GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
MENGINAP



“Bisa!” jawab Velove.


“Aku juga bisa,” kata Puspa.


“Oke cuy, kita rujakan ya,” balas Dinda. Mereka sedang telepon di group. Tak mau chat.


“Ada yang ngidam lagi nih?” goda Puspa.


“Enggak, enggak ngidam. Kami sudah ikut KB. Mas Adit sudah vasektomi.”


“Apa itu KB vasektomi?” tanya Puspa.


“Vasektomi adalah prosedur tu KB khusus laki-laki tapi permanen. Jadi Mas Adit sudah melakukan operasi kecil dengan pemberian bius lokal pada area testis dan kantung ***** (skrotum). Semua itu bertujuan memutus saluran ****** dari buah ***** (testis). Dengan demikian, air mani tidak akan mengandung ****** sehingga kehamilan dapat dicegah. Mas Adit memilih itu buat kami. Dia enggak ingin aku yang KB.”


“Apa enggak takut vasektomi?”


“Takut kenapa?”


“Dia bisa main sembarang orang kan, tanpa takut perempuan lain itu hamil,” jelas Velove.


“Sudah kita bicarain itu besok aja, sekalian kita ketemu sambil rujakan. Kamu jangan lupa belikan rujak serut dekat rumahmu. Enggak enak bicara hal itu di grup seperti ini.”


“Oke siap,” kata Velove.


“Kamu serius Bun?”


“Seriuslah. Aku akan bawa Bu Asih dan Bu Siti untuk menemani aku. ‘Kan di sana juga banyak anak-anak yang biasa megang Fari dan Iban saat mereka tinggal di sana.”


“Oke kalau kamu niatnya seperti itu, tapi hati-hati ya,” kata Adit. Dinda memberitahu bahwa dia akan membawa keenam anaknya ke Bekasi untuk ngobrol di sana dan dia juga sudah mengatakan akan menginap hingga hari Minggu sore.


“Kalau begitu satu aja yang diajak. Bu Asih yang ikut, kan ada Ayah?” kata Adit.


“Eh iya, Ayah kan libur ya. Lupa aku. Ya sudah Bu Asih aja yang ikut dan kita berangkat habis makan siang. Habis Ayah jumatan ya?”


“Iya,” jawab Adit setuju.


Dinda tak mau pulang pergi, kasihan anak-anak akan lelah. Jadi dia sengaja ngambil weekend untuk menginap di Bekasi. Dia sudah bilang pada stafnya di Bekasi untuk mengisi kulkas. Dia buat listnya dan pegawainya dia suruh belanja.


”Papa mau ikut nginep? tanya Dinda pada Eddy.


“Enggak lah, kalian satu keluarga aja sekali-sekali tanpa Papa. Enggak apa apa kok. Enggak apa-apa Papa ditinggal,” jawab Eddy.


“Jadi beneran ya Papa enggak mau ikut?”


“Enggak lah. Nanti Papa biar ngajak para sopir mancing saja sudah lama juga Papa enggak refreshing mancing,” jawab Eddy.


“Sip, Papa juga harus have fun.”


“Iya Papa akan mancing saja,” jawab Eddy.


Sehabis makan siang mereka pun jalan. Sengaja berangkat jam tidur siang anak-anak sehingga mereka enggak akan rewel karena perjalanan cukup jauh dari Jakarta Selatan sampai ujung Bekasi sana. Walau lewat tol tetap saja biasanya akhir minggu seperti ini jalanan agak padat dan tersendat.


Tak lupa Adit membawakan kedua putranya bacaan untuk di mobil sedang yang lain dia bawakan mainan.


“Alhamdulillah, kita sampai tepat waktu,” kata Dinda. Dia janjian dengan Velove dan Puspa jam 04.00 saat ini masih jam 03.10. Jadi dia bisa beres-beres barang anak-anak dulu.


Ketiga babies yang baru berumur 5 bulan anteng saja di mobil. Dinda tidak membeli car seat tambahan jadi hanya ada dua car seat bekas Fari dan Iban.