SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 18



Malam harinya Aditya dan Adri melanjutkan perjalanan untuk menemui Ariel dan meminta bantuan untuk mengurus pernikahannya dengan Cahya, karena Aditya tahu bahwa Ariel memiliki beberapa Hotel dan ballroom disana sering digunakan untuk acara-acara besar seperti pernikahan, dan untuk Wedding Organizer pasti Ariel juga punya kenalan disana.


Aditya mengambil ponselnya dan menghubungi Ariel menanyakan keberadaannya ternyata Ariel sedang makan malam di Sugar Resto bersama Elea. Adri mengarahkan mobilnya menuju tempat Ariel berada sesuai dengan perintah kakaknya itu.


Sampailah mereka disana dan benar Ariel serta Elea berada disana, Ariel menggerutkan kening melihat sahabatnya yang tidak seperti biasa lalu menanyakan apa yang terjadi. Aditya menceritakan semua insiden kekacauan yang terjadi kemarin dirumah Cahya, Ariel menggelengkan kepala tak menyangka ada hal semacam itu terjadi, dan Elea terlihat marah mengetahui kelakuan Cyntia pada sahabatnya itu, pasti Cahya hancur itu yang pertama ada dipikiran Elea.


“ Dia datang hanya untuk mengumpat dan menghina Cahya??? Padahal yang datang menemui Cahya adalah inisiatif Theo sendiri??? Benar-benar sudah tidak waras perempuan itu, ****!!” Gumam Elea dengan nada yang sangat marah, pantas saja sejak kemarin Cahya tidak membaca dan membalas Chatnya ternyata karena ini, Elea merasa pasti sahabatnya itu sangat hancur.


“ Lalu apa yang bisa aku bantu Dit??” Tanya Ariel.


“ Bantulah aku mengurus pernikahanku dan Cahya, baik tempat, Undangan, Wo, Cathering dan lain-lainnya, lo bisakan Iel??”


“ Kalian akan benar-benar menikah?? Kau yakin?” Tanya Elea yang masih tidak percaya dengan rencana Aditya.


“ Ini keputusan yang terbaik, aku sudah berdiskusi dengan Cahya tentang hal ini, karena harus kalian tahu bahwa Cyntia tidak akan berhenti dengan apa yang sudah dia lakukan, jika aku tidak segera membungkam mulut lebarnya itu, aku ingin pernikahan ini semewah mungkin, aku yakin kau bisa mengaturnya dengan baik Iel”


“ Lalu bagaimana kalau perempuan sialan itu menghina Cahya saat pernikahan kalian, mengingat dia juga pernah menghina Cahya saat dipestamu waktu itu?” Tanya Elea.


“ Elea, Aku rasa kau bisa menanganinya, jangan biarkan Cyntia menggumamkan hal buruk tentang Cahya, tetapi jika dia masih melakukannya, aku yang akan menghancurkannya sendiri” Jawab Aditya sambil tersenyum.


Ariel bersedia membantu keperluan pernikahan Cahya dan Aditya, besok dia akan mengadakan meeting dengan pegawai hotelnya membahas masalah ini. Kini Aditya hanya tinggal menyiapkan dokumen-dokumen untuk pernikahannya.


****


Keesokan harinya Aditya mulai mengurus segala keperluan untuk pernikahannya, Cahya tidak bisa membantu karena dia sudah mengambil banyak Cuti bulan ini, dia merasa tidak enak dengan atasannya, sedangkan pekerjaannya sangat banyak, bahkan untuk pengukuran gaun pengantinnya Cahya meminta Aditya untuk mengatur pertemuan dengan designer pada sore hari setelah pulang dari kantor.


Aditya sangat bersyukur Mamanya membantunya untuk mengurus Gaun serta pakaian untuk keluarga, mamanya menghubungi sahabatnya seorang designer dan menyanggupi untuk menyelesaikan semuanya kurang dari 1 Minggu. Aditya ingin pernikahan ini dilaksanakan dengan baik dan mewah, agar tidak ada lagi yang bisa menghina Cahya.


