
Setelah makan malam, Cahya membantu membereskan semuanya di dapur, sementara Aditya masuk ke kamar. Adri datang ke dapur untuk makan ternyata semua orang sudah selesai makan malam.
" Eh Adri, kamu udah pulang?? Bagaimana Chika dan ibu??" Tanya Cahya
" Tadi saat aku mau pulang, Chika sedang menyuapi ibu, btw kak, aku sangat lapar apa masih ada makanan?? Tadi aku kembali cepat tapi malah terjebak macet, apa masih ada makanan??"
" Tentu saja, kau duduk saja, akan ku siapkan makanan untukmu"
Setelah menyiapkan makan untuk Adri, Cahya berpamitan untuk mengantarkan Air ke kamar Mama mertuanya, dan meminta mbak Tina untuk membereskan jika Adri sudah menyelesaikan makannya.
Cahya mengetuk pintu kamar ibu mertuanya, dan terdengar dari dalam ibu mertuanya itu menyuruhnya untuk masuk.
" Mama aku membawakan air untukmu, Mama kok sendirian dimana papa??"
" Papamu sedang di perpustakaan, Cahya sayang kemarilah Mama akan tunjukan sesuatu padamu"
Cahya duduk disebelah ibu mertuanya yang sedang membolak- balik sebuah album foto berisi foto anak laki-laki kecil gendut dan terlihat sangat menggemaskan, Cahya penasaran siapakan anak kecil itu dan menanyakannya pada ibu mertuanya.
" Ini foto siapa Mama, dia gemoy sekali, pipinya Chubby!! "
" Kau tidak mengenalinya??? Ini adalah suamimu??
" Ini Aditya??? haha dia lucu sekali Ma, wajahnya sangat bulat, Menggemaskan sekali" Cahya tertawa melihat foto-foto itu, tidak percaya ternyata dulu Aditya pipinya tembem.
" Lihat ini Ca, ini waktu Adit masih bayi, menngemaskan sekali, Mama jadi ngebayangin kalau kalian punya bayi, ah betapa lucunya Cucu mama itu, putra Mama sangat tampan dan menantu Mama sangat Cantik, Mama berharap sepulang kalian bulan madu kamu bisa cepat hamil" Pandangan Nyonya Harry menerawang membuat Cahya tersenyum melihatnya dan ikut membayangkan bagaimana jika nanti dia benar-benar hamil.
" Mama doain ya?? Dan juga mama harus ingat, Mama harus rutin minum obat dan jaga kesehatan Mama dengan baik supaya bisa gendong cucu mama"
" Iya sayang, sejak kamu datang kesini semangat Mama untuk sehat semakin tinggi, akhirnya mama punya seorang Putri, eehh coba lihat ini, lucu sekali bukan???"
" haha iya Ma, bentar Ma, aku mau foto ini dan aku mau jadiin wallpaper hp hehe" Cahya mengambil ponselnya di saku dan mengambil foto Aditya dari Album.
Setelah mengobrol dan melihat-lihat album foto masa kecil Aditya dan Adri, Cahya meminta ibu mertuanya untuk segera tidur dan dia berpamitan untuk beristirahat juga karena sudah semakin malam.
Cahya masuk ke kamar dan melihat ternyata suaminya sudah tertidur, Cahya menata selimut Aditya dan berganti baju lalu menyusulnya untuk tidur juga, Cahya merasa bahagia memiliki keluarga yang begitu menyayanginya, apalagi suaminya yang selalu mendukungnya dan melindunginya, merasa mulai mengantuk Cahya memeluk Aditya dan tertidur dipelukan suaminya.
***
Aditya terbangun tetapi tidak melihat Cahya, dia mengambil ponsel yang berada di meja, ternyata itu bukan ponselnya tetapi milik Cahya, Aditya tidak peduli dia hanya ingin melihat ini jam berapa, dia memencet tombol disamping ponsel dan ponsel itu menyala, ternyata sudah jam setengah 7 dan mengembalikan lagi ponsel itu dimeja, tetapi Aditya tertegun seperti melihat sesuatu di ponsel Cahya dan menyalakannya lagi, benar saja dilayar ponsel itu ada foto anak kecil yang hanya memakai popok tanpa memakai baju, Aditya mengenali foto itu, itu adalah foto dirinya.
