SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 262



"Bukan apa-apa nak, kau pasti akan mendapatkannya, sekarang tanda tangani saja apa yang ada!!"


Ariel menatap tajam Ayahnya, ada keraguan dan kecurigaan yang dia rasakan. "Apa Ayah sedang menyembunyikan sesuatu dariku???"


"Memangnya apa yang harus ayah sembunyikan darimu? Kau anak Ayah kau pasti memdapatkan semuanya dari Ayah"


"Bukan aku menuntut warisan atau yang lainnya dari Ayah, tanpa itu semua aku bisa menjalani hidupku tetapi hubungan kita baru saja membaik, jangan sampai Ayah membuatku kecewa lagi untuk kedua kalinya" Ancam Ariel.


"Ayah tahu itu, jangan pikirkan apapun, Ayah sangat menyayangimu"


Ariel akhirnya menandatangani semua berkas-berkas itu. Ya walaupun dia merasa seperti ada sesuatu, tetapi dia tidak mau memperkeruh keadaan lagi, baru beberapa hari dia dan ayahnya berbaikan tidak mungkin harus berkonflik lagi. Setelah semua berkas ditanda tangani Ariel dan Ayahnya, Pengacara pun berpamitan untuk pergi.


"Kapan kau akan memulai untuk mengurus kantor??"


"Aku masih harus mengurus pekerjaanku yang sudah beberapa waktu aku tinggalkan, kurasa itu bisa dilakukan kapan saja, aku harap Ayah masih mau mengurusnya lebih dulu"


"Baiklah, ayah mengerti"


Ariel meninggalkan Ayahnya dan naik ke kamarnya untuk beristirahat.


****


Papa Aditya di datangi oleh perwakilan dari Capital Corporate yang beberapa waktu yang lalu ingin menjalin kerjasama dengan perusahaannya. Mungkin karena sampai hari ini belum ada jawaban yang pasti dari perusahaannya pasti mereka datang untuk.menanyakan kelanjutannya. Bukan tidak ingin memberi jawaban dengan segera, tetapi Aditya yang melarangya untuk segera memberi jawaban karena putranya itu takut jika pihak Capital Corporate melakukan sesuatu kepada Hs Enterprise atas penolakannya. Aditya hanya berjaga-jaga mengingat Capital Corpirate memiliki rekam jejak yang tidak baik sebagai sebuah perusahaan.


"Selamat siang Pak Harry, apa kabar??" Tanya Regan.


"Selamat siang pak Regan, silakan duduk"


Pria bernama Regan itu akhirnya duduk dan memulai percakapannya dengan Papa Aditya. "Well, saya datang atas perintah pak Albert untuk menanyakan kelanjutan proposal pengajuan kerjasama antara Capital dan Hs enterprise, bagaimana pak Harry? Pihak kami sudah menunggu sejak kemarin tetapi belum juga ada jawaban dari anda"


Papa Aditya melempar senyumnya dan menarik napasnya perlahan untuk menutupi rasa kesalnya. "Ah iya, saya sudah membaca semuanya dan saya juga sudah mengirimnya kepada putra saya untuk di periksa, akan tetapi yang berhak memberikan jawaban menerima atau tidaknya itu adalah keputusan dari putra saya, karena saya hanya tinggal terima beres saja" Jawab Tuan Harry tegas.


"Oh oke saya sangat mengerti, mengingat tanggung jawab dari HS Enterprise memang sudah anda berikan kepada putra anda, lalu apakah saya bisa menemuinya sekarang??"


"Aditya saat ini sedang berada di Swiss untuk urusan pekerjaan, dan dia akan kembali sekitar 2 sampai 3 bulan lagi tergantung apa pekerjaannya disana sudah beres atau belum"


Pria bernama Regan itu dibuat terkejut dengan apa yang didengarnya. Bagaimana bisa menunggu waktu sampai berbulan-bulan hanya untuk sebuah kerjasama tetapi sangat penting sekali menjalin kerjasama dengan HS Enterprise, mengingat mereka adalah perusahaan yang sangat besar dan sangat di kagumi oleh banyak perusahaan lain karena prestasi yang ditorehkan selama ini.


"Apakah boleh saya meminta kontak putra anda? Saya akan menanyakan langsung kepadanya"


"Oke, akan saya sampaikan kepada oak Albert ini akan dilanjutkan atau tidak, terima kasih pak Harry Sahasya, saya permisi dulu" Regan menyalami Papa Aditya lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan oerasaan jengkel karena harus dibuat menunggu dan tidak ada jawaban pasti dari mereka.


