SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 11



Cuti 2 hari membuat pekerjaan Cahya sedikit menumpuk, ia datang lebih pagi ke kantor. Cahya kebingungan entah dia menikmati cutinya itu atau tidak, sejak kedatangan Theo kerumahnya suasana hatinya sangat tidak baik, entah apa yang ada dipikiran Theo setelah sekian lama dia pergi kenapa kembali dan mengatakan masih mencintainya padahal dia sudah memiliki Cyntia, Cahya benar-benar dibuat pusing oleh tingkah laku Theo.


“Bagaimana dengan cutimu, apakah menyenangkan??” Elea berteriak mengagetkan Cahya yang sedang melamun didepan Komputer.


“Kau mengagetkanku saja” Cahya berucap kesal karena tingkah Elea.


“Pagi-pagi bukannya membereskan pekerjaanmu yang kau tinggalkan kemarin dan kau malah sibuk melamun, apa yang kau pikirkan?”


“Nanti jam makan siang kita ke Golden Cafe, akan kuceritakan kepadamu, pergilah sekarang jangan ganggu aku hahaha” Cahya tertawa dan mengusir Elea dari meja kerjanya.


*****


Pekerjaan Aditya pun tak kalah banyak, walaupun tadi pagi Mamanya melarang keras agar dia tidak pergi kekantor, tampaknya Aditya mengabaikannya, dia merasa sudah cukup beristirahat dan harus menyelesaikan pekerjaannya dikantor. Aditya sesekali teringat dengan Cahya, perempuan itu entah kenapa akhir-akhir ini menghantuinya, tetapi Cahya benar-benar sulit untuk didekati.


Aditya sudah beberapa kali mencoba menghubungi Cahya lewat Chat tapi tidak pernah dihiraukan dan hanya dibaca saja, tetapi itu justru membuat Aditya semakin ingin mendekatinya dan dia juga teringat akan perkataan Adri tentang kedatangan Theo kerumah Cahya yang membuat seluruh keluarga merasa kesal. Nampaknya Aditya harus mengulik informasi seputar Theo, kenapa sampai seluruh keluarga Cahya terlihat membencinya, dia hanya sekedar tahu bahwa Theo adalah mantan kekasih Cahya selebihnya dia tidak tahu masalah apa hingga membuat Theo meninggalkan Cahya.


Ketukan pintu ruangannya mengalihkan Aditya dari fokusnya didepan komputer ternyata Sekretarisnya.


“Tuan Ariel ada diluar dan ingin menemui anda pak?”


“Persilahkan dia masuk”


“Aku sudah masuk tanpa perlu kau persilahkan” Lelaki tampan berkacamata hitam memasuki ruangan Aditya, dia adalah Sahabat dan patner kerja Aditya dan mempersilahkannya untuk duduk.


“Kudengar kau sedang sakit kenapa ada dikantor sekarang?” Ariel bertanya lalu melepas kacamatanya.


“Aku sudah sembuh dan kau tidak menjengukku, sahabat macam apa dirimu itu?”. Aditya tampak mencela Ariel.


“ Aku kesini untuk menjengukmu tapi tampaknya kau sudah terlihat baik-baik saja”


“ Sudahlah ayo kita bahas tentang proyek kita sebentar lagi jam makan siang, aku tidak ingin kau mengganggu jam makan siangku”


Aditya dan Ariel kemudian membahas proyek kerjasama mereka dengan serius sampai akhirnya Ariel mengadu bahwa dia sangatlah lapar dan mengajak Aditya untuk keluar mencari makan siang.


***


Cahya dan Elea masuk ke Golden Cafe dan memesan minum serta cemilan untuk mengisi perut mereka, Cahya mulai menceritakan kejadian dimana Theo datang ke rumahnya bahkan Theo mengatakan dia masih mencintainya. Elea menanggapi dengan penuh keheranan, apa sebenarnya yang ada dipikiran Theo.


“Si brengsek itu mengatakan dia masih mencintaimu? Wow benar-benar tidak bermuka”


“ Kau tau El, bahwa dia berjanji akan menemuiku lagi nanti, kenapa dia datang lagi kehidupku padahal aku sudah memulai kehidupan baruku lagi, sekarang apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi Theo?”


“ Aditya???? Kau???” Cahya memekik kecil karena terkejut sedangkan Elea memandang Aditya dengan wajah tak percaya.


“ Aku tidak sengaja tadi mendengar obrolan kalian, terlihat seru sampai kalian tidak menyadari bahwa aku duduk dibelakang kalian hahaha bolehkah aku bergabung dengan kalian?” Aditya tersenyum memelas agar diijinkan bergabung dengan Cahya dan Elea.


