SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 185



"Mama baik-baik saja Dan, tadi Mama terbangun lalu tidak bisa kembali tidur"


"Mama yakin tidak apa-apa?"


Sang Mama mengangguk sambil tersenyum. "Oke Mama beristirahat ya, aku ke kamar mandi dulu" Danist tersenyum pada Mamanya lalu beranjak dna masuk ke kamar mandi.


****


Beberapa hari kemudian, untuk pertama kalinya Cahya ingin mengajak Kyros dan Kyra jalan-jalan keluar rumah, disisi lain Cahya juga merasa sangat bosan karena harus berada dirumah saat Aditya ke kantor. Ditemani sang Mama mertua, Cahya berencana pergi untuk berbelanja.


Cahya dan Mama mertuanya berkeliling dipusat perbelanjaan mencari pakaian untuk kedua bayinya. Cahya harus mulai terbiasa diikuti oleh bodyguard suruhan Aditya memastikan keamanannya dan juga bayi nya, walaupun Cahya awalnya merasa aneh dan risih tetapi dia tidak memiliki pilihan lain selain menerimanya.


Setelah puas berbelanja, Canya mengajak Mama mertuanya untuk mampir ke restoran sebelum pulang, karena dia merasa haus dan lapar. Mereka pun pergi ke sebuah restoran di pusat perbelanjaan itu dan mulai memesan makanan serta minuman.


Setelah menyelesaikan makan dan sedikit berbincang dengan sang mertua, Cahya pergi ke kasir untuk membayar makanan mereka. Setelah membayar Cahya pun berjalan kembali menghampiri bayi dan sang mertua tetapi tiba-tiba.


Bruuuukkkk......


Cahya ditabrak oleh seseorang dari belakang. "Auuuhhh" Seru perempuan itu. "Kalau jalan pakai mata dong" Ucap wanita itu marah pada Cahya.


Cahya menoleh ke belakang tak kalah kesal karena justru dia yang ditabrak tetapi malah dia yang disemprot.


"Mbak yang nabrak kok malah marah sama saya" Gerutu Cahya tak kalah kesal, tetapi kemudian dia melihat Erica ada dihadapannya. "Erica!" Ucapnya.


"Oh kau rupanya, astaga aku baru disini dan kenapa juga aku harus bertemu dengan perempuan buruk ini, pakai matamu kalau sedang berjalan dasar perempuan payah" Gumam Erica dan berlalu meninggalkan Cahya begitu saja.


Cahya menatap kepergian Erica dengan pandangan kesal, dan ingatannya tentang teror yang dilakukan perempuan itu padanya dulu sangat berbekas dihatinya. Cahya bergegas kembali ke Mama mertuanya dan langsung mengajaknya untuk pulang.


Dari kejauhan Erica ternyata melihat kepergian Cahya dan juga ibu mertuanya sambil mendorong stroller. Erica menyimpulkan bahwa itu adalah bayinya mengingat dulu Viona pernah mengatakan padanya bahwa Aditya memiliki bayi kembar.


*****


Disisi lain, sepulang kantor, Ariel datang ke rumah Elea untuk bertemu dengannya. Dia telah membawa beberapa hadiah untuk Elea dan akan mencoba berbicara padanya.


Ariel membawa masuk mobilnya ke halaman depan rumah Elea dan tampak disana Elea sedang duduk diteras mengobrol dengan Danist dan juga Chika. Melihat kedatangan mobil Ariel, Elea dibuat terkejut tidak menyangka. Ariel keluar dari mobilnya sambil melempar senyum ke arah Elea lalu membuka bagasi mobilnya dan mengeluarka barang-barang yang sudah dibeli nya untuk Elea dan dia juga membawa bucket bunga mawar besar dengan berbagai warna yang terlihat sangat indah.


Ariel terlihat begitu tampan dengan setelan hitam yang dijahit dengan pas ditubuhnya. Rambut hitamnya disisir ke belakang dan dia memakai kacamata hitam menambah elegan penampilannya. Ariel menghampiri Elea dan yang lainnya diteras lalu membuka kacamata hitamnya dan tersenyum.


"Hai, selamat sore, sepertinya obrolan kalian sangat seru, maafkan aku jika aku mengganggu kalian" Ucap Ariel sambil terus tersenyum.


"Ada perlu apa kau kesini?" Tanya Elea.


"Aku ingin bertemu denganmu El dan pastinya ingin tahu keadaan bayi kita, ah iya aku membawa ini semua khusus untukmu" Ariel memberikan semua yang di bawa nya kepada Elea, tetapi Elea enggan mengambilnya.