Aditya lupa bahwa dia belum melamar Cahya, karena memang semuanya serba dadakan, membuat Aditya melupakan hal yang sangat penting yaitu Cincin pertunangan dan Cincin Pernikahan. Aditya lantas menghubungi Adri untuk pergi ke toko perhiasan membeli Cincin pertunangan untuk Cahya, karena dia masih harus mengurus beberapa hal, sedangkan saat ini kebetulan Adri sedang mengantar Mamanya, Chika serta ibunya untuk melakukan pengukuran baju yang akan dikenakan saat pernikahan nanti, jadi biarakan ibu Cahya dan Mamanya yang memilihkan Cincin Pertunangannya serta Cincin pernikahan juga.


****


Ariel sudah selesai melakukan meeting dengan Manager Hotelnya dan juga pemilik WO membahas persiapan pernikahan sahabatnya itu tetapi pihak WO meminta bertemu dengan calon pengantinnya untuk pemilihan Dekorasi serta Undangan, Ariel pun langsung menghubungi Aditya mengatur waktu.


“ Halo, kau dimana? Pihak WO meminta bertemu denganmu dan Cahya membahas pemilihan dekorasi pernikahan kalian, kalau bisa hari ini?” Tanya Ariel dan Aditya menjawabnya nanti malam bisa karena saat ini Cahya masih dikantor.


Ariel sangat senang akhirnya tugasnya membantu Aditya beres juga, dan berharap semoga semuanya berjalan dengan sangat lancar tetapi tiba-tiba ponselnya berdering dan Aditya mengirim pesan untuknya.


“ Sorry Iel gue ngrepotin lagi, bisakah lo siapkan tempat untuk gue, direstoran hotel lo malam ini, gue akan melamar Cahya setelah pertemuan dengan pihak WO nanti”


“ Bangkee Si Adit, ngerjain gue apa gimana? Kalau bukan teman udeh gue tampol tuh muka” Gerutu Ariel kesal.


Hari ini sangat melelahkan bagi Aditya, sehari penuh dia mengurus semuanya sendiri, dan sore ini dia masih harus mengantar Cahya ke butik yang sudah Mamanya pilih, belum lagi harus bertemu WO dan yang paling penting adalah melamar Cahya dengan sepantasnya. Aditya tidak menyangka bahwa keinginannya untuk memiliki Cahya ternyata didengar oleh Tuhan walaupun dengan cara yang tidak dia duga sebelumnya, mungkin Tuhan memiliki rencana terbaik untuk Cahya, tetapi Aditya tetap tidak membenarkan perlakuan Cyntia yang merendahkan Cahya begitu kejamnya.


Aditya akan menepati janjinya untuk menjaga dan melindungi Cahya dan yang pasti akan membuat Cyntia menerima akibat dari perbuatannya.


Aditya menjemput Cahya di kantornya dan langsung menuju butik untuk pengukuran Gaun pernikahannya.


Sampai disana mereka disambut dengan ramah oleh designernya langsung, selagi menunggu Cahya diukur Aditya melihat-lihat katalog yang diberikan oleh pegawai butik untuk memilih gaun mana yang akan dipakai Cahya tetapi semua keputusan ada di Cahya dia menginkan yang mana. Cahya pun selesai, dan Aditya memberikan katalognya agar Cahya bisa memilih gaun yang diinginkannya, tetapi Cahya justru menolak dan menyuruh Aditya memilih sendiri mana yang dia sukai dan Cahya mengikuti saja. Karena tidak ingin membantah Cahya, Aditya pun bertanya kepada Designernya mana Gaun terbaru dan yang pas untuk Cahya dan ditunjukkan ada 3 Gaun keluaran terbaru, Aditya pun memilih Gaun ini.



