
Hari ini semua berkas tentang siapa yang diajukan sebagai penerima gaji dan bonus karyawan marketing dan arsitek telah masuk ke bagian keuangan.
Tak ada karyawan bagian marketing maupun arsitek yang mengundurkan diri. Mereka semua setuju bahwa gaji dan bonus langsung masuk ke rekening istri mereka masing-masing. Tak ada lagi jajan di luaran karena bonus pun masuk ke gaji rekening istrinya. Yang beruntung karyawan yang masih bujang karena belum ada pasangan.
Gultom pasrah karena waktu itu sudah jelas yang ikut ke family gathering adalah Sondang dan mamanya.
Selain itu istri yang diakui oleh keluarga memang hanya Sondang sehingga Niken dan Cilla harus dia cerai kecuali mereka mau tetap menjadi istrinya tanpa nafkah. tentu saja Gultom bingung bagaimana cara menyampaikan kepada kedua istrinya tersebut.
Gultom tak tahu kalau dia tak perlu repot-repot menyampaikan hal itu pada Niken dan Cilla. Karena siang ini semua itu sudah dibantu oleh Dinda.
“Perkenalkan saya Adinda Suryani, saya pemilik perusahaan tempat Gultom Mahesa Sihombing bekerja,” kata Dinda pada Niken dan Cilla. Keduanya hanya bingung apa maksud pemilik perusahaan memanggil mereka ke sebuah ruang VIP cafe.
“Ini yang ibu Niken, dan ini tentu yang ibu Cilla ya,” kata Dinda lagi. Dia bisa membedakan perempuan Jawa dan perempuan Manado di depannya. Dan dia juga tahu kalau Niken sedang hamil.
“Benar Bu. Ada apa ya?” tanya Cilla.
“Begini, kita sama-sama perempuan. Kita tentu tak ingin menyakiti hati perempuan lain. Saya tahu kalian adalah istri-istri Gultom.” ucap Dinda.
Kata-kata Dinda KALIAN ISTRI GULTOM! Itu tentu membuat kedua perempuan itu terhenyak. Karena mereka tahu kalau istri Gultom adalah Sondang dan dirinya! Tak ada yang lain.
“Istri Bang Gultom itu hanya saya dan Sondang yang mandul,” kata Cilla dengan penuh percaya diri.
“Saya istri keduanya bang Gultom,” jawab Niken tegas. Tentu saja keduanya akhirnya berpandangan.
“Lihat! Begitu saja kalian tidak tahu kan kalau kalian itu sudah dikibuli oleh Gultom?” kata Dinda.
“Jadi kalian tahu lah siapa yang berbohong?”
“Kalian sama-sama dibohongi dan sekarang ada satu anak yang baru lepas SMA yang sedang diincar oleh suami kalian ingin dia jadikan istri berikutnya.”
“Maksud ibu apa ya?” kata Cilla yang memang cepat naik darah juga mulutnya lebih cepat bicara daripada otaknya.
“Saya hanya memberitahu perusahaan kami sudah membuat peraturan baru yaitu semua gaji dan bonus karyawan akan langsung masuk ke rekening istri sahnya. Jadi kalian bersiap saja tetap menjadi istri Gultom tanpa nafkah dan kita tunggu sebentar lagi apakah kalian pernah tahu ibu mertua kalian?” tanya Dinda.
Bang Gultom itu yatim piatu. Mana mungkin saya punya ibu mertua,” kata Cilla tajam bertepatan saat opung masuk ke ruangan itu.
“Kalau dia yatim piatu bagaimana saya bisa berdiri di sini?” kata opung dengan menggelegar.
Tentu saja kedua perempuan tersebut kaget karena selama ini yang mereka tahu Gultom itu sudah yatim piatu sejak SMA. Dia mencari makan sendiri sehingga berhasil dengan tangannya sendiri.
“Gultom itu bisa kuliah karena bantuannya Sondang. Kebun kami tidak jadi dijual atau digadai sehingga dia bisa tetap dapat uang kuliah dari kebun itu. Semua karena Sondang dan di mata keluarga hanya Sondang menantu kami. Dia tidak mandul. Dia sudah punya anak sejak 12 tahun lalu. Jadi 13 tahun lalu istrinya hamil anak pertama yang sekarang sudah kelas 6 SD.” kata opung.
“Kalian perempuan buta atau perempuan bodoh yang tidak mengecek dulu siapa yang akan kalian nikahi? Dan kalian mau saja percaya seorang lelaki datang sendirian bilang dia adalah yatim piatu. Kalau dia yatim piatu pasti dia punya saudara sepupu atau yang lainnya.”
“Kalian benar-benar perempuan bodoh. Asal kalian tahu, sudah sejak lama temannya Gultom tahu siapa kalian, tapi dia tidak comel begitu pun ibu Dinda. Sudah tahu sejak lama bawa Gultom punya dua istri lain tambah satu pacar, tapi dia tidak comel. Sekarang dia hanya memanggil kalian untuk memberitahu bahwa perusahaan tidak memberi gaji pada Gultom lagi kecuali melalui rekeningnya Sondang.”
Tentu saja Cilla dan Niken langsung pucat pasi terlebih saat ini Niken sedang hamil 6 bulan.