"Ayolah El, jangan menolaknya, aku memberikan vitamin untukmu agar kau dan bayi kita sehat, ada juga berbagai kelengkapan bayi seperti selimut dan yang lainnya, dan bucket ini anggap saja ini pemberian dari sahabat, aku tidak bermaksud apapun, ambillah"


Elea meragu tetapi kemudian mengambilnya, dan Ariel tersenyum manis padanya. "Bagus, oh iya, aku juga akan menyiapkan semua keperluanmu melahirkan nanti, aku akan membawamu ke rumah sakit bersalin terbaik untuk memastikan kenyamananmu dan bayi kita, kau tidak boleh menolaknya karena aku ayah dari bayi itu jadi aku yang akan bertanggung jawab untuk mengurus semuanya dan ya aku sudah mentransfer uang sebesar 100juta ke rekeningmu, kau bisa mengeceknya sekarang dan juga bisa menggunakannya untuk keperluanmu, jika kau perlu apa-apa kau bisa menghubungiku"


"Apa??? Kau mentransfer uang ke rekeningku tanpa memberitahuku?" Ucap Elea terkejut.


"Ini aku sudah memberitahumu, dan ini black card untukmu, aku harus memastikan semua kebutuhanmu dan bayi kita terpenuhi dengan baik karena aku tidak mau kau merasa kekurangan apapun" Ucap Ariel sambil melirik dan tersenyum mengejek ke arah Danist. "Ambil ini El"


"Tidak!!!!!" Tolak Elea dengan cepat. "Aku tidak mau menerima apapun darimu, aku akan mengembalikan uang yang sudah kau transfer ke rekeningku, aku bisa menghidupi diriku sendiri tanpa harus mengemis padamu"


"Elea, aku sudah bilang, aku bertanggung jawab atas dirimu dan bayi kita, itu hak mu, aku sudah melakukan kesalahan besar padamu dan aku ingin berusaha menebus kesalahanku itu, aku sudah menuruti keinginanmu dan tidak mengganggumu, tetapi tentang hal ini kau tidak berhak menolaknya, karena aku ayah dari bayi itu aku bertanggung jawab penuh untukmu dan bayi itu, sudahlah aku tidak mau berdebat denganmu yang justru nanti bisa mengganggu kandunganmu, kalau kau tidak mau mengambil black card ini baiklah tidak apa-apa, aku permisi dulu, jaga dirimu dan bayi kita baik-baik El" Ariel sekali lagi tersenyum kepada Elea lalu mengusap lembut perut Elea kemudian pergi.


Elea menatap kepergian Ariel dengan perasaan kesal, lelaki itu masih sama sejak dulu selalu saja bersikap sesukanya dan sangat sulit untuk dicegah. Semua keinginannya harus dituruti dan dia pandai sekali bernegosiasi dan tidak ada yang bisa menolaknya, itu sebabnya Ariel sangat mudah mendominasi dan pandai bernegosiasi dengan para client nya membuatnya sukses dengan pekerjaannya.


*****


Aditya sedang bermain dengan Kyra dan Kyros sedangkan Cahya pergi ke dapur untuk membuatkannya jus.


"Bagaimana jalan-jalannya hari ini Dengan Mama dan juga Oma? Kyra dan Kakak Ky tadi beli apa? hmm??" Gumam Aditya sambil menggelengkan kepala nya menatap sang putri yang terbaring ditempat tidur lalu tertawa kearahnya.


Cahya tiba-tiba datang membawa jus yang dibuatnya untuk Aditya. "Tadi Kyra beli banyak baju dan sepatu papa" Ucap Cahya dengan merubah suaranya seperti anak kecil.


Aditya mengambil jus yang dipegang Cahya lalu meminumnya. "Terima kasih istriku yang cantik"


"Sama-sama suamiku yang sexy, oh iya tadi aku bertemu dengan Erica"


Aditya tersedak mendengar ucapan Cahya. "Bertemu dengan Erica? Dimana?"


"Di pusat perbelanjaan, tadi aku dan Mama mampir ke restoran untuk makan dan beristirahat sebentar dan aku bertemu dengan Erica disana, dia menabrakku dengan tiba-tiba eh dia malah memarahiku, tetap saja dia tidak berubah"


"Dia memarahimu? Dasar perempuan gila"


"Kau ini jangan suka mengatai orang, habiskan jusmu"


Aditya meminum habis jus nya dan menatap ke arah Cahya. "Urusanku dengan Erica masih belum selesai, aku ingin sekali memberi pelajaran padanya, terornya kepadamu dulu masih sangat membuatku ingin mengumpatnya" Gumam Aditya kesal.


"Sudahlah itu sudah berlalu kita jangan mencari masalah baru, hidup kita sudah tenang sekarang" Cahya mengusap lembut dada suaminya itu.


"Tapi kenapa dia datang kesini lagi, jangan-jangan dia ingin menemui si Viona yang ada dipenjara, mereka berdua memang sama-sama tidak waras"