GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
NGUNYAH TERUS



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Sudah tidak ada anak-anak ceritakan bagaimana kamu bisa bertemu Angelica dan menekannya bisa sampai ke sini, juga bagaimana kamu bisa mengundang kedua orang tua Utoro dan Rizal?” desak Adit penasaran.



“Tunggu sebentar, itu orang kantin sedang berjalan ke sini antar makan siang kita. Aku tak mau Papa terlambat makan dan aku juga sudah sangat lapar,” jawab Dinda sambil terus mengunyah kroket, snack rapat tadi.



Adit melihat Dinda tak henti mengunyah sejak tadi tapi sekarang bilang kelaparan. Mereka makan siang lebih dulu sebelum melanjutkan pembicaraan. Karena selain akan membuka bagaimana Dinda bisa dapat menghubungi Angelica dan kedua orang tua Utoro dan Rizal, mereka harus membahas kekosongan kursi yang ditinggal Ronald ( kadiv marketing ), Utoro dan Rizal.



“Mas ingat tentang CCTV tanpa kabel yang kita pasang di yayasannya Meliana?”



“Ingatlah,” jawab Adit cepat.



“CCTV itu aku pasang di ruangannya Utoro dan Rizal saat aku mulai curiga kembali kemarin. Aku penasaran aja mengapa mereka bisa tak terdeteksi.”



“Dari situ aku mendapat semuanya, aku pernah melihat Utoro dan Rizal bercerita tentang Angelica, itu terjadi saat kita berada di Australia. Mereka membahas permainan mereka bertiga dua hari sebelumnya.”



“Tentu aku kaget mendengar mereka ternyata satu team bila di ranjang dengan Angelica. Aku langsung hubungkan dengan foto yang aku dan papa terima. Aku yakin pelakunya salah satu dari mereka berdua, hanya aku belum ada bukti kala itu.”




“Aku pun mengatur pertemuan awal dengan Angelica dengan bantuan teman SMPnya itu. Dan selanjutnya aku bertemu dengan Angelica beberapa kali.”



“Aku ancam dia dengan akan menghancurkan namanya pada kedua orang tuanya. Aku bilang aku akan bawa beberapa teman SMA yang biasa tidur dengannya untuk mengakui bahwa sejak SMA Angelica sudah berdagang serabi. Pada teman sekolah memang dia kasih free, tapi pada para cukong dia terima bayaran besar.”



“Angelica bilang jangan pernah sentuh ibunya, karena dia hanya tinggal punya ibu yang sudah mulai sakit.”



“Aku langsung ke rumahnya dan ngobrol dengan ibunya, lalu aku juga video call dengan Angelica. Tentu saja Angelica kaget aku sudah berada di rumahnya sampai bertemu ibunya. Aku video call di depan ibunya, Angelica tahu aku tidak main-main dengan ancamanku.”



“Akhirnya dia bersedia membantu dengan catatan dia jangan diseret ke masalah hukum, karena dia hanya hidup untuk ibunya. Dia cari makan buat ibunya dan saat itu dia tidak melakukan apa pun pada Adit. Dia hanya disuruh ada di situ enggak perlu ngobrol atau apa pun yang penting bisa di bikin foto oleh Rizal!”



“Jadi memang aku juga tahu Mas itu enggak ngobrol apalagi ceritaan sama Angelica. Angelica bilang lebih banyak ngobrol dengan Dewi, kecuali saat Dewi pergi ke toilet. Enggak mungkin kan kalian berdua tapi enggak bicara apa pun begitu kata Angelica.”



“Dari  Angelica pula aku tahu alamat orang tua Rizal dan orang tua Utoro karena di data kantor alamat mereka tak ada.”


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK yok.