiannya dan hanya memakai piyama, Aditya akan kembali dan membawa pakaian untuk Cahya.
Cyntia terlihat sangat bahagia dengan kabar yang didapatkannya, dia menerima telepon lalu tersenyum dan tertawa.
Kini dia berhasil memberikan pelajaran telak kepada Aditya dan Cahya, orang suruhannya telah berhasil membakar rumah Cahya, dan bahkan rumah itu habis tak bersisa dan penghuninya juga tidak ditemukan.
" Pasti perempuan tua itu sudah terbakar habis hingga hanya menyisakan abu, hahaha" suara Cyntia terdengar puas akan berita yang didapatnya hari ini.
***
Adri datang bersama Chika ke rumah sakit, setelah mendengar kabar dari Aditya.
" Ibu, kenapa bisa begini kak??" Tangisan Chika pecah melihat ibu nya yang mengalami luka bakar dibeberapa bagian tubuhnya. Cahya memeluk adiknya untuk menenangkannya.
" Tenanglah, ibu sedang istirahat setelah dokter memeriksanya"
Aditya datang beberapa saat kemudian dengan membawa pakaian untuk Cahya dan juga sarapan.
" Ah kalian sudah datang rupanya, aku membawa sarapan, tadi mbak Tina membuatkan sandwich, jadi kalian semua harus sarapan, selagi kalian sarapan aku akan menemui dokter".
Mereka memakan sarapan yang dibawakan Aditya, awalnya Chika dan Cahya sempat menolak tetapi Adri berhasil membujuk mereka untuk sarapan. Sejak mendengar berita dari kakaknya, Adri merasa sangat gusar memikirkan kenapa kejadian seperti ini bisa terjadi, membayangkan jika ibu dari kekasihnya itu tidak segera keluar dari rumah itu entah apa yang akan terjadi, melihat foto kondisi rumah hancur tidak bersisa yang dikirim Ariel tadi membuat Adri bergidik ngeri, apalagi memikirkan kondisi Chika, Cahya dan ibunya, itu adalah satu-satunya harta yang mereka miliki tetapi saat ini sudah tidak berbentuk, hati mereka akan sangat hancur. Ditengah lamunannya, Aditya datang dan memanggilnya keluar untuk bicara sesuatu, segera Adri mengikuti kakaknya keluar ruangan.
Aditya menceritakan semua yang didapatkannya dari Beno, saat ini yang harus dilakukan adalah membuat suasana tenang terlebih dulu terutama kondisi Chika dan Ibunya, sambil memikirkan solusi yang harus dilakukan dan jika kondisi ibu mertuanya sudah membaik Aditya akan menanyakan kronologi dan apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Mereka berdua akhirnya masuk kembali ke ruang rawat inap.
"Ibu sudah bangun ternyata??? Bagaimana keadaan ibu??" Tanya Aditya dan menghampiri ibu mertuanya.
" Ibu merasa lebih baik nak" Suaranye terdengar lirih.
" Ibu, bolehkah aku bertanya?? Apa yang sebenarnya terjadi sehingga rumah bisa terbakar??"
Dengan suara lirih ibu mertuanya itu menjelaskan kejadian malam itu, saat tertidur dia mendengar sesuatu dari pintu belakang, dia pun terbangun untuk melihat apa yang terjadi ternyata seseorang sedang membuka pintu, mengetahui itu dia berteriak tetapi dengan cepat orang itu membungkamnya dengan kain seketika dia tidak sadarkan diri saat bangun ternyata sudah ada dirumah sakit dan mengalami luka bakar.
" Menantuku, apa yang sebenarnya terjadi pada ibu, kenapa ibu bisa terluka seperti ini, tadi ibu sudah menanyakannya pada Cahya tapi dia tidak mau menjelaskan apapun dan hanya menyuruh ibu untuk tenang dan beristirahat, tolong katakan apa yang terjadi karena ibu tidak mengingatnya sama sekali".