GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
OUT OF CONTROL



“Wah hebat ya sekarang sudah jadi nyonya besar.” Adit menghampiri Shalimah. Baru kali ini dia bisa bertemu perempuan yang membuatnya hancur lebur setelah dia tinggalkan perempuan itu di rumah kontrakan mereka dan dia penjarakan. Adit kesal dengan pelarian Shalimah 12 tahun lalu.


“Buronan jadi nyonya besar. Anak yang dulu dibuang untuk jadi anakku akhirnya diakuin juga sama papanya ya,” kata Adit melihat anak lelaki berusia sekitar dua tahun diatas usia Ghibran dan Ghifari. Dinda tak mau mengikuti Adit menghampiri Shalimah, karena dia malas untuk ikut ribut dengan Shalimah.


“Apa tanggapan anakmu yang sudah ABG ini, kalau aku katakan dulu dia dibuang oleh papa dan mamanya dan dijadikan anak aku sebagai umpan untuk biaya hidup mamanya?”


“Walaupun sedikit-sedikit aku bisa lah pakai bahasa Inggris untuk bicara dengan anak-anakmu,” kata Adit.


Shalimah tentu tahu Adit itu jagonya bahasa Inggris walau dia sejak kecil bodoh dan malas di sekolah, tapi Ina mama mereka adalah dosen bahasa Inggris. Jadi sejak kecil Adit itu menggunakan bahasa Inggris dengan mamanya. Dulu Shalimah juga saat kecil diajar bicara dengan bahasa Inggris tapi Shalimah malas.


Dinda melihat saat itu Shalimah bersama anak lelaki lebih besar dari kedua kembarnya karena memang dia lebih tua 2 tahun. Mungkin sekarang usianya sekitar 13 tahun. Lalu ada satu lelaki kecil di bawah Bram berusia sekitar 10 tahun dan gadis kecil dengan wajah super bule tapinya bermata sangat sipit benar-benar seperti boneka china, berusia sekitar 4 atau 5 tahun.


“Aku ingin tahu apa kata kedua putramu kalau dia tahu ibunya dulu adalah penjaja kue apem?” kata Adit lagi.


“Jangan ganggu istriku!” kata seorang lelaki dengan bahasa Indonesia.


“Oh ya? Aku enggak boleh ganggu keluargamu? Tapi kamu sendiri tiap malam ngelonin bini orang? Tiap malam kau tidur di rumahku bahkan dikasurku?” kata Adit langsung bahasa Inggris agar anak-anak Shalimah tahu.


Adit sangat membenci Shalimah. Bagaimana mungkin dia pernah menghidupi perempuan tersebut dan membuat Dinda mengurus perceraian di belakang dia. Dia tak habis pikir kalau dia tidak tahu ternyata dia hanya dijadikan mesin ATM oleh Shalimah padahal Shalimah adalah penjaja di mana-mana. Itu tak bisa hilang dari pikiran Adit hingga kapan pun.


Tentu saja Steven McKenzie atau Markus William McKenzie kaget Adit berani bicara begitu. Tapi dia tak berani menghajar Radite. Karena itu kenyataan.  Di negara ini dia pendatang walaupun dia warga negara Australia. Tapi tetap saja kalau mereka runut dia adalah pendatang bukan warga negara asli. Dia tak mau cari perkara. Sekarang tugasnya adalah agar anak-anaknya tidak percaya pada omongan yang baru saja Adit lontarkan.


“Jangan dengar omongan lelaki tersebut. Dia hanya iri karena dia tidak bisa mendapat cinta ibumu,” ucap Markus pada Bramantyo Setyo yang sekarang bernama David William McKenzie dan adiknya yang bernama Ricky Thomas McKenzie.


“Terlalu naif kalau mengatakan itu pada anak sekarang. Mereka bisa menjelajah internet siapa ibunya yang bernama asli Shalimah. Masih banyak rekam jejaknya dan tidak bisa dihapus jejak digitalnya. Bagaimana dia menjual diri pada banyak lelaki,” kata Adit yang rupanya masih mendengar perkataan Steven yang mendiskredit dia.


“Dan ingat aku tidak pernah mengejar istrimu itu. Istrimu yang menjebak aku sehingga aku terpaksa menghidupi dia di belakang istriku. Biar anak-anakmu itu tahu, biar anak-anakmu itu mencari di internet siapa ibunya dan siapa ayahnya yang pedagang narkoba. Kita lihat saja bagaimana anak-anakmu menilai kalian berdua.”


“Dan kamu, ibumu dulu bilang kamu anakku sejak dalam perut karena papamu tak mengakuimu. Ibumu butuh makan. Dia menjebakku. Dulu namamu Bramantyo Setyo sebelum dibawa lari dari penjara. Ibumu ini buronan narapidana di Indonesia,” tentu saja kedua anak McKenzie kaget bahwa ayahnya adalah gembong narkoba di Indonesia dan ibunya buronan dari penjara.


12 tahun Adit memendam dendam dan amarah pada Shalimah. Saatnya kali ini dia balas. Biar dia hancurkan keluarga McKenzie. Dia sudah lupa kalau itu tak baik. Emosinya sudah tak bisa dibendung.


“Telusuri itu, kalau perlu tanya ke KBRI bagaimana status Ayah kalian yang telah mengganti kewarganegaraan dan memalsukan data sehingga namanya berganti,” kata Adit pada anak sulung Shalimah yang dulu pernah menjadi anaknya selama 2 tahun. 1 tahun di perut dan 1 tahun di luar.