GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
GUGATAN CERAI



Hari pertama ujian Adit maupun Dinda memang sengaja menunggu putra-putranya di sekolah tapi tidak bergabung dengan para orang tua. Adit dan Dinda sengaja menunggu di mobil. Mereka tetap membuka email di laptop mereka.  Mereka tetap bekerja hanya tempatnya saja berbeda.


“Yah, anak-anak sudah mau keluar. Ayo kita keluar biar mereka senang kita menyambutnya saat mereka keluar kelas,” ajak Dinda. Dia pun menutup laptopnya dan mulai bersiap keluar.


“Sebentar, Ayah simpan dulu kerjaan barusan nanti takut hilang datanya,” kata Adit. Maka Dinda pun keluar lebih dulu.


Ghibran dan Ghifari tersenyum bahagia melihat sang bunda sudah menanti mereka di ruang kelas walaupun kelas mereka berbeda tetapi saat keduanya keluar mereka melihat sosok bunda dan tak jauh mereka juga melihat sosok yang mereka yang mendatangi halaman sekolah.


“Bagaimana hasil kerja anak Bunda?” tanya Dinda lembut menerima pelukkan kedua jagoannya.


“Alhamdulillah aku bisa Bun,” kata Fari.


“Alhamdulillah, aku juga bisa,” jawab Iban. Mereka tersenyum bahagia.


“Bunda nggak ingin kalian mendapatkan hasil sempurna bila caranya tidak baik. Berilah hasil maksimal yang kalian bisa capai,” kata Dinda.


“Pasti Bun, pasti seperti itu. Anak Ayah tuh nggak mungkin berbuat curang,” kata Adit.


“Bener anak Ayah sama Bunda pasti berbuat yang terbaik dan jujur,” kata Dinda.


Sejak tadi perkataan dan interaksi kedua orang itu bersama anak kembarnya didengar jelas oleh Fanny.


Adit dan Dinda tak tahu siapa Fanny, mereka hanya tahu Lucas dan Irene sebagai orang tuan Charles.


‘Padahal katanya anak-anaknya adalah siswa terbaik, ternyata orang tuanya tidak menyuruh mereka mendapat hasil tertinggi, hanya minta hasil maksimal yang bisa mereka peroleh. Berarti memang prestasi mereka betul-betul hebat,’ kata Fanny dalam hatinya.


Charles keluar paling belakang, dia belum selesai kalau bell belum berbunyi karena dia juga bukan murid yang pandai apalagi cerdas seperti Fari dan Iban yang belum 10 tahun sudah ikut ujian.


“Kalian mau langsung pulang atau mau ke mana?” kata Dinda.


“Kita boleh minta makan es krim nggak?” tanya Fari.


“Tapi ingat ya, habis itu pulang karena Bunda sama Ayah mau kerja,” lanjut Adit.


“Siap Bos,” jawab Iban.


‘Anak orang kaya itu hanya butuh es krim. Dan cara mereka minta juga bertanya, bukan langsung merengek minta dibelikan,’ kata Fanny dengan penuh kekaguman.


Sekarang yang ‘miskin; adalah Lucas. Bagaimana tidak miskin bila sahamnya drop dan banyak juga kerjasama yang dibatalkan. Itu membuat Irene bersiap mengajukan cerai kepada Lucas karena dia tak mau menikah dengan orang kere. Irene sama sekali tidak memperjuangkan rumah tangganya dia akan mencari orang yang lebih kaya tak perlu orang kere seperti Lucas.


“Pak, ada tamu,” kata sekretarisnya Lucas.


“Siapa? sepertinya saya tak ada janji apa pun,” jawab Lucas.


“Katanya pengacaranya Bu Irene,” jawab sang sekretaris.


‘Pengacara? Irene punya pengacara? Untuk urusan apa?’ batin Lucas.


“Maaf Pak, saya nggak tahu. Hanya dia bilang seperti itu kata sang sekretaris. Sekretaris Lucas seorang laki-laki karena sejak dulu Irene melarang dia punya sekretaris perempuan.


“Baik suruh masuk aja,” jawab Lucas. Dia ingin tahu apa kemauan Irene hingga mengirim seorang pengacara.


Setelah berkenalan lalu pengacara itu mengatakan bahwa dia memberikan surat gugatan cerai dengan rincian minta rumah yang mereka tinggali menjadi milik Irene.


Serta dua buah mobil mewah milik Irene. Yang satu adalah hadiah ulang tahun yang satu yang biasa dia gunakan serta semua perhiasan yang ada pada Irene. Sekarang itu semua milik Irene, perempuan itu tak ingin saat bercerai dia tak boleh membawa semua perhiasanya. Irene sudah tak peduli lagi dengan perusahaan karena dia tahu perusahaan tak akan mungkin dibagi dua oleh Lucas. Yang pasti Lucas akan terus memperjuangkan perusahaan itu untuk hidupnya. Irene bahkan tak minta hak asuh anak karena dia tak minta mengasuh Charles sama sekali.


Tanpa banyak ribut Lucas langsung menyetujui karena selain rumah yang mereka tinggali, Lucas juga punya rumah yang memang sedikit lebih kecil. Tapi setidaknya daripada dia tidak cepat bercerai dengan Irene malah lebih tak nyaman. Jadi tanpa peduli Lucas langsung menandatangani surat persetujuan pengajuan cerai yang Irene ajukan.


Sebelumnya tentu saja Lucas sudah memberitahu tak ada jatah bulanan lagi dari Lucas sesudah surat cerai itu keluar. Sebelum surat cerai keluar tentu jatah bulanan tetap berlangsung dan pengacara menerima itu karena Irene memang tidak minta jatah bulanan sama sekali.