Tetapi Cahya justru menggerutkan keningnya dan menolak, menurutnya Gaun itu terlalu berlebihan.


“ Tadi kau ku suruh memilih tidak mau malah menyuruhku untuk memilihkannya, sekarang kau bilang pilihanku terlalu belebihan??? Sudah kita pilih yang ini saja ya biar cepat!” Ucap Aditya sambil tersenyum dan Cahya tidak bisa menolak kemauan Aditya.


Setelah berdiskusi sebentar,Aditya segera mengajak Cahya untuk bertemu dengan WO direstoran yang terletak dihotel milik Ariel. Setelah sampai disana lagi-lagi Cahya menyerahkan semua ke Aditya, terserah Aditya mau memilih dekorasi yang mana, begitupula dengan undangan, Aditya sedikit kesal tapi dia tidak mau berdebat dengan Cahya karena sudah tidak memiliki banyak waktu.


Akhirnya permasalahan dekorasi pun selesai dan pihak WO berpamitan. Ponsel Aditya berbunyi dan ternyata itu telepon dari Adri yang mengatakan bahwa sedang berada di depan Restoran untuk mengantar Cincin lamaran Cahya, Aditya pun berpamitan sebentar ke Cahya untuk keluar sebentar dan menyuruh Cahya menunggu.


Aditya bergegas menemui Adiknya, Adri tersenyum dari kejauhan saat melihat kakaknya tampak berjalan secara buru-buru menghampirinya.


“ Lamarlah kak Cahya dengan pantas, kak Cahya pasti menyukainya” Ucap Adri sambil membuka kotak cincinnya.


“ Ini bagus simple tapi sangat Elegan” Ungkap Aditya.


“ Tentu saja, aku dan ibu yang memilihkannya” Ucap Chika yang tiba-tiba muncul dari belakang Aditya.


“ Ayo sekarang sudah saatnya, kak Elea dan kak Ariel sudah menunggu didalam, semua sudah disiapkan dengan baik, kak Adit, lamarlah kakakku dengan baik dan romantis, dan berjanjilah kau akan menyayanginya dan mencintainya sepenuh hati dan jangan biarkan dia menangis, oke” Ujar Chika dengan bahagia, yang membuat Aditya tersenyum dan memeluknya.


“ Baiklah adikku yang cantik, aku akan membahagiakan kakakmu”


Aditya berjalan ke arah Cahya dan langsung berlutut didepan Cahya membuat Cahya terkejut, beberapa saat kemudian disusul oleh Adri, Chika, Ariel dan Elea yang masing-masing membawa Bucket bunga yang berbeda-beda, tak berapa lama Aditya mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisi Cincin.


“ Cahya, aku tahu kita baru kenal dan bertemu hanya beberapa kali, kamu adalah wanita cantik, baik hati dan penyayang, saat aku memutuskan untuk menikahimu kurasa itu adalah jalan yang terbaik yang Tuhan berikan, percayalah aku akan selalu menjagamu, menemanimu saat kau sedih dan bahagia, akan selalu membuatmu bahagia, akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, dan untuk itu saat ini aku hanya ingin mengatakan WILL YOU MARRY ME???”


Cahya terkejut tidak menyangka Aditya akan melamarnya, dia hanya berpikir pernikahan adalah jalan terbaik tetapi angat tidak menyangka bahwa dia juga akan dilamar seperti ini, tak terasa airmatanya menetes karena terharu akan kebaikan Aditya selama ini, semoga ini yang terbaik.


“ Yes, I will” Cahya menjawab sambil menganggukkan kepalanya dan meneteskan airmatanya, Aditya memasangkan Cincin dijari manis Cahya lalu menciumnya dan berdiri memeluk Cahya.


Semua bertepuk tangan, Chika pun meneteskan airmata nya dan berharap semoga ini awal yang indah dan terbaik untuk kakaknya.