SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 145



"Bagaimana kau bisa tahu Dit?" Tanya Elea panik.


"Tadi dia sendiri yang bercerita...!"


"Jadi....??? Dia tahu jika tadi yang bersamanya di lift adalah aku??"


"Tidak El, tenanglah dia tidak mengenali dia hanya bercerita jika dia berada dengan wanita dilift ciri-ciri yang dia sebutkan sepertinya mengarah padamu, penampilanmu sekarang memang sangat berbeda dari sebelumnya tidak mudah dikenali"


Elea menghela napasnya, dia merasa sangat bersyukur karena Ariel tidak mengenalinya tadi. Sepertinya memang benar Ariel sudah tidak lagi peduli padanya, padahal dulu sebelum pergi meninggalkan apartment Ariel, Elea sempat meninggalkan surat untuk Ariel dan memberitahunya jika dia hamil. Tetapi selama ini dia tidak pernah mendengar cerita dari Aditya atau Cahya jika Ariel sedang mencarinya atau sekedar menanyakan tentang dirinya, Elea tidak pernah mendebgar itu. Membuat Elea yakin bahwa Ariel memang benar-benar sudah melupakannya, sudah tidak peduli padanya padahal dia sedang hamil. Elea menunduk sedih meratapi nasibnya.


Cahya dan Aditya mengarahkan pandangannya ke arah Elea yang menunduk sedih. Cahya memegang pundak Elea yang duduk dikursi disamping ranjangnya.


"El, apa kau baik-baik saja?"


Elea mengankat kepalanya dan menyeka airmata nya. "Ah aku tidak apa-apa Ca"


"Sayang, bisakah kau booking hotel untuk Elea didekat sini, agar dia bisa beristirahat dengan nyaman"


"Baiklah" Jawab Aditya.


Elea menolak dan mengatakan tidak perlu tetapi Cahya memaksanya karena memikirkan kenyamanan Elea dan kehamilannya, tentu Elea sangat butuh tempat istirahat yang nyaman.


****


Cahya sudah tertidur, dan Elea juga sudah pergi ke hotel. Aditya meminta ibu mertuanya untuk sementara menjaga Cahya, karena dia akan pergi untuk melihat kondisi Adri.


Aditya sampai disana dan melihat Mamanya sedang duduk menunggu diluar ruangan bersama Papanya. Aditya mengamhampiri mereka dan menanyakan keadaan Adri. Ternyata dokter mengatakan kondisi Adri sudah mulai stabil dan sekarang Chika sedang ada didalam menungguinya.


"Mama dan Papa aku pesenin hotel ya, agar bisa istirahat dengan nyaman, aku dan Chika yang akan menunggui Adri disini" Ucap Aditya.


"Tapi Mama mau tetap disini jagain anak Mama"


"Ma, ada aku dan Chika disini, kalau Adri sudah dipindah ke ruang rawat inap terserah Mama deh tapi Adit ga mau kalau melihat mama harus istirahat diluar seperti ini, tadi aku juga sudah menyuruh Elea untuk beristirahat di hotel, besok Mama dan Papa bisa kembali lagi kesini bersama Elea, please Ma, kesehatan Mama juga penting"


"Tapi???"


"Sudahlah Ma, Adit benar kita beristirahat saja dihotel, sejak tadi Papa lihat Mama sangat panik, ayo kita turuti saja saran Adit, besok pagi-pagi kita kembali kesini"


Aditya lalu memesankan kamar hotel untuk kedua orangtuanya. Saat Mama dna Papa Aditya hendak pergi ternyata Ariel datang, dia datang sendiri karena tadi Rama sudah pulang lebih dulu.


Ariel akhirnya menjelaskan semuanya, dan juga pertemuannya tadi dengan Randy di kantor polisi. Ternyata Cheryl adalah sepupu dari Chitra, dan Cheryl juga ternyata yang mengirim pesan pada Cahya mengajaknya untuk bertemu. Cheryl sudah merencanakan semuanya untuk menjebak Cahya.


Mendengar semua cerita Ariel, akhirnya Aditya mendapatkan semua jawaban dari pertanyaannya. Aditya benar-benar terkejut mengetahui jika Cheryl adalah sepupu dari Chitra. Rasa terkejut juga dirasakan oleh kedua orangtua Aditya, mereka sungguh tidak menyangka hal ini bisa terjadi.


