GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
CARI RUMAH



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Shindu, tolong berikan laporan ini pada Pak Eddy. Saya pulang dulu,” Dinda langsung pamit pulang setelah mengoreksi dan mengetahui kejanggalan perilaku manajer HRD dan juga manajer keuangan.



“Baik Bu saya akan laporkan Pak Eddy sekarang juga,” Shindu mengambil berkas yang Dinda berikan untuk dia bawa ke ruangan pak Eddy.



Dinda tidak langsung pulang. Tepat seperti yang Eddy perkirakan Dinda cari rumah untuk dia beli dan dia tinggal sendiri tanpa Adit.



“Hai pak Adit, apa khabar?” telepon seorang rekanan Adit sore ini.



“Alhamdulillah baik. Tumben telepon. Mau kerja sama lagi?” tanya Adit. Ini masih jam kerja sehingga dia masih memegang ponsel nomor kantor. Biasanya telepon itu tak dia bawa pulang karena memang hanya digunakan jam kerja. Kalau dia bawa pulang seperti ketika di Bekasi, pastia akan dia matikan selepas jam kerja.



“Belum berniat bikin proyek baru Pak. Hanya saya kok barusan lihat Bu Dinda lagi di perumahan yang baru buka ya. Apa Pak Adit mau beli rumah yang ditawarkan di perumahan tersebut?” tanya rekanan Adit tersebut.



“Oh biasa, istri saya suka bikin perbandingan. dia melihat-lihat rumah itu untuk bikin perbandingan dengan proyek kami,” kata Adit. Tentu Adit kaget setengah mati mendapat kenyataan Dinda sedang cari data di sebuah perumahan.



‘*Dugaan Papa tepat. Seperti yang papa pikir Dinda  langsung tak mau tinggal denganku karena tahu aku sudah main perempuan seperti perkiraan Papa tadi. Pasti orang tersebut juga sudah mengirim foto pada Dinda. Siapa ya orang itu kok berniat banget ngancurin rumah tanggaku melalui Dinda dan papa*,’ pikir Adit.



Adit langsung segera menuju ke rumah, dia tak mau terlambat pulang lagi dan dia sudah kapok pergi makan di luar sendirian tanpa teman. Bisa jadi nanti ketemu orang lagi dan jadi fitnah lagi seperti semalam.



Adit tiba lebih dulu sebelum Dinda. Rupanya Dinda masih muter-muter cari rumah buat dia tinggali dengan anak-anak. Adit tentu sangat ketakutan mengetahui fakta itu. Tapi semua sudah terjadi. Persoalan berawal karena kesalahan dia kemarin cemburu tak mau menjawab pesan yang Dinda kirim akhirnya menjadi bumerang malah dia yang terluka.




Kalau kemarin dia tidak berantem dengan Dinda, tentu walau dia pindah ruangan juga akan cepat pulang. Tidak akan sampai kemalaman dan tidak akan pernah berpikir untuk makan malam di luar sendirian.



Karena dia iseng makan malam sendirian akhirnya bertemu Angelica dan menjadi lingkaran hitam yang harus dia uraikan dengan baik. Adit tak mengerti lagi bagaimana membujuk Dinda karena akan banyak kesalah pahaman orang yang menduga-duga seperti yang Eddy bahas tadi siang. faktanya seperti itu.



Padahal kemarin waktu saat akan keluar dari ruko Bekasi mereka sudah janji akan selalu jujur dan bercerita semua hal.



Adit berjanji malam ini dia akan bercerita semuanya pada Dinda dia akan membuka bagaimana kejadian kemarin hingga bertemu dengan Angelica dia tak mau lagi Dinda menduga yang tidak tidak.



 Adit langsung cuci tangan sebelum masuk rumah, dia tahu pasti kedua anaknya akan menyambutnya dan minta gendong seperti biasa.



“Wah anak Ayah sudah pada cakep, sudah pada mandi ya. Ayah mandi dulu ya kata Adit sambil menggendong keduanya. Adit mengecupi pipi kedua putranya, juga kening dan puncak kepala mereka.



“Yah ndi?” tanya Ghifari.



“Iya sayank, Ayah mau mandi dulu,” jawab Radite pada ghifari yang bertanya padanya apakah dia ingin mandi.



“Mamas sama Ade, main sama Mbok dulu ya. Ayah mandi sebentar. Nanti kita main oke?” pinta Adit pada kedua putranya.



“Ote,” jawab Ghibran sambil mengangguk. Si kecil bilang oke.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul CINTA TANPA SPASI yok.