GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
PUNYA TIGA ISTRI DAN SEDANG PEDEKATE DENGAN YANG LAIN



“Bunda kenapa bikin keputusan seperti itu?” tanya Adit.


“Biar para suami nggak selingkuh! jawab Dinda.


“Dan para istri nggak seenaknya aja mengatakan ini loh gua punya gaji nggak penting gaji lo seberapa! Sebenarnya kalau untuk yang para perempuan sih nggak akan Bunda lakukan seperti itu. Nanti keenakan suaminya malah malas cari uang melihat istrinya punya penghasilan besar.”


“Tadi hanya di forum aja, Bunda bicara seperti itu,” kata Dinda saat itu mereka tinggal bersama 5 kepala cabang, Shindu dan Pak Eddy.


“Ini pasti berkaitan dengan Gultom kan?” tebak Adit.


“Ya! Dia punya dua istri yang dia nikahi di gereja dengan pengakuan bahwa istri pertamanya tak bisa memberi dia anak sama sekali. Sehingga istri kedua dan ke tiga tahu Gultom punya istri tua tapi mandul dan dua istri sangat bangga bisa memberi Gultom anak. Mereka hanya tahu dirinya istri ke dua, tak tahu ada istri ketiga. Tapi keluarga Gultom juga tidak tahu. Yang diakui oleh keluarga Gultom hanya istri pertama aja.


“Selain itu sekarang Gultom sedang mendekati gadis lain.”


“Dari mana Ibu tahu semua itu?” tanya Fahrul.


“Saya sebenarnya nggak ingin mencampuri urusan personal kalian, bila tidak menyangkut nafkah istri dan anak.”


“Kalau sudah bersinggungan dengan hak anak dan istri, itu saya pasti tergugah mencampurinya. Saya tak suka ada istri yang dizalimi seperti Puspa dulu. Juga anak-anak yang jadi korban. Kasihan anaknya Puspa dulu, dua orang itu harus susah karena kelakuan Reynaldi yang lebih mementingkan dirinya sendiri bermain perempuan.”


“Tapi fee atau bonus Gultom dari membangun proyek dari kantor karena prestasi kerjanya itu bisa tiga kali lipat dari gaji pokoknya tiap bulan!” dan itu yang dia gunakan untuk para istri lainnya. Itu yang ingin saya angkat. Saya ingin tahu apakah Gultom masih bisa main perempuan dengan semua penghasilannya jatuh ke tangan istri atau ibunya saja?”


“Saya ingin tahu istri mana yang dia ingin ajukan ke kantor. Karena pengajuan nama istri harus dengan bukti surat nikah juga nomor telepon istri yang bisa dihubungi dan nomor rekening istrinya. Nanti bagian keuangan akan bicara dengan istrinya. Istri semua bagian arsitek nggak banyak kan hanya 21 orang mereka akan diwawancara secara personal oleh bagian keuangan. Mereka ingin tahu jati dirinya dan mereka diharuskan datang untuk menandatangani semua berkas. Jadi ini tidak main-main.”


“Buat saya terserah orang mau bekerja atau tidak di kantor ini. Semua keputusan ada di tangan mereka.”


Semua lelaki di situ tentu saja kagum atas pemikiran Dinda yang membela kaumnya.


Yang perempuan bahagia karena ternyata ada pahlawan perempuan yang tak terlihat di kantor mereka. Mungkin ini disebut usil atau apa pun tetapi Dinda memperjuangkan perempuan dengan caranya dia sendiri. Dia tak ingin perempuan disakiti dan mereka sudah tahu itu terjadi sejak kasusnya Reynaldi. Puspa merasakan bagaimana dia diangkat dari keterpurukan nasibnya.


 Ilham tahu semuanya dari istrinya bagaimana dengan telatennya Velove dan Dinda membimbing istrinya untuk bertahan hidup. Ilham sangat menghargai Dinda.


“Besok bisa bertemu lagi?” tanya Dinda pada orang yang di ujung telepon.


“Maaf ya jadi merepotkan. Ini sudah pertemuan kita yang kelima ya. Tapi ini sudah finish kok. Saya yakin semua akan berubah. Saya mohon besok datang tepat waktu ya agar bisa saya perkecil kemungkinan untuk bertemu dengan orang lain yang tidak anda harapkan,” kata Dinda yang didengar oleh semua kepala cabang, Eddy, Adit dan Shindu.


‘Sudah pertemuan kelima? Siapa ya?’ tanya semua kepala di dalam situ. Mereka hanya bicara di hati tentunya tak berani bertanya pada Dinda.