GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
SAYA MENCINTAI FAROUQ LEBIH DARI DIA



Sejak tadi Santi sudah menangis dia menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak menjerit-jerit melihat bagaimana pengakuan dari pembantu tersebut. Memang tidak ada videonya, tapi dari pengakuan itu dia bisa membayangkan apa yang Farouq rasakan. Bagaimana dia terpaksa meminum air sabun bercampur bay-clin. Juga bagaimana perlakuan Wiwik terhadap anak kandungnya dan adiknya Wiwik yang notabene dia adalah paman kandung Farouq tapi kelakuannya sangat bia-dab seperti itu.


Santi hanya bisa menangis, mereka harus melaporkan pada dokter apa yang terjadi saat Farouq ditenggelamkan di air rendaman sabun lotor bekas cucian itu.


“Aku tidak ingin perempuan ini dihukum sama sekali. Dia sangat membantu kita. Dia yang mengungkapkan semuanya bagaimana kelakuan Wiwik dan dari pengakuan dia sudah jelas kita nggak perlu lagi cari dengan sidik jari. Walau sidik jari nanti bisa membuktikan bahwa memang Wiwik yang menulis kertas tersebut,” kata ibunya Santi.


“Benar Bu,” kata Eddy.


“Perempuan itu memang tidak perlu dihukum, malah kita harus diapresiasi kita beri dia pekerjaan dan kita beri dia penghargaan karena telah menolong kita mengungkapkan semuanya. Dia pula yang selalu memberi air gula kepada Farouq agar Farouq bisa bertahan. Karena air gula itu perlu untuk energinya Farouq,” kata Eddy pula.


“Harus kita ingat, semua bisa kita dapatkan karena kerja detektif. Sedang polisi saja belum dapat apa pun. Soal motif saja polisi tidak tahu. Polisi tinggal menerima data dari kita hasil kerja detektif,” ayahnya Santi mengingatkan semua yang mereka peroleh atas kerja detektif yang Eddy sewa.


“Benar,” papa Ajat setuju dengan pendapat besannya.


“Sejak tadi anak saya sudah tidak bisa berkata-kata. Dia tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi pada anak-anaknya,” jelas Eddy.


“Memang saya juga tak bisa berkomentar apa pun. Apa kata bia-dap sudah tepat buat ibu kandung dan paman kandung yang melakukan hal seperti itu pada anak kecil tak berdosa hanya karena cemburu pada Santi juga hanya karena uang yang mereka butuhkan?”


“Rasanya kata bia-dap kurang pas karena mereka lebih dari itu.” mamanya Ajat memang sejak dulu tak suka pada Wiwik yang terlihat hanya mencintai harta Ajat. Tak seperti Monica mamanya Mischa yang memang keturunan orang kaya. Dia tak mengincar harta anaknya. Dia menikah karena sedang hamil Mischa saja.


“Benar, dan sebaiknya ada orang yang langsung melapor pada dokter bahwa zat yang masuk ke lambung dan paru-paru Farouq adalah pemutih pakaian. Itu sangat berbahaya.”


“Pak Adit dan Pak Eddy, saya menghaturkan terima kasih,” kata Santi di sela tangisnya.


“Saya mohon alamat ibu yang memberi pengakuan tadi. Kami ingin mengapresiasinya, kalau dia kesulitan biar dia kerja di tempat kami,” kata Santi lagi. Lebih baik dia sembunyi di rumah kami. Dia tulus tidak kenal Farouq sama sekali, dia malah memberi pengakuan karena dia tergerak hatinya. Orang tulus seperti ini lebih baik saya yang angkat daripada diinjak-injak oleh Wiwik seperti itu.”


“Hanya karena nama saya sebagai istri pengganti sama, dia kejam terhadap anak saya yang seharusnya itu anak kandungnya dia sendiri. Tetapi ternyata Farouq bukan anak kandungnya, Farouq lebih tepat menjadi anak kandung saya!” kata Santi geram mengingat kelakuan Wiwik dan adiknya pada Farouq.


“Saya juga minta nomor semua detektif yang membantu saya. Biar bagaimana pun mereka sudah menolong Farouq.”


“Kalau detektif tidak perlu lah, itu sudah paket yang saya bayarkan,” ucap Eddy.


“Tidak Pak, kami hanya akan memberi satu bungkus permen kok. Tidak bakal bisa menyaingi Bapak. Tapi setidaknya dari hati kami, kami memberikan tulus. Mereka telah membantu kami secara tidak langsung walau mereka bekerja untuk Bapak,” kata Santi lagi.


“Baik nanti nama-namanya akan saya kirim,” jawab Eddy.


“Kalau alamat dan nama ibu itu ada di detektif. Nanti akan saya mintakan, juga nomor telepon dia.”


“Sekali lagi terima kasih bantuannya Pak. Saya nggak bisa bicara apa lagi mengenai Farouq. Anak itu menjadi korban ambisi ibunya untuk mencari harta juga membalaskan dendam pada saya. Padahal saya tidak punya persoalan dengan dia. Saya baru bertemu dia ketika dia mau ambil Farouq. Rupanya di situ dia marah karena saya mencintai Farouq lebih dari dia sebagai ibu kandungnya.