
Hari ini jadwal Lucas menghadiri panggilan polisi untuk pemeriksaan laporan yang dilakukan oleh Adit.
Bersama sang pengacara Lucas datang ke kantor polisi. Lucas harus menjawab banyak pertanyaan yang diberikan oleh petugas. Lucas menjawab dengan hati-hati. Sesekali pengacaranya membantu menerangkan pada polisi apa yang Lucas maksudkan.
“Mengapa Anda sudah memaki-maki anak yang memukul anak Anda saat belum tahu kronologinya? Untuk tidak mempersulit pendataan saya langsung saja sebut nama anak Anda dan nama anak yang memukul anak Anda agar tidak rancu pembicaraan kita,” kata polisi.
“Mengapa saat Ghibran masuk bersama orang tuanya Anda langsung memaki-maki Ghibran. Anda menyalahkan Ghibran karena telah memukul Charles tanpa Anda bertanya dulu kronologis kejadian. Anda sudah mendengar Ghibran menjabarkan kronologisnya tapi Anda hanya mempercayai apa yang dikatakan oleh anak Anda yang bernama Charles Anda tidak memberi kesempatan kroscek. Apa motivasi Anda berbuat sedemikian rupa?” tanya polisi.
“Siapa pun orang tua pasti marah melihat anaknya babak belur dipukuli oleh temannya. Saya pun seperti itu. Saya marah melihat wajah Charles biru-biru lebam dipukul oleh Ghibran dan versi anak saya, dia tidak melakukan apa-apa tiba-tiba Ghibran datang main pukul. Itu alasan saya mengapa saya sangat marah pada Ghibran.”
“Bukankah Anda seorang pemimpin perusahaan yang sangat besar? Seharusnya Anda kroscek dulu lawan anak Anda. Tapi Anda tidak melakukan hal itu seakan-akan anak Anda adalah yang paling benar. Bagaimana Anda memimpin ratusan bahkan mungkin ribuan pegawai Anda, kalau untuk kecil rumah tangga saja Anda tidak bisa menahan emosi Anda?”
“Sekali lagi saya katakan, semua orang tua pasti akan marah melihat anaknya babak belur dipukul oleh orang lain. Begitu pun saya sebagai orang tua, karena saya mempunyai cinta sebagai orang tua.”
“Kalau kepada pegawai kan beda. Saya bisa melihat dari sisi mana pun karena saya tak terlibat emosi dengan pegawai saya.”
“Buat Anda, pegawai rupanya tak ada artinya ya, karena tak ada cinta atau rasa memiliki pegawai dari pihak Anda. Padahal tanpa pegawai Anda bukan apa-apa.” Cecar polisi.
“Kalau di dalam perusahaan, sebenarnya Anda adalah orang tua dan pegawai adalah anak Anda. Sehingga seharusnya tetap ada cinta,” kata polisi mendesak pernyataan dari Lucas.
Lucas diam tak bisa menjawab. Dia memang sengaja dijebak dengan kata-katanya sendiri.
“Oke kita stop pokok bahasan yang tadi. Sekarang bicara pada fakta saat Anda melihat rekaman CCTV tempat kejadian. Ketika anak Anda berupaya mencium bibir seorang anak berumur 5 tahun. Apa yang Anda rasakan? Mengapa dia melakukan hal itu, apa karena dia selalu melihat Anda dan istri Anda atau dia melihat film-film yang tidak pantas dilihat. Karena sepengetahuan kami anak Anda terlalu bebas memegang ponsel tanpa pengawasan.”
“Saya dan istri tentu saja tidak melakukan hal itu di depan anak saya,” bantah Lucas cepat.
“Saya juga belum tahu dia dapat dari mana pengetahuan itu, saya tentu saja kaget melihat dia melakukan tindakan seperti itu.”
“Hanya kaget yang Anda rasakan? Anda tidak malu bahwa Anda sudah memaki-maki orang yang salah? Anda tidak merasa salah telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap anak berumur 10 tahun?” cecar polisi. Lucas tambah terpojok karena tadi dia bilang hanya terkejut saja.
“Kami pihak kepolisian sudah mencari informasi bagaimana peran istri Anda terhadap pendidikan anak Anda. Dari semua mantan pembantu Anda yang sudah keluar mereka menyebutkan sejak anak itu lahir istri Anda sama sekali tidak mau merawatnya. Semua diserahkan pada baby sitter dan pembantu saja. Kami sengaja tidak bertanya pada pegawai yang masih bekerja di tempat Anda karena kalau pegawai yang masih bisa masih bekerja di tempat Anda tentu bisa Anda tekan tidak seperti pegawai yang sudah keluar mereka tidak takut menjawab jujur karena tidak ada keterkaitan dengan Anda sekarang.”
Pertanyaan ini Lucas juga tidak bisa menjawab karena memang kenyataannya Irene sama sekali tidak pernah memegang Charles. Sejak anak itu lahir, anak itu dibiarkan tumbuh apa adanya persis seperti bunga liar di tepi jalan tak ada yang memperhatikan.