“ Boleh pasti boleh, siapa yang bisa menolak pria tampan sepertimu” Elea bergumam mempersilahkan Aditya, dan disisi lain Cahya tampak meragu tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


Ariel masuk ke Cafe mencari Aditya dan melihatnya sedang duduk dengan 2 perempuan, lalu menghampirinya.


“ Oh kenalkan girls ini sahabatku Ariel, dan Iel kenalkan ini Cahya dan Elea mereka dari Direct Publisher” Aditya mengenalkan Ariel dan Elea kembali berulah dia menatap Ariel dengan mulut menganga tidak percaya ada 2 pria tampan didepannya dan sekarang duduk didepannya. Aditya kemudian memanggil Waiter untuk memesan makan siangnya dan Ariel.


“ Hai Ca, senang sekali bisa bertemu denganmu lagi disini, dan kenapa kau tidak membalas pesan-pesanku kemarin apa kau sedang sibuk??” Aditya bertanya sambil tersenyum, sedangkan Cahya hanya diam.


“ Pak Aditya punya nomornya Cahya?” Tanya Elea


“ Tentu saja, dia editor Direct Publisher dan aku menjalin kerja sama dengan perusahaan kalian, dan Adikku juga berpacaran dengan Chika adiknya Cahya, kami sering bertemu akhir-akhir ini, bahkan kemarin Cahya datang menjengukku saat aku sakit, benarkan Ca??”


“What? Jadi kalian sering bertemu??”


“ Thats Right Elea, dan juga Elea, bisakah kau membuat temanmu ini lebih ceria, aku heran setiap bertemu dengannya dia tidak pernah tersenyum padaku dan hanya menjawab pertanyaanku dengan singkat padahal jika dia mau tersenyum dia sangat manis dan cantik” Goda Aditya.


“ Abaikan saja, Cahya memamg seperti itu, aku juga suka marah padanya, dia terlalu serius haha” Elea tertawa menjelaskan dan sikutnya menyenggol Cahya agar sahabatnya itu tidak melulu cemberut. Mereka berempat makan siang bersama dan diselingi dengan obrolan-obrolan seputar pekerjaan dan sesekali bercanda.


“ Thanks girls, udah bolehin aku dan Ariel bergabung dan makan bersama kalian, oke sudah waktunya Back to office, kita jumpa lain waktu lagi, senang bisa bertemu kalian”.


Aditya memanggil waiters dan meminta bil pembayaran dan membayar makanannya tetapi Cahya menolak dan akan membayar makanannya dengan Elea, tetapi penolakkannya diabaikan oleh Aditya.


“ Oke tuan tampan tadi kau datang dan bilang mau mengajak Cahya menikah, nikahilah saja dia agar sahabatku ini hidupnya lerbih berwarna dan biarkan aku menikah dengan lelaki yang ada disampingmu itu hahahaha” Elea berucap sambil tertawa terbahak-bahak menggoda Cahya dan Ariel dan Aditya pun ikut tertawa melihat kekonyolan Elea, dan apa yang dilakukan Cahya dia hanya menimpali candaan Elea dengan senyum yang tampak dipaksakan, perempuan ini harus bisa Aditya luluhkan suatu saat nanti.


“ Elea, bisakah kau mengontrol bicaramu, kau ini sungguh keterlaluan bercandamu” Cahya mengomeli Elea, saat ini mereka sedang berada dimobil Elea untuk kembali ke kantor


“ Oh cmon, mereka sangat baik, apa yang membuatmu tidak nyaman? Kau lihat tuan tampan itu dia sangat baik, murah senyum dan tampaknya dia menyukaimu?”


“ Diamlah kau!” Cahya kesal dengan kelakuan sahabatnya ini tetapi seperti biasa Elea tidak peduli dengan peringatannya itu.


“ Sudah waktunya kau membuka diri Ca, jangan seperti ini terus, kau harus membuktikan kepada Theo bahwa kau bisa bahagia tanpa dia, kau sekarang harus berdiri kuat untuk membungkam Theo agar kau tidak dipermainkan lagi dan ya dari yang aku lihat tadi nampaknya Aditya benar-benar menyukaimu, aku lihat sesekali dian melihatmu dalam-dalam lalu dia tersenyum, dia sangat baik"


" Elea kau ini semakin tidak waras dan meracau kemana-mana"


Cahya benar-benar dibuat kesal oleh kelakuan sahabatnya ini, tetapi ada benarnya juga ucapan Elea bahwa dia harus bahagia dan melupakan Theo, saat ini dia sudah berusaha tetapi untuk membuka hatinya, Cahya masih dihantui dengan rasa kesakitan dan perlakuan Theo terhadapnya, membuatnya tidak percaya lagi dengan laki-laki. Cahya hanya berharap semoga Tuhan segera bisa membuat hatinya terbuka lagi agar dia bisa memiliki pasangan yang baik dan mau menerima ia dan keluarganya dengan apa adanya suatu saat nanti.