***
Cahya tahu sepertinya pagi ini Aditya tidak berolahraga karena kesiangan, tadi dia tidak tega membangunkan suaminya yang tertidur sangat lelap semalam, jadi saat ini pasti sudah bangun dan segera dia pergi ke kamar untuk menyiapkan pakaian suaminya. Saat memasuki kamar, Cahya terkejut melihat Aditya berdiri didepan kamar mandi hanya dengan memakai celanaa dalaam berwarna putih sambil tersenyum ke arah nya, segera Cahya menutup pintu kamar takut ada yang melihat suaminya.
" Apa yang kau lakukan dengan berdiri disitu hanya dengan menggunakan Celaana dalaam?? Kenapa tidak memakai handukmu?? Bagaimana kalau ada yang melihatmu, kau sudah gila ya?" Seru Cahya yang masih terkejut tetapi justru suaminya itu malah berpose dan memanyunkan bibirnya, membuat Cahya semakin bingung.
" Dia benar-benar sudah tidak waras, apa yang dia lakukan?" Gerutu Cahya dalam hati tetapi kemudian dia teringat sesuatu tentang apa yang dilakukan Aditya barusan, Cahya mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja lalu menyalakannya dan tertawa saat melihat ponselnya lalu dia mengalihkan pandangannya pada Aditya dan semakin membuatnya tertawa terpingkal-pingkal karena ternyata Aditya melakukan hal yang sama seperti pada foto di ponselnya.
" Haahahaha sudah cukup hentikan tingkah konyolmu itu Aditya kau membuat perutku sakit"
" Kau tidak mau mengambil fotoku dan menjadikannya Wallpaper di ponselmu, ku rasa aku lebih tampan daripada yang ada di ponselmu"
" Kau membuka ponselku ya??" Tanya Cahya curiga.
" Aku tadi menyalakannya untuk melihat jam, tetapi malah menemukan fotoku disana, kau dapat darimana??? Dan bisakah kau menghapusnya?"
" Aku melihat itu di album foto yang ditunjukkan mama semalam dan ya untuk apa di hapus itu sangat menggemaskan, sudah cepat pakai bajumu"
Cahya membuka lemari dan mengambilkan baju untuk Aditya, tetapi justru suaminya itu memeluknya dari belakang.
" Aku lebih menggemaskan sekarang atau aku yang di foto itu??"
" Menurutmu bagaimana?? Sudah sudah cepat pakai ini dan kita sarapan, oh iya, paspor dan visa ku kan ada dirumah dan pasti ikut terbakar"
" Itu bukan masalah besar, kita masih punya banyak waktu untuk mengurusnya, jadi kau tenang saja".
*******
Waktu berlalu, persiapan keberangkatan Aditya dan Cahya berbulan madu sudah hampir selesai, tinggal mengemasi pakain mereka dan besok siang akan berangkat. Nyonya Harry mengunjungi Cahya dikamarnya yang sedang mengemasi pakaiannya.
" Kalian sudah menyiapkan semuanya, jangan sampai ada yang tertinggal" Ujar nyonya Harry dengan senyumannya yang khas.
" Sudah Mama, semua sudah siap, tetapi aku mengkhawatirkan ibu"
" Sayang, kau tidak perlu khawatir, Mama akan mengunjunginya setiap hari, Mama juga akan merasa sangat kesepian jika kau tidak ada dirumah, lagipula disana juga ada Bibi dan Aditya sudah memastikan keamanan rumah dengan baik, kau nikmati liburanmu, have fun dan saat pulang bawalah kabar gembira untuk semua orang"
" Makasih ya Mama sayang" Cahya memeluk ibu mertuanya dengan sangat bahagia dan bersyukur memilikinya karena sangat menyayanginya dan juga keluarganya.
" Baiklah kau bereskan ini semua, mama keluar dulu, oh iya sepertinya Aditya sedang menyelesaikan pekerjaannya karena akan pergi selama beberapa hari jadi dia terlihat sangat sibuk di ruang kerjanya, kalau kau sudah beres bawakan suami mu itu jus dan camilan kesukaannya" Nyonya Harry mencium kening Cahya dan mengelus pipinya lalu beranjaka pergi.