SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 368



Kyra dan Kyros sudah terlihat cantik dan tampan dengan pakaian mereka. Kyra memakai gaun senada dengan Cahya serta kedua Oma nya. Rambut Kyra tergerai dengan indahnya dan dikepalanya terdapat sebuah mahkota kecil terlihat semakin lucu dan menggemaskan. Sementara Kyros memakai tuxedo dengan kemeja warna yang sama dengan Aditya dan Opa nya. Kyros tampak semakin memggemaskan dengan dasi kupu-kupu hitam yang ada di kerah kemejanya. Sementara Chika sudah terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna putihnya. sekitar 30 menit lagi acara akad nikah dimulai dan akan langsung dilanjutkan dengan acara resepsi versi mininya.


Acara diadakan di halaman belakang villa milik keluarga Aditya. Tema outdoor dipilih karena sangat cocok dengan suasana disana, villa itu memiliki halaman belakang yang luas dengan pemandangan laut yang tak kalah cantiknya. Kursi-kursi sudah tertata rapi dan ada pelaminan kecil dengan hiasan mawar putih serta bagroundnya adalah pemandangan laut lepas dengan airnya yang biru.


Satu persatu tamu pun mulai berdatangan. Yongki terlihat tampan dengan menggandeng Olivia yang sudah dinikahinya sekitar satu tahun yang lalu. Mereka datang bersama dengan kedua orangtua mereka, bahkan orangtua Olivia juga khusus datang dari London hanya untuk menghadiri acara ini atas undangan khusus dari Tuan dan Nyonya Harry Sahasya. Sayangnya Yongki dan Olivia masih belum dikaruniai buah hati dan mereka saat ini sedang berusaha dengan menjalani program hamil. Hubungan yang sempat kandas beberapa kali itu akhirnya bisa berakhir indah di pelaminan. Yongki berusaha keras untuk meyakinkan Olivia agar mau menikah dengannya dan berhasil. Bahkan pernikahan mereka tidak kalah meriah karena Yongki melakukan pernikahannya secara militer dengan pertunjukkan pedang pora.


Datang juga keluarga besar dari Ibu dan Alm. Ayah Cahya, dimana nanti pamannya adik dari Alm. Ayahnya yang akan menjadi wali nikah dari Chika. Juga keluarga besar dari kedua orangtua Aditya.


Maysa datang sendirian, dengan dress berwarna merah, sepatu hak tinggi, dan tatanan rambut yang sederhana tetapi memberi kesan elegan karena lehernya terlihat jenjang, serta make up yang simple, membuat Maysa semakin terlihat cantik. Maysa sendiri tidak menyangka jika Aditya dan Cahya mengundangnya di acara saat ini karena ini adalah acara khusus kerabat dekat saja dan tadinya dia pikir dia akan datang di acara yang kedua saja. Tetapi setelah Cahya dan Aditya memberinya undangan acara ini tentu saja dia tidak mungkin menolaknya. Bahkan untuk akomodasi hotel serta transport pulang pergi semua sudah ditanggung oleh keluarga Aditya. Ya, Aditya ternyata menyewa pesawat komersil secara khusus hanya untuk perjalanan pulang pergi para tamu undangannya.


Tidak lupa ada beberapa kerabat dari mendiang Ayah kandung Adri, datang jauh-jauh dari luar pulau khusus untuk pernikahan Adri. Sudah lama juga mereka tidak bertemu dengan Adri, karena kesibukan mereka juga kesibukan Adri sendiri membuatnya sudah lama tidak mengunjungi mereka. Terakhir adalah sebulan yang lalu, Aditya meminta agar Adiknya itu datang bersama Chika dan bisa menemui mereka untuk mengundang secara langsung, juga supaya Adri bisa berziarah di makam kedua orangtua kandungnya, meminta ijin dan restu dari mereka sebelum dia menikah. Bagaimanapun Aditya selalu mengingatkan Adri agar tidak melupakan kerabat-kerabat dari mendiang orangtuanya, dan harus sering-sering menjalin komunikasi dengan mereka, karena dia tidak mau ada ucapan atau tuduhan yang tidak baik untuk didengar tentang Adri, mengingat selama ini Adri hidup dengan asuhan dari keluarga Aditya dengan berbagai fasilitas terbaik yang ada.


Dengan perut besarnya, Chitra datang bersama Randy dan Louis putranya juga kedua orangtuanya serta kedua orang tua Randy yang kebetulan ada disini. Dibelakang Randy dan Chitra, ada rombongan keluarga Danist dan Elea, mereka datang bersama kedua orangtua Elea serta Mama Danist dan juga si kecil Friddie. Gienka...???? Gienka tidak ada bersama mereka, karena Ariel sudah secara khusus meminta ijin Elea agar bisa membawa Gienka bersamanya, agar dia tidak terlihat datang sendirian.


Hingga sekitar 15 menit setelah kedatangan Elea dan Danist. Ariel menurunkan putrinya dari mobil. Gienka mendongakkan kepalanya saat turun dari mobil dan menatap Ariel sambil tersenyum. "Papa Yel...! Apa aku sudah terlihat cantik??" Tanyanya dengan polos.


