
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Memang kapan Papa ketemu dia?” tanya Dinda saat Eddy bercerita tentang uang yang Shalimah kembalikan.
“Waktu kita di Sydney. Papa ketemu dia dan suaminya, dan Papa ancem dia. Papa juga bilang akan laporkan keberadaannya karena suaminya kan ada kasus dengan interpol,” jawab Eddy.
“Kenapa Papa enggak cerita saat itu?” protes Dinda.
“Papa enggak ingin rumah tangga kamu rusak lagi kalau kamu ketemu dia. Kalian waktu itu baru menikah dua hari. Papa enggak mau rumah tangga kalian rusak lagi. Papa enggak ingin. Papa sudah cukup lelah melihat bagaimana hancurnya kalian ketika berpisah.”
“Walau bisnismu berhasil tapi kamu terluka. Papa tahu anak-anak bahagia, tapi tidak hati kecilmu sendiri. Kamu terluka melihat anak-anak berpisah jauh dari ayahnya,” kata Eddy pada di Dinda.
Dalam hatinya Dinda membenarkan pandangan Eddy yang sangat teliti.
“Kalau sekarang ada perempuan lain datang Pa, aku akan lepas untuk diriku sendiri. Tapi tidak untuk anak-anakku Pa. Aku akan mempertahankan Mas Adit ke depannya demi anak-anak. Tidak buat aku. Aku sudah tak peduli diriku hancur atau bagaimana. Yang penting kejiwaan anak-anakku.”
“Tidak Yank, aku tetap akan memilih kamu dan pernah lagi ada nama lain. Aku tak akan pernah menyembunyikan sesuatu apa pun karena takutnya sama seperti kasus Merrydian atau kasus Shalimah. Dan ingat mereka bukan anak-anakmu semata. Mereka anak-anak KITA,” tegas Adit.
“Tak akan pernah lagi aku menutupi apa pun darimu Yank, tak akan pernah,” janji Adit dengan sepenuh hati.
‘*Kita lihat aja ke depannya. Apakah itu terbukti. Karena sekarang aku tahu ada seorang lagi yang mendekatimu, cuma kamu belum sadar*,’ kata Dinda dalam hatinya
“Wait and see aja Yah,” kata Dinda dengan sinis.
“Apa maksudmu Din?” tanya Eddy yang selalu bisa lebih tahu karakter putrinya itu. Walau Dinda adalah menantunya, tapi dihati dan mata Eddy Dinda adalah putrinya. Itu sebabnya dia lebih memahami apa yang ada dalam benak perempuan muda yang sekarang sedang hamil lagi itu.
“Aku bilang kita lihat aja apakah kata-kata Mas Adit itu bisa terbukti atau tidak,” jawab Dinda datar.
“Din jangan bikin Papa takut. Cukup Papa kepikiran sama kalian,” Eddy segera meminta kejelasan pada Dinda.
“Aku juga enggak ingin Pa. Aku sama sekali enggak ingin, tapi kalau memang nasibnya harus seperti ini aku mau bilang apa?”
“Maksudmu apa Din?”
“Ada apa sih Bun? Kamu ngomong apa?” desak Adit.
Dinda hanya diam tak mau menjawab Adit satu kata pun. Sebagai seorang istri dia punya feeling yang tidak bagus saat ini.
“Pesanku satu aja Yah. Ingat ini peringatan terakhirku buat kalian. Pesan terakhir buat Papa dan mas Adit.”
“Apa maksudmu peringatan terakhir?”
“Ini peringatan terakhirku soal rumah tangga aku dan Mas Adit. Ingat Pa, ingat Yah. Satu kali lagi aku ingatkan, ini peringatan terakhirku soal persoalan rumah tanggaku.”
“Jangan pernah pesan minum atau makanan apa pun dari kantin kantor. Papa atau Mas Adit wajib bawa air putih, air teh atau air kopi dari rumah. Papa atau mas Adit bila ingi tehh panas atau kopi buat di ruangan sendiri dari tangan sendiri. Jangan minta siapa pun untuk membuatkan. Itu peringatan terakhirku, kalau kalian langgar aku sudah tak ada maaf.”
“Nantinya untuk diriku, silakan Mas Adit berdiri di sisiku sebagai ayah anak-anak tapi tidak buat hatiku,” tegas Dinda.
“Yank, ini karena bawaan hamil bukan?” tanya Adit memastikan. Tentu dia tak mau kembali berpisah dengan istrinya.
“Enggak ini tapi real dan sangat nyata, bukan karena kehamilanku,” kata Dinda tegas.
“Adit bisa kamu pergi jauh-jauh aku mau bicara berdua Dinda. Sudah Din, ayok kita bicara di kamar Papa aja,” ajak Eddy.
Adit dan Eddy serta Dinda tak punya ruang kerja di rumah itu karena memang mereka berprinsip rumah buat istirahat bukan buat bawa kerjaan.
Dinda mengikuti Edi ke kamarnya
Rahasia apa ya yang akan Dinda kasih tahu ke Eddy? Ada yang bisa bocorin ke eyank enggak?
Jangan lupa eyank tunggu secangkir kopinya ya?
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ yok.