Love And Contract

Love And Contract
Momen Manis Angkasa Dan Laretta



Konten dewasa, harap bijak dalam membaca! untuk anak dibawah umur, harap menjauhi bab ini!


Happy Reading....


...*******...


Setelah selesai rangakaian acara resepsi pernikahan yang cukup panjang dan melelahkan, kini Angkasa membawa Laretta kembali ke mansion miliknya. Laretta mengedarkan pandangannya melihat mansion milik Angkasa. Sebuah mansion yang terlihat begitu nyaman dan tidak kalah mewah dengan mansion milik Kakaknya. Nuansa berwarna grey menunjukkan kesan yang sangat elegan di mansion ini. Tidak hanya warna grey, tapi beberapa kombinasi warna seperti hitam dan putih membuat mansion ini memiliki keunikan tersendiri.


Sekarang, Laretta telah resmi menjadi istri dari Angkasa Nakamura. Dia akan memulai kehidupan barunya dengan pria itu. Jika sebelumnya, tidak pernah terbayangkan dirinya akan menikah dengan Angkasa. Tapi semuanya kini telah menjadi sebuah kenyataan yang indah baginya.


Angkasa menggenggam tangan Laretta, berjalan menuju ke arah kamar mereka. Tatapan Laretta kini melihat kamar yang bernuansa berwarna hitam dengan kombinasi


warna cokelat gelap. Laretta mengulum senyumannya, kamar Angkasa benar - benar maskulin. Jika sebelumnya kamar Laretta berbuansa gold, kali ini dia harus menerima kamar suaminya yang berbeda dengan kamarnya yang sebelumnya.


"Aku tahu apa yang kau pikirkan?" kata Angkasa sembari mengelus lembut pipi Laretta. "Besok, kita akan mengganti tatanan kamarku. Pasti ini tidak sesuai dengan kamar yang kau inginkan."


"Tidak usah Angkasa." balas Laretta. "Aku tidak masalah dengan masalah tatanan kamarmu."


Angkasa menarik dagu Laretta, mencium dan ******* lembut bibir bibir istrinya itu. "Aku akan tetap menggantinya. Nanti aku akan meminta orangku yang mengurus. Sekarang lebih baik kau itu mandi dan mengganti pakaianmu. Aku sudah menyiapkan pakaianmu di walk in closet milikmu di ujung kanan." Angkasa menunjuk ke arah walk in closet milik Laretta yang telah dia siapkan untuk istrinya.


Laretta mengangguk, dia langsung berjalan menuju ke arah kamar mandi. Saat tiba di kamar mandi, Laretta mulai melepaskan gaun yang melekat di tubuhnya. Dia masuk kedalam jacuzzi. Merendamkan tubuhnya membuatnya jauh lebih rileks. Aroma susu yang bercampur dengan jasmine, membuat kulitnya lebih halus. Setelah selesai berendam, Laretta membilas tubuhnya. Lalu mengambil bathrobe dan berjalan menuju ke arah walk in closet miliknya.


Laretta tersenyum, ketika dirinya sudah berada di walk in closet yang telah di siapkan oleh Angkasa. Tatanan walk in closet bernuansa gold, sama seperti walk in closet miliknya. Rupanya Angkasa telah menata walk in closet miliknya. Laretta melihat gaun - gaun indah yang berada di wardrobe, mulai dari gaun pesta, gaun sehari - hari hingga gaun tidur. Semuanya tertata dengan begitu sempurna. Pandangan Laretta kini teralih pada koleksi perhiasan yang berada di hadapannya. Laretta menghela nafas dalam. Dia sungguh tidak menyangka, jika Angkasa telah menyiapkan semuanya untuk dirinya. Laretta mengambil gaun tidur yang berwarna navy, lalu dia langsung mengganti pakaiannya. Kemudian Laretta berjalan keluar menghampiri Angkasa.


Seketika jantung Laretta berdegup dengan kencang melihat Angkasa yang hanya memakai celana training panjang dengan kaos berwarna putih. Tidak pernah Laretta melihat Angkasa memakai pakaian santai seperti itu. Dia mengatur napasnya, lalu membaringkan tubuhnya di samping Angkasa yang tengah berkutat dengan ponselnya.


"Kau sudah selesai?" tanya Angkasa saat melihat Laretta sudah membaringkan tubuh di sampingnya.


"Sudah," jawab Laretta yang berusaha untuk tidak gugup. "Hm, Angkasa boleh aku bertanya sesuatu padamu?" Laretta menatap lekat Angkasa yang kini sudah menghadap dirinya.


"Ada apa?" Angkasa mengelus lembut pipi Laretta.


"Tapi aku ingin bertanya tentang sedikit masa lalumu?" kata Laretta yang tampak ragu. "Apa kau mau menjawabnya?"