Setelah kepergian Regan, Tuan Harry langsung menghubungi Aditya untuk memberitahu tentang kedatangan dari Capital Corporate.


Aditya langsung mengangkat telepon dari sang Papa hanya dengan beberapa deringan. Aditya memang masih berada di rumah belum berangkat ke kantor karena memang hari ini dia akan langsung ke tempat pembangunan swalayan tanoa mampir ke kantor.


"Ya Pa.... Apa kabar?" Tanya Aditya.


Aditya diam mendengarkan semua apa yang dibicarakan oleh Papanya. Cahya yang tengah sibuk menyuapi Kyros, melirik ke arah suaminya yang terlihat sangat serius dengan telepon yang diterimanya.


"Bagus Pa, kita memang terkadang harus bisa mengambil sikap dengan sedikit mempermainkan orang seperti mereka dan semoga mereka mau menyerah dengan sendirinya, rasanya muak sekali jika harus berurusan dengan mereka" Gumam Aditya yang kemudian menutup telepon dari Papanya lalu melanjutkan lagi menyuapi Kyra.


"Kau muak berurusan dengan siapa sayang?" Tanya Cahya yang sejak tadi dibuat penasaran dengan pembicaraan Aditya dan Papa mertuanya.


"Oh itu perusahaan yang kemarin aku ceritakan itu, yang berkas pengajuan kerjasamanya dikirim kepadaku oleh Papa"


"Lalu??"


"Mereka datang ke kantor dan menanyakan kelanjutannya, dan aku sudah mengatakan kepada Papa agar menggantung keinginan mereka sampai aku pulang, tetapi aku berharap mereka akan menyerah dengan sendirinya jadi aku tidak perlu repot-repot menolaknya"


"Memangnya sampai harus segitunya ya menolak mereka, jika ada yang kurang dari berkasnya kan bisa di perbaiki?"


"Bukan seperti itu sayang, mereka memilik banyak permasalahn selama ini dan aku tidak mau mengambil resiko" Gumam Aditya yang di lanjutkan dengan menceritakan bagaimana sepak terjang dari perusahaan itu selama ini.


Capital corporate telah banyak melakukan penipuan dan merugikan perusahaan yang mereka ajak kerjasama. Banyak sekali perusahaan yang menjadi korban mereka selama ini, setelah teken kerjasama mereka akan melakukan sesuatu yang bisa merugikan perusahaan yang menjadi patnernya dengan berbagai cara licik. Bahkan ada dari beberapa perusahaan itu yang akhirnya mengalami kerugian bahkan pailit, tetapi entah cara apa yang digunakan, mereka selalu berhasil lari dari tuntutan hukum yang diajukan oleh perusahaan yang mereka tipu, bahkan Ariel pernah menjadi korbannya dan tidak tanggung-tanggung, saatbitu Ariel mengalami kerugian yang sangat besar hingga milyaran.


Ariel melaporkan mereka tetapi seperti biasa mereka seolah kebal hukum, mereka dianggap tidak bersalah hingga tidak perlu melakukan ganti rugi dan mau tidak mau saat itu Ariel terpaksa merelakannya saja karena jika terus menyerang, mereka justru bisa melakukan pengancaman atau bahkan bisa membuat orang itu kehilangan nyawa. Karena desas desusnya pemilik Capital corporate yang bernama Albert memiliki orang khusus yang biasa dia perintahkan untuk melakukan hal-hal kejam yang mengancam nyawa dari orang-orang perusahaan yang sudah mereka tipu.


"Jadi itulah sayang, yang menyebabkan aku malas dan enggan bekerja sama dengan mereka" Gumam Aditya.


"Ada orang yang semacam itu???"


"Tentu saja ada, ini dunia bisnis sayang, kita harus selalu berhati-hati dan pandai membekali diri, jika aku menyuruh Papa untuk langsung menolak mereka, aku sangat mengkhawatirkan keselamatan kita semua termasuk juga para pegawai di kantor karena kita tidak bisa menebak apa yang akan mereka lakukan, aku sangat berharap mereka menyerah dengan sendirinya tanpa harus menungguku"


"Sangat menakutkan!!! Ya semoga saja sayang!!" Ucap Cahya.