GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
DIHUKUM NYONYA BESAR



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


“Kok bisa?” tanya Shindu tak percaya mendengar Adit merobek MOU sebelum ditanda tangani.


“Kemarin Bu Dinda itu niatnya nemenin Pak Adit kan cuma karena mau sekalian jalan ke ruko dia yang di Bekasi tempat usahanya. Bu Dinda  janjian sama istri saya dan juga mantan istrinya pak Rizaldy. Bu Dinda bilang sekalian aja cari arah tempat pertemuan di mall daerah Bekasi biar dia enggak kejebak macet kalau ke Bekasi pas jam orang pulang kantor. Jadilah kami ketemuan di sana. Saya bawa mobil sendiri sih, karena saya nanti pulangnya sama istri saya.”


“Nah saat pertemuan itu mereka seperti biasa bertiga …,” ucap Bagas yang langsung dipotong Shindu.


“Bertiga sama siapa? kok kamu bilang seperti biasa? Bukannya biasanya Bu Rahma itu cuma sama sekretarisnya yang naksir kamu,” kata Shindu.


“Eh Iya. Biasanya cuma berdua ya? Kemarin Bu Rahma bertiga, dia bawa anak bungsunya katanya baru selesai S2 di luar negeri.”


“Memang disiarin tuh anak baru selesai S2 di luar negeri?”


“Ya iya, kita tahunya karena Bu Rahma bilang seperti itu berulang-ulang. Bu Rahma protes ke Pak Adit kenapa CEO-nya enggak nongol. Dia pengin ketemu sama CEO dan putra tunggal CEO. Dia ngomel kenapa pak Shindu enggak tepatin janjinya.


“Selama ini kan dia sudah ngobrol sama anaknya CEO,” bantah Shindu.


“Rupanya Bu Rahma enggak tahu. Bu Rahma taunya pak Radite manager marketing saja, bukan anak CEO. Kan selama ini di luaran enggak ada yang tahu kalau dia anak Pak Eddy.”


“Bu Rahma juga enggak suka kenapa yang ditunjuk malah wakil CEO. Mana wakilnya itu kan cuma perempuan biasa dari pegawai. Kok bisa jadi wakil CEO. Bu Dinda dan Pak Radite merasa kata-kata Bu Rahma itu menjurus seakan Bu Dinda adalah perempuan nakal yang bisa menjadi wakil CEO karena tidur dengan CEO.”


“Sampai sini bu Dinda dan pak Adit masih bisa terkontrol emosinya, lalu dengan bahasa santainya Bu Dinda menggiring kenapa tumben Bu Rahma bawa anaknya. Bu Rahma bilang dia berniat menjodohkan sama anaknya CEO ALKAVTA PRIMA MAJU. Jadi sebenarnya dia bukan cari proyek tapi cari besan.”


“Kalau cari besan dari awal aja dia langsung ketemuin Pak Eddy. Kenapa kita harus kerja rodi 2 bulan ngitung sana ngitung sini, cari bahan jungkir balik untuk dapat speck yang sesuai dengan dia, kalau ternyata dia sebenarnya bukan mau kerja sama,” Shindu kesal bukan kepalang mendengar latar belakang permasalahan yang ada.


“Dia enggak peduli kok dengan kerja sama sampai Bu Dinda aneh orang mau tanda tangan MOU saja, MOU nya enggak dicek ulang!”


“Maksudnya bagaimana?”


“Walau pun kita sudah bahas di email, seharusnya kan dicek dulu pada saat mau tanda tangan. Kali aja ada persentase yang diganti atau kata-kata yang diganti tentang garansi dan sebagainya. Dia enggak peduli, dia cuma mau ketemu sama anaknya CEO ALKAVTA PRIMA MAJU.”


“Terus puncaknya bu Dinda memancing bu Rahma : Ibu yakin besanan dengan Pak Eddy dan Ibu yakin kalau anaknya Pak Eddy mau terima anak Ibu? Bu Rahma dengan santainya bilang anak saya cantik kayak begini lulusan S2 luar negeri mana mungkin ada yang nolak gitu katanya.”


“Kaget lah Bu Rahma melihat Pak Radit kabur duluan. Saya sama Bu Dinda yang ngadepin sampai kedua orang itu pulang.”


“Ada-ada aja ya rumah tangga Pak Radite dengan Bu Dinda,” Shindu kasihan pada gonjang ganjing rumah tangga anak boss mereka itu.


“Tapi kan memang kita enggak cari masalah. Selama ini kita kerja benar kok. pak Radit juga enggak cari-cari cewek. Bukan membelain Pak Radite sih tapi memang kenyataannya enggak ngapa-ngapain.”


“Saya langsung buka ke Bu Rahma kalau yang dia hadapi dari tadi adalah pemilik semua saham perusahaan Bu Rahma sampai diam. Enggak nyangka bu Dinda wakil CEO adalah menantunya pak Eddy dan pemilik semua saham perusahaan.”


“Sebelnya lagi itu anak ceweknya 11 - 12 sama sekretarisnya.”


“Maksudmu?”


“Matanya dia enggak kedip memandang aku sampai Bu Dinda aja jengah.”


“Astagfirullah, mimpi apa kamu?”


“Enggak mimpi apa-apa, cuma semalaman gue jadi dimarahin sama nyonya besar,” Bagas sampai lupa sedang di kantor, dia jadi menggunakan kata gue karena ingat semalam dia keqi pada Velove.


“Kenapa nyonya besar?”


“Bu Dinda ngomongnya di depan istri bahwa sekretaris maupun anaknya Bu Rahma itu naksir saya, habislah saya di kulit nyonya tadi malam.”


“Enggak dapat jatah tempur dong?”


“Boro-boro dapat jatah, orang gue tidur di luar.” Shindu ketawa ngakak mendengar keluhan Bagas diusir dari kamar.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ yok.