
Dua hari ini Velove sibuk bahkan sangat sibuk. Dia menghubungi RT tempat tinggalnya, semua itu tak diketahui oleh Bagas. Esok adalah hari kedua sidang perceraian mereka.
“Besok kita berangkat bareng dan lebih cepat dari jadwal sidang,” kata Velove pada Bagas malam ini.
“Kemarin juga berangkat bareng kan?’ jawab Bagas.
“Sudah enggak usah ngomong apa pun,” kata Velove lalu dia langsung membalikkan tubuhnya. Velove tak percaya bahwa dia akan menghadapi persoalan seperti ini.
“Kamu mau ke mana Vy?” tanya ibu mertuanya.
“Sebentar Ma. Aku ada urusan. Enggak lama kok. Insya Allah pas makan siang aku sudah di rumah.”
“Sarapan Mama udah siap ya,” kata Velove pada mertuanya.
“Iya jangan lupa besok Mama pulang. Kamu antar Mama ya.”
“Iya Ma. Nanti sebelum aku pulang Mama tuliskan aja apa yang perlu aku cari biar aku belikan.”
“Atau selesai urus persoalanku kita pergi berdua aja kita beli oleh-oleh sekalian ya Ma?”
“Ya sudah. Mama tunggu kamu aja.”
“Iya Ma, pergi sebentar ya.” kata Velove. Bagas memperhatikan bagaimana perilaku istrinya pada mamanya. Sangat sopan dan ramah juga menghormati dan menyayangi.
“Kita ke Kantor Polisi terdekat,” kata Velove begitu masuk mobil Bagas.
“Mau apa? tanya Bagas bingung. Dia juga memang sejak tadi tak mengerti mengapa Velove minta berangkat lebih awal dari jadwal sidang hari ini.
“Sudah ikut aja, kalau memang kamu mau bener,” maka Bagas pun tidak protes mendengar ultimatum Velove barusan.
“Ada yang bisa saya bantu Bu?” tanya petugas karena Velove mendatangi yanmas di polsek untuk membuat laporan.
“Saya ingin melaporkan seseorang atas tindakan tak menyenangkan karena hendak merusak rumah tangga saya. Rumah tangga saya sudah diacak-acak seseorang Pak. Dia sengaja mengirim pesan-pesan ini pada saya.” Velove memberikan berkas pada polisi berikut nomor telepon dan isi semua pesan yang dia terima. Semua data sudah dia print rapi lengkap dengan tanggal.
“Saya sudah terima bukti bahwa ternyata semua foto yang dia kirim adalah editan ini hasil pemeriksaan foto yang dia kirimkan.”
“Foto apa Ma?” tanya Bagas bingung.
“Dan ini data orang yang saya laporkan Pak saya ingin menuntut dia karena perbuatan tidak menyenangkan.”
TELAK
Velove melaporkan pengirim pesan pada polisi dengan delik laporan karena perbuatan tidak menyenangkan. Data yang didapat adalah dari Pak RT tempat tinggal mereka.”
Bagas tak percaya melihat foto-foto dia dan janda tersebut sedang ada di hotel, ada di cafe, ada di pantai dan banyak tempat lain lagi bahkan yang paling menakjubkan adalah mereka ada di ranjang! Bagas sadar bagaimana Velove tidak marah pada dirinya kalau data yang dia terima adalah seperti itu.
Kemarin saat Velove minta data janda tersebut Pak RT juga sebenarnya tidak memberikan pada Velove. Tapi Velove memberikan data semua kelakuan janda tersebut berikut keterangan resmi dari ahli digital bahwa semua foto yang dikirimkan adalah editan. Maka akhirnya pak RT pun memberi data itu untuk pelaporan yang dilakukan oleh Velove saat ini.
“Maaf ya Mbak, kata Bu RT. Kemarin juga ada yang tanya sama saya data janda itu, tapi karena tidak memberikan bukti seperti ini suami saya tidak berani kasih tau. Kalau Mbak kan benar ada buktinya.” demikian kemarin bu RT bicara pada Velove.
“Kalau kemarin Ibu yang datang ke sini hanya memberitahu bahwa suaminya ada main dengan janda tersebut dia ingin melabrak janda tersebut.”
“Sebenarnya kalau perselingkuhan enggak usah dilabrak lah Bu. Namanya juga perselingkuhan itu kan sama-sama mau. Enggak mungkin terjadi kalau hanya satu pihah aja yang ngejar.”
“Benar Mbak. Itu yang jadi pikiran saya,” kata Pak RT.
“Buat apa di labrak kalau memang sama-sama mau melakukan hubungan terlarang seperti itu.”
“Kalau Mbak kan sudah jelas ada buktinya, suami Mbak juga bilang tidak ada hubungan apa pun walau ada fakta foto perselingkuhan itu. Ternyata fotonya editan semua maka saya berani memberikan data tersebut Mbak.”
“Iya Pak RT. Besok saya akan memberikan kopi surat laporan saya ke polisi bahwa saya memang benar-benar melakukan hal itu bukan untuk hal buruk lainnya,” kata Velove.
Bagas benar-benar tak percaya istrinya menjadi korban dari orang yang tidak bertanggung jawab seperti itu tentu saja dia marah terhadap perempuan yang membuat rumah tangganya akan berantakan hingga berujung Velove menggugat cerai.