"Thanks Iel"


*****


Keesokan harinya Chitra dan keluarganya datang ke rumah sakit untuk menemui keluarga Aditya dan meminta maaf kepada mereka atas semua perbuatan yang sudah dilakukan Cheryl kepada Cahya dan Adri. Kesedihan terlihat jelas dari kedua orangtua Chitra, terutama Ibu Chitra yang menangis sambil memeluk Mama Aditya seraya meminta maaf.


Mereka juga mengatakan bahwa saat ini kedua orangtua Cheryl sedang dalam perjalanan datang dari luar negeri. Mereka sangat menyesal telah memberi ijin Cheryl datang kemari, karena mereka pikir Cheryl sudah sembuh karena sudah lebih dari satu tahun Cheryl selalu menunjukkan sikap baik dan tidak ada tanda-tanda jika sakitnya kambuh.


Chitra meminta ijin kepada Aditya agar mereka bisa diijinkan untuk bertemu dengan Cahya. Aditya akhirnya membawa Chitra dan keluarganya pergi menuju ruang rawat inap Cahya, diikuti oleh Chika.


Cahya sedang sarapan disuapi oleh Elea, Cahya tersenyum saat melihat Aditya datang menemuinya.


"Selamat pagi suamiku, akhirnya kau datang juga, bagaimana keadaan Adri?"


"Kondisi Adri sudah stabil tapi dia masih belum sadarkan diri, sayang ada yang ingin bertemu denganmu"


"Siapa??"


Cahya lalu melihat kedatang Chitra dan kedua orangtuanya, Cahya tersenyum melihat kedatangan mereka. Cahya belum mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi dan apa hubungan Chitra dengan Cheryl. Chitra langsung memeluk Cahya sambil menangis dan meminta maaf pada sahabatnya itu.


Cahya sangat bingung dengan apa yang terjadi dan kenapa keluarga Chitra meminta maaf padanya. Akhirnya Aditya menjelaskan semuanya dan Cahya sangat terkejut mendengarnya. Penyesalan benar-benar terlihat jelas diwajah mereka, membuat Cahya merasa iba.


"Aku sudah memaafkan Cheryl, jadi kalian berhentilah menangis seperti ini" Ujar Cahya.


Tetapi tampaknya Aditya tidak sependapat dengan istrinya. "Walau istriku sudah memaafkan tetapi maaf kurasa hukum harus tetap berjalan, Cheryl sudah membahayakan nyawa istri dan Adikku, bagaimanapun Cheryl harus menerima semua hasil perbuatannya, sekali lagi aku minta maaf "


"Kami tahu Dit, kak Cheryl memang pantas dihukum atas perbuatannya tapi bagu kami yang terpenting kalian mau memaafkan perbuatannya itu sudah cukup karena kami tidak ingin hubungan pertemanan kita semua rusak karena kejadian ini" Ucap Chitra seraya menangis sambil memegang jemari Cahya.


****


Hari sudah siang, setelah kedatangan keluarga Chitra, dokter datang dan memeriksa keadaan Cahya. Psikiater yang kemarin juga datang dan menemui Cahya. Mereka mengatakan jika kondisi Cahya sudah membaik dan besok dia sudah diijinkan untuk pulang dengan catatan Cahya tidak boleh lagi merasa stres dan tertekan. Aditya pergi dengan ibu Cahya untuk melihat kondisi Adri dan meninggalkan Cahya bersama Elea dan Chika.


Chika mengupaskan jeruk untuk Cahya, sedangkan Elea masuk ke kamar mandi. Saat Chika dan Cahya sedang asyik mengobrol, tiba-tiba pintu ruangan Cahya terbuka. Ternyata Ariel datang bersama dengan Viona untuk menjenguk Cahya. Seketika Cahya dan Chika terkejut dibuatnya dan adik kakak itu saling berpandangan.


"Selamat siang Ca, bagaimana keadaanmu? Maaf semalam aku tidak sempat menemuimu karena Aditya menyuruhku mengurus beberapa hal" Ariel berucap sambil tersenyum dan dia mengenalkan Viona sebagai temannya kepada Cahya. Dengan berat hati Cahya menerima uluran dari tangan Viona.


"Well, kami memutuskan untuk menjengukmu lebih dulu sebelum menjenguk Adri, dimana Aditya apa dia ada di....."


Belum selesai Ariel berbicara, tiba-tiba pintu kamar mandi dibuka dari dalam. Pandangan mereka berempat langsung teralihkan oleh pintu yang terbuka itu dan ternyata Elea keluar dari dalam kamar mandi.