Ariel tersenyum kemudian duduk berjongkok dan merampikan rambut juga bando bunga yang ada di kepala Gienka. "Tentu saja, anak papa Yel kan selalu cantik"


Ariel berdiri dan menggandeng Gienka yang terlihat cantik dengan gaun berwarna putih serta flatshoes dengan warna yang sama. Mereka berdua memasuki area villa milik Aditya dan menuju ke tempat acara yang terletak di bagian belakang villa itu.


Saat Ariel sampai di tempat acara ternyata semua sudah duduk dan Adri juga terlihat sedang bercakap-cakap dengan Papanya, sambil menunggu kedatangan dari mempelai wanita. Ariel kemudian mengajak putrinya itu duduk. Gienka melambaikan tangannya ketika melihat Elea dan Adiknya sedang duduk di sebelah kanan, sementara dia dan Ariel duduk di sisi kiri.


Dan beberapa saat kemudian, Chika keluar diapit oleh Cahya dan Ibunya. Chika kemudian diantar dan duduk disebelah Adri. Wajah Adri terlihat sumringah saat melihat Chika duduk disebelahnya. Chika terlihat sangat cantik dan anggun, Adri tidak berhenti memujinya dalam hati.


Paman Chika mengulurkan tangannya kepada Adri, dia sendiri yang akan menikahkan keponakannya itu. Sementara Papa Elea menjadi saksi dari pihak Chika, sedangkan ada rekanan bisnis dari Papa Aditya yang menjadi saksi dari pihak Adri.


Adri menarik napasnya dalam-dalam lalu menghelanya perlahan dari mulutnya, dan menerima uluran tangan dari paman Chika. Kemudiab Paman Chika memulai akad nikahnya.


Semua tamu undangan pun serentak menjawab Sah, kemudian mengangkat tangannya dan doa pun dibaca. Adri terlihat sangat lega, dan dia melirik kearah Aditya yang sedang memberikan jempol untuknya.


Cahya menyeka airmatanya, dia sangat bahagia melihat akhirnya adik kesayangannya menikahi laki-laki pilihannya. Adri begitu baik, Cahya yakin bahwa Adri akan menjaga adiknya dengan baik serta akan melindunginya. Seperti dia dulu, Chika semalam juga menangis dipelukannya karena teringat akan mendiang Ayah mereka. Disaat seperti ini, Ayahnya sudah tidak bersama dengannya, dan andai saja Ayahnya masih ada, tentu Ayahnya sendiri yang akan menikahkannya. Tetapi Cahya yakin dan percaya, bahwa saat ini Ayahnya pasti juga merasa bahagia melihatnya dan Chika sudah menemukan teman hidup yang begitu menyayangi mereka, dan mereka juga dilimpahi kebahagiaan seperti apa yang sering Ayahnya dulu inginkan.


"Kenapa menangis???" Tanya Aditya pada istrinya.


"Aku hanya sedang ingat Ayah, dia tidak ada saat dulu kita menikah, juga saat Chika dan Adri menikah!"


Aditya merangkul Cahya. "Ayah pasti ada disini dan melihat semua ini, jangan menangis lagi, nanti make up mu akan hilang, acara masih lama" Gumam Aditya yang membuat Cahya tersenyum.


Setelah akad nikah, Adri dan Chika berjalan menuju ke pelaminan dan berdiri disana dengan tawa yang mengembang diwajah keduanya. Tamu satu persatu naik dan memberi ucapan selamat untuk keduanya, dan lainnya menikmati hidangan yang ada sambil menunggu sunset tiba juga ada acara menerbangkan balon bersama-sama nantinya.


Sementara itu, keempat bocah-bocah kecil yang menggemaskan itu memilih masuk di sebuah gazebo, diikuti oleh kedua bodyguard Kyra dan Kyros. Gienka duduk manis dan mengayunkan kedua kakinya sambil menatap orang-orang yang sedang berlalu-lalang didepannya, juga melihat kearah Adri dan Chika yang ada di pelaminan. Kyros yang tadinya duduk bersama Louis dan Kyra di tengah Gazebo tiba-tiba bergeser dan duduk disebelah Gienka. Kyros juga mengarahkan pandangannya ke depan.


"Gie...!!! Pakaian kita berdua sama seperti pakaian Onty Chika dan Uncle Adri ya?" Tanya Kyros.


"Ya..! Baju ontymu belwalna putih sepelti bajuku" Jawab Gienka.


"Nanti aku juga akan menikahimu seperti om Adri dan Onty Chika, kau mau kan menikah denganku?" Ucap Kyros dengan polosnya.


"Menikah sepelti meleka?" Gienka menunjuk ke arah Chika dan Adri yang berdiri di pelaminan, Kyros kemudian mengangguk. "Tentu saja aku mau!" Ucap Gienka lagi dan tidak kalah polosnya dengan Kyros.


Kyros memegang jemari Gienka, dan mereka tertawa sambil mengayunkan kedua kaki mereka. Kyros tiba-tiba mencium pipi Gienka untuk kesekian kalinya.