GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
TAWARAN SPESIAL DINDA BUAT PUSPA



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



Sampai di rumah seperti biasa Dinda langsung menemui anak-anaknya. Dinda dan Adit bercengkerama berempat. Mereka bahagia sebentar lagi anggota keluarga mereka akan bertambah.



“Besok sore sehabis jam pulang kerja ya,” malam sehabis makan Dinda minta istrinya Rizaldy dan Velove datang. Dinda besok siang akan meeting buat reposisi semua jabatan struktural di kantor. Jadi dia minta mereka datang sesudah itu.



“Jam berapa?” Tanya Velove.



“Jam 4 deh ya. Aku jam 01.00 ada meeting paling selesai jam 03.00 jam 04.00 aku sampai rumah. Dan jangan lupa bawakan rujak serut pedas manis,” balas Dinda.



“Aku mau minta bantuanmu buat me-training seorang ibu yang butuh banget mata pencaharian. Nanti aku ceritain atau mungkin kamu bisa tanya-tanya dulu ke Bagas istrinya Rizaldy,” kata Dinda pada Velove.



“Oke nanti aku tanya sama mas Bagas.”



“Selain itu aku juga mau minta kamu dan Bagas bantu aku untuk acara hari Selasa di rumahku,” lanjut Dinda.



“Ada apa hari Selasa?” tanya Velove.



“Pesta kejutan ulang tahunnya Pak Eddy. Aku mau bikin surprise.”



“Oke aku akan bantu. Mas Bagas juga pasti senang kalau aku ceritakan tentang hal ini,” Velove senang diikut sertakan dalam rencana kejutan Dinda.



“Sip. Jadi besok aku tunggu jam 4 ya. Jangan lupa rujak serutku,” kata Dinda.



“Siap bos, jangan lupa oleh-oleh ku,” balas Velove.



“Iya sudah aku bawain oleh-oleh buatmu,” kata Dinda.



Puspita wangi atau Puspa tak percaya dia dihubungi oleh Adinda Suryani bos dari suaminya yang sedang berperkara. Sebentar lagi akan jadi mantan suami. Puspa tak mau lagi jadi istri Rizal. Bukan karena dia miskin, tapi karena sakit ternyata sejak dulu dia diselingkuhi.



“Kamu besok datang ke rumah saya jam 04.00, saya akan memberi kamu peluang untuk mencari penghasilan. Tapi saya tidak akan pernah memberi kamu uang. Saya akan memberi kamu pancing untuk menangkap ikan, bukan memberikan ikan. Kalau saya berikan ikan begitu kamu makan akan habis. Tapi kalau saya memberikan pancing kamu akan terus bisa mencari ikan,” kata Dinda pada Puspa.



“Baik Bu, saya akan upayakan bisa datang.” Jawab Puspa lirih.




“Alhamdulillah Bu. Saya dari tadi lagi mikir karena tidak mungkin keduanya saya titipkan di ibu. Pasti salah satu saya bawa,” jawab Puspa bersemangat/ tadi dia hanya bisa menjawab lirih karena memikirkan bagaimana dia tinggal dua anaknya pada ibunya?



”Itu sebabnya saya ingin kamu bekerja yang memungkinkan kamu tidak meninggalkan anak-anak. Kalau kamu saya bukain warung pasti kamu butuh belanja tiap minggu, dan kamu juga harus melayani pembeli. Kalau saat melayani pembeli nanti anak-anakmu akan repot entah sambil digendong entah ditaruh di box.”



“Saya akan memberimu pekerjaan yang memudahkan kamu untuk menjalankannya dan tutormu adalah istri seorang pegawai juga. Dia istrinya arsitek Bagaskara di kantor. Namanya Velove, dan dia berhasil  jadi saya tidak mau memberi sesuatu yang tidak berguna buat kamu. Coba aja kalau tidak cocok atau tidak berhasil ya enggak apa-apa.”



“Tapi saya tidak bisa rekrut orang Bu,” kata Puspa.



“Saya tidak nyuruh kamu MLM. Saya juga tidak mau ikut MLM karena saya tidak bisa merekrut orang dalam jaringan. Saya merekrut orang di kantor secara real bukan Multi Level Marketing,” jawab Dinda.



“Kamu datang aja kamu mau jalanin silakan enggak jalanin enggak apa-apa. Tak ada kerugian buat saya, saya kasih kamu peluang mumpung kesempatannya besar buat kamu.”



“Baik Bu. Alhamdulillah kalau saya boleh bawa anak, karena hanya itu yang saya pikir. Kalau saya tinggal keduanya pada ibu saya kasihan ibu tak mampu melakukannya.”



“Kamu bisa bawa satu atau keduanya atau bisa juga kamu datang ke sini bersama ibumu, sehingga beliau mengerti apa yang saya terangkan,” jelas Dinda selanjutnya.



“Boleh Bu?” tanya Puspa tak percaya.



“Bolehlah. Kenapa tidak?” jawab Dinda.



“Alhamdulillah Ibu. Alhamdulillah. Terima kasih, saya mau, saya mau. Akan saya bawa ibu saya dan kedua anak saya biar ibu saya tahu apa yang saya kerjaan agar dia tidak curiga.”



“Iya lebih baik ibumu ikut sehingga bisa saling mendukung,” kata Dinda.



“Baik Bu, terima kasih. Terima kasih Ibu masih memperhatikan saya,” kata Puspa/



Puspa tahu mengetahui persoalan Rizal. Bahkan Dinda pula yang membuka tentang kasusnya Rizal dan Angelica. Saat ini Puspa tinggal bersama dengan ibu kandungnya, tidak di rumahnya Rizal lagi. Rumah itu rencananya mau dijual oleh keluarga Rizal untuk mengembalikan penyelewengan dana yang dilakukan oleh Rizal. Dan Puspita memang tidak mau peduli lagi terhadap urusan Rizal dan masalah kesulitan keuangan itu, Karena dia sakit hati telah diselingkuhi oleh Rizal sejak mereka belum menikah. Orang tua Rizal pun sangat malu terhadap Puspa akan kelakuan putra mereka.


biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY yok.