"Aku akan menjawab semua pertanyaanmu Laretta," ujar Angkasa. "Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Dulu, saat kau mengetahui Devita sudah menikah dengan Kakakku. Kenapa kau tidak berusaha untuk memperjuangkannya? Tapi saat denganku kau begitu memperjuangkanku. Bahkan kau tahu, kau melawan Kakakku sama saja kau kemungkinan akan kehilangan segalanya. Atau kau memperjuangkanku karena aku tengah hamil?" tanya Laretta yang sejak dulu ingin dia tanyakan. Hanya saja, dia baru berani bertanya malam ini.


"Aku pernah mengalami masa kehancuranku ketika melihat Devita yang sudah menikah dengan Kakakmu. Aku tahu, aku bisa saja memperjuangkan Devita. Tapi aku merasa Devita memang lebih pantas untuk menikah dengan Brayen. Aku selalu merasa tidak pantas bersanding dengan Devita, ketika aku tahu calon suaminya adalah Brayen Adams Mahendra. Saat itu, aku tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk memperjuangkan Devita. Aku hanya menginginkan Devita bahagia dengan pria yang tepat."


"Aku pernah berjanji pada Devita untuk kembali. Kenyataannya aku tidak kembali. Aku pernah berjanji pada Devita akan menunggunya, tapi kenyataanya aku tidak menunggunya. Aku membenci diriku yang begitu pengecut. Semua itu menjadikan pelajaran bagiku. Hingga takdir membawaku bertemu denganmu. Aku juga tidak menyangka kau adalah adik ipar dari wanita di masa laluku. Tapi percayalah, aku tidak pernah menyesali pertemuanku denganmu."


"Aku pernah gagal memperjuangkan wanita di masa laluku, dan aku tidak ingin itu terjadi untuk kedua kalinya. Aku memperjuangkanmu karena aku mencintaimu. Aku mencintaimu jauh lebih dengan wanita yang ada di masa laluku. Aku memperjuangkanmu karena aku tidak ingin kehilanganmu. Bukan hanya karena kau telah mengandung. Tapi aku memperjuangkanmu karena kau memang wanita yang aku inginkan untuk menemani hidupku."


Mata Laretta berkaca-kaca mendengar semua perkataan yang terlontar dari Angkasa. Hatinya begitu menghangat dengan semua yang telah dia dengar. Air matanya, mulai membasahi pipinya. Angkasa langsung menghapus air mata Laretta dengan jemari tangannya.


Laretta tersenyum, dia mendekatkan bibirnya ke bibir Angkasa. Lalu ******* lembut bibir pria yang kini telah menjadi suaminya itu. Tidak hanya diam, Angkasa membalas pagutan Laretta. Bibir mereka saling mencecapi, dan menghisap satu sama lainnya. Lidah mereka saling berpagutan. Hingga kemudian, Angkasa membawa tangannya meremas pelan gundukan kembar di dada Laretta. Hingga membuat Laretta memekik terkejut.


"A- Angkasa-" Laretta melepaskan pagutannya. Dia terkejut saat Angkasa meremas dadanya.


Angkasa menarik dagu Laretta, kini mata mereka saling menatap satu sama lainnya. "This is our first night? Right?"


"T- Tapi-" Laretta mengalihkan pandangannya, tidak berani menatap Angkasa.


"Kita pernah melakukannya karena mabuk bukan?" Angkasa menyelipkan rambut Laretta ke belakang telinga istrinya itu. "Aku ingin melakukannya saat kita dalam keadaan sadar, sayang..."


Laretta tersipu, pipinya merona mendengar perkataan Angkasa yang begitu menghipnotis dirinya.


"Biarkan aku memilkimu Laretta," Angkasa menarik dagu Laretta, dan ******* lembut bibir istrinya itu. "May I?"


Laretta tersenyum, lalu mengangguk samar. Tanpa menunggu lama, Angkasa kembali memaguut bibir Leretta.


...***...


Laretta memeluk erat tubuh Angkasa. Ketika Angkasa mulai menggerakkan pinggulnya dengan pelan. ******* dan erangan lolos dari bibir Laretta, saat Angkasa menghentakkan miliknya semakin dalam. Angkasa memejamkan matanya, dia menggeram menikmati miliknya berada di dalam milik istrinya.


Suasana di kamar itu kini di penuhi dengan suara ******* yang saling bersahutan dari keduanya. Hingga akhirnya mereka berdua mendapatkan pelepasan. Napas Laretta tersengal - sengal. Angkasa langsung menarik tubuh Laretta dan membawanya kedalam pelukannya. Dia memberikan kecupan di puncak kepala istrinya.


"Terima kasih," bisik Angkasa.


Laretta hanya tersenyum, lalu dia membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Aroma parfume maskulin bercampur keringat membuat Laretta menyukai berada di dalam dekapan pria itu.


...********...


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiahnya.