
Suster dan dokter di ICU segera membantu Santi. Mereka sengaja membaringkan dulu untuk di bantu relaksasi.
“Semoga bayinya tidak terganggu ya Pak. Kasihan sekali sang ibu, dia sangat syok melihat kondisi putranya,” Ponirah sangat kaget melihat kontradiksi antara ibu sambung dan ibu kandung. Dia berbisik pada suaminya.
Ibu kandung Farouq tega memperlakukan anaknya sedemikian rupa sedangkan ibu sambungnya sangat sayang terlebih tadi Ponirah sempat mendengar cerita Santi bahwa sebelum pingsan Farouq minta peluk sama maminya dan mengatakan bahwa dia sayang mami.
“Kamu harus kuat Mi. Kita harus kuat. Kita masih ada Mischa dan dedek bayi yang perlu bimbingan kita,” bisik Ajat pada istrinya.
di luar ruangan Pak HHalimidatang, dia berkenalan dengan Adit dan menceritakan bahwa dialah yang membawa Farouq ke rumahnya Ajat.
“Sebentar ya Pak. Pak Ajat-nya sedang di dalam. Istrinya pingsan ketika bertemu dengan istri saya. Sabar ya. Nanti biar bicara langsung dengan Ajat saja. Saya kurang tepat mewakili dirinya,” ujar Adit.
“Tidak apa-apa kok. Saya free. Jadi saya akan menunggu sampai Farouq bangun,” jawab Halimi.
“Bapak HHalimidan Ibu Ponirah memang orang-orang yang sangat baik. Kami beruntung berkenalan dan bertemu dengan Bapak.” ucap Adit.
“Ada apa dengan Bu Ponirah?” tanya Pak Halimi.
Adit memperlihatkan video saat bu Ponirah memberi pengakuan di polisi. Tentu saja Pak HHalimikaget ternyata Farouq sudah menghirup air pemutih juga air sabun kotor karena di tenggelamkan wajahnya ke ember oleh paman kandungnya.
Pak HHalimijuga diceritakan bagaimana kondisi terakhir Farouq begitu dibawa ke rumah sakit. Dia benar-benar tak menyangka bahwa yang menculiknya adalah ibu kandung anak tersebut dan yang mencelakainya adalah paman kandungnya.
“Jadi penculiknya itu ibu kandung?”
“Jadi motif kedua sudah berbeda dari motif pertama. Motif kedua dia ingin membuat ibu sambungnya Farouq terluka karena anaknya hilang.”
‘Farouq itu dengan ibu sambungnya memang sangat dekat. Dia tidak mau makan bila tidak bersama orang yang dia kenal. Sehingga selama dipenculikan dia sama sekali tidak makan. Terlebih-lebih mendapat perlakuan seperti itu. Ibu Ponirah lah yang membantunya menyuapi air gula maupun menggantikan pakaiannya ketika dia membuang kotoran busa yang sangat bau,” jelas Adit.
“Astagfirullah. Orang ingin sekali punya anak sampai berupaya jungkir balik. Ini punya anak kandung malah ditinggal sejak umur 10 bulan dan begitu ketemu lagi dibuat mainan untuk menyakiti hati orang yang menyayanginya. Itu benar-benar melebihi perasaan hewani. Karena hewan menyayangi anaknya. Hewan akan marah bila ada yang akan mengganggu anaknya. Manusia malah membuat anaknya menjadi bahan buat menyakiti orang lain,” kata Halimi.
“Maaf sebentar. Saya terima telepon dulu,” kata Halimi.
“Iya Ma. Papa di rumah sakit. Anak yang kemarin Papa tolong kritis. kalau Mama sempet, Mama ke sini saja. Bertemu dengan keluarga besarnya. Kami semua di rumah sakit di bagian ICU Ma,” kata Halimi. Rupanya sang istri menanyakan di mana keberadaan Halimi saat itu.
Tak memerlukan waktu lama istri Halimi datang. Rupanya dia adalah pegawai di apotek rumah sakit tersebut.
Tadi begitu masuk rumah sakit, Halimi memberitahu dirinya ada di kantor tempat istrinya bekerja. Jadi istrinya ingin tahu di mana posisi Halimi bukan karena curiga tapi memang Halimi masuk wilayah kerja istrinya.
“Ini istri saya, dia kebetulan pegawai apotek di sini,” kata Halimi memperkenalkan istrinya pada Adit dan Dinda.
‘Saya kebetulan atasan dari ibunya Farouq dan bapaknya Farouq menganggap suami saya itu abangnya. Jadi kami memang sangat dekat,” kata Dinda.
“Barusan mamanya Farouq pingsan, jadi Ajat juga ada di dalam. Mohon maaf dia belum bisa di emui. Tapi kalau Mbak-nya mungkin bisa masuk ke dalam ruang ICU,” kata Dinda pada istrinya Halimi.