GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
JENIS KAIL YANG BERBEDA



“Sebaiknya Bapak minta ACC Ibu Dinda dahulu. Karena ini berkaitan dengan pekerjaan yang sedang Bapak tangani. Kalau memang sudah tidak ada sangkutan pekerjaan, Bapak bisa resign. Tapi kalau masih ada tanggung jawab pekerjaan, tentu tak bisa resign begitu saja tanpa ada kompensasi,” kata HRD yang menerima surat pengunduran diri dari Gultom.


“Baik saya akan minta ACC Ibu Dinda terlebih dahulu,” kata Gultom.


Kemarin Gultom sudah menjual mobilnya. Hari ini dia masih naik ojek online karena belum dapat mobil pengganti. Tapi setidaknya dia tak takut ke kekurangan uang buat makan.


Sondang sudah memisahkan semua surat-surat berharganya yaitu ijazah dan surat mobil miliknya, sehingga mobil itu bisa dia jual. Tentu kalau surat mobil tidak disertakan dia tidak bisa jual mobil tersebut.


Hanya mobil dan ijazah saja yang Gultom miliki. Yang lainnya semua ada pada Sondang. Rumah semua pun punya Sondang, karena dulu waktu mereka menikah memang kalau beli sesuatu atas nama Sondang kecuali mobil yang mereka gunakan ini, karena mobil Sondang berbeda.


“Bu Dinda hari ini tidak hadir Pak. Beliau adalah pertemuan dengan komite sekolah, sehingga tidak hadir,” kata Irene sekretarisnya Dinda.


“Baik tolong jadwalkan saya dapat bertemu besok,” kata Gultom.


“Besok Bu Dinda ada jam 11.00 sampai jam 12.00 Pak. Kalau Bapak mau bisa saya jadwalkan di jam itu,” kata Irene.


“Oke jam 11.00. Tolong untuk saya Ya,” pinta Gultom.


“Baik Pak Gultom akan saya jadwalkan jam 11.00 itu milik Pak Gultom,” jawab Irene langsung menuliskan nama Gultom di jadwal kerja Dinda esok hari.


“Ilham. Saya sudah kasih tahu kan soal Ibu Sondang yang akan saya tempatkan di cabang kamu?” kata Dinda saat bicara dengan Ilham by phone.


“Kamu bikin sesuai dengan ketentuan pusat saja. Jadi gilir seperti pusat 1 tahun 1 kali. Sekarang yang kosong apa?” tanya Dinda.


“Kepala HRD kosong Bu. Kalau keuangan saya belum berani memberikan pada orang yang baru kenal walau kita tahu basic keluarganya,” kata Ilham hati-hati. Bagian keuangan adalah masalah yang palin sensitif. Untuk itu benar-benar dia awasi secara ketat.


“Keuangan masih 3 orang yang menangani Bu. Belum ada kepalanya. Enaknya menurut Ibu, nantinya bu Sondang masuk di HRD atau keuangan?”


“Kasih dia keuangan nggak apa-apa,” kata Dinda.


“Saya yakin dia tidak akan berani macam-macam. Karena nanti saya akan buat perjanjian tertulis untuk setiap pegawai baru. Kalau dia baca itu dia nggak akan mungkin berani macam-macam. Terlebih dia akan menghidupi dua anak sendirian tanpa ada suami. Tentu dia sangat hati-hati agar tak jatuh.”


“Baik Bu, kalau begitu besok akan saya beritahu. Karena jadwal dia datang besok jam 11.00.”


“Oke bilang saja lusa langsung bekerja. Kamu training dulu satu minggu baru lepas.”


“Baik Bu. Akan saya laksanakan,” kata Ilham. Dia tahu bagaimana cara Dinda menolong seseorang.


Sondang lulusan S2 dari fakultas hukum. Dia diterima di kantor tidak seperti Puspa. Puspa lulusan S1 tapi kan punya dua batita saat terjadi kasus cerai dengan Reynaldi, sehingga saat itu tak memungkinkan Puspa untuk bekerja meninggalkan dua batita di rumah tanpa pengawasan seorang Ibu. Nah itu sebabnya saat itu Dinda memberi kail dengan menyuruh jualan online. Kalau Bu Sondang ini kan anaknya sudah besar-besar sehingga bisa ditinggalkan kerja ke kantor. Memang tak semuanya diberi kail yang sama oleh Dinda.


 Ilham kagum pada sepak terjang Dinda yang selalu menolong para wanita yang butuh pertolongan dan mau berdiri sendiri.