
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Wah hebat ya kalian, kata seseorang sebelum Hilma berpisah dari Markus.
“Kalian rupanya kabur dari Indonesia, lalu kalian menetap di sini. Baik aku akan lapor pada Kepolisian Indonesia dan kepolisian Australia agar kalian diproses. Interpol pasti akan segera bertindak bila aku lapor ke KBRI.”
“Papa,” ucap Shalimah atau Hima.
“Sejak kapan aku jadi papamu?” tanya Eddy.
Ternyata Eddy mendengar dan melihat Shalimah ada di tempat itu. Eddy baru kembali dari WC saat tanpa terduga melihat Shalimah.
“Kamu sejak lahir aku piara. Dari bayi semua yang membuat kamu hidup itu adalah uangku, tapi apa yang kamu balas?”
“Kamu bisa bilang bahwa kamu tidak meminta untuk aku angkat, tapi seharusnya setelah kamu tahu kamu itu anak angkat, kamu itu punya otak untuk balas budi, bukan malah menikam aku. Bukan malah mencelakai aku.”
“Seharusnya kamu menjunjung orang yang telah memberi kamu kehidupan yang sangat layak. Kehidupan mewah, tidak seperti kehidupan yang seharusnya kamu alami karena kamu hanya anak sopir dan seorang pelacur.”
“Kamu enggak bela dia?” kata Eddy kepada Markus.
“Ingat selain kasus menyuap polisi sehingga bisa membuat Shalimah keluar dari penjara, kasus narkoba mu masih banyak. Aku bisa kasih tahu interpol di mana kalian berada. Kalian enggak bisa main-main, interpol pasti akan langsung bergerak di mana pun kalian berada dengan identitas baru kalian.”
“Saya yakin kamu kabur ke sini dengan identitas baru, tak mungkin dengan identitas lama bisa kabur. Saya akan adukan itu, dan saya juga akan tuntut uang perusahaan saya yang kamu bawa kabur.”
“Kamu belum bayar satu rupiah pun. Ingat itu, kamu masih punya banyak hutang pada saya. 3 X 24 jam kamu belum bayar, laporan interpol akan saya lakukan. Waktu kamu membayar hutang kepada saya 3 X 24 jam. Saya yakin kamu masih hafal nomor rekening perusahaan,” lalu Eddy meninggalkan suami istri itu.
Markus walau pun kepala gangster di Indonesia dulu, sekarang tetap aja takut kalau dia terkena kasus hukum. Karena dia sudah insyaf dan punya dua anak. Hidupnya sekarang hanya untuk anak-anak.
“Sudah Mommy, kita besok bayar aja hutang kamu biar kita nggak dilaporkan.”
“Tapi Dadd, apa yakin kalau uang itu sudah kita bayar kita akan aman? Apa dia enggak akan laporkan keneradaan kita?”
“Tapi uang segitu enggak ada artinya demi keselamatan anak-anak kita,” jelas MArkus. Buat Markus anak-anak adalah segalanya.
“Aku nggak mau anak-anak terluka, besok akan aku bayarkan semua hutang. Seharusnya sebelum bawa kamu dari penjara dulu hutang itu kita lunasi. Sehingga tidak akan seperti ini. Kalau hutang sejak dulu sudah dibayarkan, kesalahan kita cuma karena kabur dan tak akan dia pedulikan karena sudah tak merugikan dia,” sesal Markus.
“Ya sudah ayo kita pulang aja daripada nanti malah ketemu Adit dan istrinya.” Mereka pun langsung keluar dari area kebun binatang itu.
“Dari mana Pa? Koq lama?” tanya Adit.
“Habis dari WC Papa lihat binatang buas yang di sana,” jawab Eddy menutupi kalau dia bertemu dengan Shalimah dan suaminya. Eddy tak mau Dinda meradang lagi dan pernikahan yang baru terjadi dua hari lalu langsung panas kembali.
“Kirain Papa lupa blok kita disini. Hampir aja aku telepon buat ngarahin ke sini,” Dinda ikut komentar. Dia juga tadi takut kalau Eddy nyasar.
“Ha ha ha, enggak lah. Kalau Papa nyasar, pasti Papa yang telepon kalian duluan,” jawab Adit.
“Ayo keluar Pa, sekalian makan dan pulang ke hotel,” ajak Dinda.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR yok.