
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“Kok tumben sih pesan martabak telur?” tanya Adit
“Mas enggak suka ya aku titipin?” Dinda rupanya sedang PMS dia malahan marah ditanya seperti itu oleh Adit.
“Bukan enggak senang, cuma nanya aja. Kok tumben, biasanya kan kamu sedang bikin sendiri walau martabak sekali pun,” kata Adit.
“Kebetulan bahannya enggak ada. Kalau Mas suruh nyari bahan kan akan lebih repot. Besok baru aku mau belanja sekalian belanja bahan makanan buat bekal papa tiap hari,” ulas Dinda sambil mengambil potongan martabak pesanannya tadi.
“Oh kirain kenapa,” Jawab Adit, keduanya baru selesai menidurkan jagoan kecil mereka yang hari ini tidur di kamarnya Dinda.
Otomatis malam ini Adit tidur sendirian di kamar sebelah, kalau anak-anak tidur di kamar Dinda, Adit tidak tidur di ruang tengah tapi di kamar sebelah.
“Mas boleh tanya?” tanya Adit ragu.
“Mau tanya apa? Soal kopi?” tanya Dinda langsung to the point.
“Iya, maksud kamu bagaimana dan langkah selanjutnya apa?” tanya Adit.
“Aku cuma gertak aja sih,’ Jawab Dinda santai.
“Males aja aku bawa itu ke kantor polisi untuk aku periksa kan. Tapi kalau enggak digituin, dia tuman,” jawab Dinda lagi.
”Memang kenapa? Dia tadi hubungi kamu atau kemarin habis kejadian?” tanya Dinda.
“Barusan aja pas Mas lagi di tukang martabak dia telepon,” Adit memperlihatkan nomor telepon di nomor kantor. Telepon yang sudah mati lalu dia nyalakan, dia perlihatkan panggilan masuk jam berapa dan berapa menit durasi nya.
“Mas lupa matikan sesudah jam 05.00 sore. Dia telepon ke nomor itu karena memang Mas enggak kasih tahu nomor personal,” jawab Adit.
“Dia bilang apa?” tanya Dinda tenang.
“Tadi Mas langsung skak aja, karena dia langsung bilang minta ketemu untuk bicara personal dengan Mas. Mas bilang enggak ada yang perlu bicarakan lagi. Kalau dia mau bahas soal kopi Mas suruh langsung ke istriku itu yang Mas bilang.”
“Kalau kamu enggak niat apa-apa enggak usah ketakutan biar pun diperiksa sisa kopi, begitu Mas bilang ke dia. Dia terus diam,” kata Adit.
“Dari situ ketahuan kan Mas, memang dia ada apa-apa. Kalau dia enggak ketakutan orang enggak akan curiga. Tapi karena dia ketakutan orang semakin menduga-duga,” jawab Dinda.
“Bener Mas juga udah bilang kayak gitu kok ,” jawab Adit sambil ikut mengambil martabak telur kesukaan mereka berdua.
“Lalu dia bilang ini akan berpengaruh pada nama besar yayasannya. Ya mas bilang nama besar apa? Nama besar sebuah yayasan yang pemimpinnya adalah calon pelakor?”
“Iya Mas. Jelas-jelas dia akan memberikan obat buat suami orang, kecuali waktu ketemu dia belum lihat aku, belum lihat anak-anak. Dia kan sudah lihat tapi sengaja mau ngasih kopi itu berarti dia perempuan enggak benar. Sudah tahu laki-laki punya anak istri sudah kenalan dengan istrinya sudah tahu anak-anaknya kok malah mau ngasih kopi seperti itu.” kesal Dinda kalau ingat hal itu kemarin.
“Nah Mas juga bilang, apa yayasan seperti itu yang dia bilang yayasan besar?”
“Aku yakin sebentar lagi dia ambruk bukan dengan mulutku, tapi pasti akan ada yang kasus yang menimpanya,” kata Dinda.
“Benar, pasti akan ada kasus lain yang bukan berkaitan dengan kita. Mas juga tadi bilang gitu k e dia.”
“Jadi kamu beneran nggak mau ngapa-ngapain kopi itu?” tanya Adit memastikan.
“Malas Mas. Aku jadi malah pengen pindahin anak-anak. Kok kayak jadi enggak sreg ya lihat yayasan yang dipimpin oleh perempuan enggak benar seperti itu. Walau enggak akan berpengaruh sih buat anak-anak, tapi hatiku enggak sreg aja,” kata Dinda.
“Ya sudah kamu kembali lagi aja ke rumah, di sana kan ada yayasan yang waktu itu pernah kamu cari infonya,” saran Adit.
“Aku juga belum tahu lah. Lihat bagaimana nanti, tapi aku akan pastikan dia akan terkapar di kakiku,” kata Dinda.
‘Kalau memang Dinda enggak mau ungkap kenapa dia bilang Meliana akan terkapar ya?’ Pikir Adit
‘Kok aku jadi serem sendiri!’
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE yok