GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
LEBIH KERAS DINDA



Kedatangan jenazah disambut tangis oleh semua keluarga besar. Banyak sepupunya Ajat maupun sepupu Santi datang. Mereka tak menyangka anak kecil itu cepat pergi begitu saja. Bahkan ada beberapa kerabat yang tidak tahu kalau Farouq itu diculik sebelum meninggal.


Kerabatnya Wiwik yang datang tentu hanya Rustam dan Marini. Yang lain tak ada yang berani menampakkan hidung terlebih mengetahui penculiknya adalah Wiwik.


Marini langsung membuat voice note di grup keluarganya Rustam. Dia memberitahu kalau Wiwik dan adiknya sudah ditangkap polisi dan kemungkinan nanti hukumannya akan berat karena dia menculik anaknya sendiri serta dia membiarkan adiknya menenggelamkan Farouq di air larutan pemutih pakaian dan bekas sabun.


Otomatis seluruh keluarga besar langsung menyebarkan voice note Marini ke mana-mana. Marini sengaja melakukan itu agar keluarga Rustam tahu bagaimana kebusukan Wiwik. Dia yakin dari satu tangan ke tangan lain pasti voice note yang dia buat akan beredar dikeluarganya Rustam.


Sebagai pelengkap Marini memperlihatkan sedikit cuplikan video saat dia datang ke takziah malam ini di rumahnya Ajat.


Video itu akhirnya banyak tersebar. Entah siapa yang memulai. Di akun media sosial mulai ramai dan semua menandai Wiwik dan adiknya sebagai pelaku penculikan. Tentu saja akhirnya merembet ke sahabatnya Ajat yang menikung  Ajat dan selingkuh dengan Wiwik ketika masih jadi istri Ajat.


Istri sahabatnya Ajat kaget ternyata selingkuhan suaminya adalah penjahat kelas berat sampai bisa membunuh secara tak langsung anak kandungnya sendiri.


Saat dia mengetahui perselingkuhan suaminya dia mulai jaga-jaga. Semua aset dia amankan atas namanya. Sehingga kalau kejadian seperti sekarang dia sedikit aman untuk hidup bersama anak-anaknya.


Karena sekarang harga saham perusahaan suaminya merosot drastis tatkala banyak yang memposting foto-foto suaminya pacaran dengan Wiwik di berbagai destinasi wisata yang mereka kunjungi. Rupanya selama ini Wiwik menggunakan akun lain untuk memposting keberadaannya dengan sahabat Ajat sehingga istri sahnya tak tahu.


Soal penculikan oleh Wiwik juga dibaca oleh Monica mamanya Mischa. Tentu saja dia tak ada minat sedikit pun untuk mengambil Mischa dan dari beberapa saudaranya termasuk dari mama dan papanya Monica tahu Mischa hidup bahagia bersama Santi karena biar mamanya mengetahui keberadaan Mischa sebab cucunya yang dari kakaknya Monica satu sekolah dengan Mischa. Sehingga dia tahu Mischa bahagia bersama Santi dan dia tak ada niat sedikit pun mengambil Mischa.


Mischa bukan apa-apa buat Monica. Sama sekali tak ada dalam benak Monica bahwa dia pernah punya anak bernama Mischa.


Ibu Ponirah tak bisa berkata-kata melihat Farouq yang terbujur kaku. Dia tak menyangka kalau sedemikian nasib anak kecil itu. Menjadi korban ketamakan pamannya sendiri dan itu juga karena kebencian ibu kandungnya.


Five little star semuanya sudah kumpul tadi saat jenazah datang jadi sekarang mereka juga akan pulang dulu dan akan ke sini pagi-pagi lagi karena pemakaman besok jam 11.00.


“Terima kasih Bang bantuannya,” kata Ajat saat Adit pamit.


“Kasihan papa dan anak-anak di rumah belum ketemu kami. Kalau aku dan Dinda sih nggak apa-apa. Cuma papa kan sudah nggak bisa sembarangan lagi. Kami sangat menjaga dia agar tidak terlalu capek atau terlalu kelaparan,” bisik Adit. Tak enak di dengar Eddy.


“Iya Bang aku ngerti kok. Nggak apa-apa. Nanti kalau ada apa-apa pasti aku kabarin Abang lebih dulu dari siapa pun,” kata Ajat.


“Kamu harus makan dengan baik dan tidur dengan baik. Jangan duduk di sebelah Farouq terus. Biar bagaimana pun kamu harus menjaga kesehatanmu dan bayimu. Kamu minum obatnya sekarang.” kata Dinda di kamar sebelum dia pulang. Dia ingin Santi minum obatnya agar bisa tidur. Kalau nggak begitu malam ini dia tidak tidur.


“Iya Ibu, saya akan minum obatnya,” kata Santi.


“Minum obatnya sekarang di depan saya. Baru saya pulang,” kata Dinda. Dia lebih keras dari Santi. Akhirnya Santi mengalah dan minum obat di depan Dinda.