
“Saya keluar ya,” kata Lucas dia lihat Charles sudah tidur.
“Iya silakan,” kata Fanny dengan senyum manisnya.
“Terima kasih ya kamu sudah bikin Charles mulai berubah,” bisik Lucas dengan tulus.
“Itu kan memang sudah tugas saya,” balas Fanny.
“Selamat malam,” Lucas pun langsung keluar dari kamar Charles. Dia tak enak terlalu lama di kamar itu.
“Tapi aku mau diantar sekolah sama Papi sama mama Fanny kayak temen-temen aku yang dianterin sama mama papanya atau sama Ayah ibunya,” pagi ini di meja makan Irene sudah ribut menanggapi permintaan Charles pada Lucas.
“Kalau dianterin sama mama dan papanya ya kamu tuh yang nganterin papi sama mami bukan sama Tante Fanny,” bantah Irene keras.
“Aku yang sekolah, aku maunya diantar sama Papi dan mama Fanny. Kalau diantar sama mami aku nggak sekolah,” bantah Charles ketus.
Irene sudah tak bisa berkutik karena anaknya memang hanya ingin diantar oleh Fanny. Memang selama ini dia pun tak pernah ingin mengantarkan Charles sekolah.
Sejak hamil sampai lahir sampai sebelum kejadian ada Fanny masuk dalam hidupnya. Charles, tak pernah ada dalam hatinya Irene. Tak pernah masuk dalam pikirannya Irene. Charles baru ada ketika Fanny masuk dan ingin merebut kedudukan Irene sebagai istri Lucas.
Jadi tak aneh kalau dia sama sekali tak pernah mau mengantar Charles. Sekarang dia harus merebut Charles dari Fanny sehingga bisa tetap menjadi istri Lucas.
“Ayo, naik ke mobil Papi, ajak mama Fanny,” Lucas memutuskan dia akan mengantar Charles.
“Mami ikut di mobil Papi,” Irene memutuskan akan ikut mengantar.
“Biar Mama aja yang di depan ya,” Fanny berupaya menengahi.
“Enggak. Mama sama papi di belakang. Aku yang depan,” jawab Charles mengatur.
Lucas dan Fanny pun mengikuti permintaan Charles.
“Maaf ya,” Fanny menaruh telapak tangannya di atas punggung tangan Lucas yang berada di paha lelaki tersebut.
Lucas menoleh dan memberi senyum. Dia balik telapak tangannya sehingga bisa menggenggam telapak tangan Fanny.
“Enggak apa apa, ini permintaan Charles.” jawab Lucas. Merasa telapak tangannya dalam genggaman telapak tangan Charles, Fanny membalas genggaman itu erat. Dan dia bawa punggung tangan Lucas ke bibirnya. Dia kecup hangat membuat ada yang bangun di bawah sana membuat Lucas tak nyaman.
Lucas menggesek punggung tangan Fanny pada pisangnya yang tiba-tiba mengeras. Fanny tersenyum, dia lepas tangannya dari genggaman tangan Lucas. Selanjutnya dia mengelus pisang tanpa ragu, membuat Lucas makin tak menentu.
Lucas mengambil telapak tangan Fanny dan dia benamkan langsung agar skin to skin dengan sang pisang tanpa terhalang kain celana. Belum puas Lucas merasakan elusan tangan Fanny, mereka telah tiba di sekolah Charles.
“Sayang, hari ini Mama pulang sebentar ya. Kamu sekolah sendiri,” ucap Fanny di depan sekolah Charles.
“Iya Ma,” jawab Charles patuh. Fanny mencium bocah malang itu dengan tulus lalu kembali ke mobil. Ternyata Lucas telah memerintah sang sopir kembali ke rumah mengambil buku yang tertinggal.
“Cepat, dia menantimu kembali memanjakannya,” pinta Lucas. Fanny melanjutkan kegiatannya tadi, sekarang Lucas bebas beraksi. Tak seperti tadi saat ada driver, Lucas tak bisa bersuara.
Hari ini Lucas tak mengarahkan mobilnya ke kantor. Dia menuju hotel di pinggir kota.