GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
SEMUA NIKMAT BILA BERSAMAMU



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



Tak sengaja Dinda melihat Meliana di ujung parkiran baru turun hendak masuk ke supermarket. Dinda tidak tersenyum karena merasa terlalu jauh. Percuma juga kan?



Dinda pun masuk ke jok belakang. Dia hendak menyusui kedua putranya. Dinda tak percaya diri bila menyusui di jok depan walau pun ditutup. Jadi dia lebih enak menyusui di jok tengah. Dan Adit tidak protes karena tahu mengapa alasan Dinda untuk duduk di jok tengah.



“Mau makan siang di mana Bun?” tanya Adit sebelum menyalakan mesin mobilnya. Dia takut sudah belok kiri ternyata ingin ke kanan.



“Kayaknya aku males deh makan di luar Yah, kita langsung pulang aja boleh?” pinta Dinda.



“Oh ya enggak apa apa kalau mau langsung pulang,” jawab Adit lalu mulai menyalakan mesin mobil karena tujuannya sudah pasti ke rumah.



“Iya. Nanti makan siangnya beli gado-gado aja enggak apa apa ya?” kata Dinda.



“Enak itu gado-gado,” jawab Adit tak keberatan.



‘*Cuma pakai ceplok atau dadar telur kalau makan bersamamu pasti enak koq Yank*,’ tentu hal ini hanya berani Adit katakan dalam hati saja.



“Nanti aku goreng tempe dan ikan bandeng aja buat lauk tambahannya. Walau pun kamu enggak suka bandeng. Terserah yang penting aku gorengin kamu tempe sama gado-gado. Wes ah aku pengin santai,” jawab Dinda.



Setiba di ruko Dinda menunggu Adit selesai menurunkan barang-barang dan menaruh di lantai atas, baru Dinda dan kedua kembar turun karena si kembar maunya turun bersama ayahnya. Jadi nunggu sampai ayahnya selesai taruh barang dulu.



Dinda melenggang naik ke lantai atas karena kedua kembar digendong oleh ayahnya.



“Kalian tuh harusnya digandeng lho, naik tangga sambil gendong kalian berdua itu kan berat,” tegur Dinda pada Ghibran dan Ghifari.



“Nda yat,” jawab Ghibran. Ghibran bilang ke Dinda tidak berat.




“Iya pasti enggak berat lah karena kamu yang digendong, kan yang keberatan Ayah,” kata Adit membenarkan perkataan Dinda



“Nda eyat,” Ghifari membela Ghibran sambil memegang mulut Adit, menyuruh Adit tidak bicara lagi. Ghifari setuju dengan Ghibran bawah mereka tidak berat.



Adit makin tertawa melihat kelakuan kedua putranya. Dinda melihat kebahagiaan di sikap Adit. Dinda cukup senang, tapi juga sedih memikirkan bagaimana bila dia harus memutuskan kalau mereka tidak bersama lagi.



Bagaimana dengan anak-anak? Haruskah dia mengalah?



Sampai saat ini Dinda belum mau membuka hati buat Adit. Dinda masih terlalu sakit dengan ketidaktegasan Adit untuk menolak perlakuan dari Merrydian.



Walau Adit bilang hatinya tidak suka, tapi karena sikapnya tidak tegas itu membuat Dinda terluka.



Sampai di lantai atas Dinda langsung menyiapkan makan siang bagi si kembar.



“Yah, mereka kasih makan dulu aja baru ganti baju terus nanti mereka langsung tidur kalau sudah habis dibasuh badannya sehabis makan sekalian,” pinta Dinda, sedang dia langsung membereskan belanjaan tadi karena ada beberapa yang harus dibagi dalam thinwall kecil buat satu porsi masak, lalu disimpan langsung disimpan di freezer secara rapi. Baik itu ayam cincang, daging cincang atau juga fillet-fillet ikan, udang dan cumi buat makanan dasar si kecil. Kalau tidak langsung dikerjakan nanti bisa bau busuk.



Dinda juga membereskan sayuran dan buah yang dia beli selain barang-barang kering dapur lainnya.



Adit mengerjakan apa yang Dinda perintah yaitu memberikan makan siang untuk putra-putranya.



\*‘Andai  semua ini bisa terus berlangsung, Ayah akan sangat bahagia Nak,’ \*kata Adit sambil mengurus putra-putranya dengan telaten.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang beda thema dari novel yang biasa eyank tulis. Kita masuk thema HOROR dan ini berdasar kisah nyata yang di kembangkan.


Cuzz ke novel dengan judul CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK yok