
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
”Bravo!”
Terdengar suara Dinda keluar dari dalam.
“Terima kasih loh Tante sudah benci sama aku, rupanya Tante mutusin jujur ya. Jadi aku enggak perlu laporin ke polisi. Begitu kan jadi Pak Taufik? Simpan dulu aja datanya. Kita belum proses secara hukum dengan catatan bila tak ada langkah selanjutnya gitu kan tadi yang saya bilang?” kata Dinda sambil tersenyum dia tetap memegang ponselnya.
“Benar seperti yang Pak Taufik bilang harus di garis bawahi. Tante Tasih tidak benci aku aja mau bunuh aku, lebih-lebih orang yang benci aku. Begitu kan?” Dinda terus tersenyum culas. Adit sudah hafal kalau istrinya sudah smirk seperti ini. Pasti bahaya mengintai untuk lawan bicaranya.
“Bukan, bukan begitu maksud Tante.” ucap Lilis mulai terbata.
“Enggak apa apa kok Tante. Aku sih biasa aja dan seperti janji aku tadi aku akan kroscek ke Jasmine ibunya Shalimah. Itu yang pertama ya Tante. Aku akan kroscek ke ibunya Shalimah dan yang kedua ini Tante siap-siap aja. Tadi aku sudah bilang aku tidak akan memperkarakan ke hukum kecuali ada tindakan lanjut dari kejadian hari ini. Tapi aku selalu berpegang teguh pada omonganku.”
“Aku tidak mau dibilang penipu, Pak Taufik sebagai ahli hukum membuktikan bahwa saya sementara tidak akan memproses hukum kelakuan Tante ingin merusak rumah tangga saya. Tante jelas ya, saya tidak akan memproses hukum kasus keinginan Tante memporak-porandakan rumah tangga saya, karena tante sudah mengaakui semua perbuatan itu.”
“Tapi Tante maaf loh. Sekali lagi maaf, ada yang ketiga nih,” kata Dinda dengan senyum usilnya. Dan Adit makin yakin, bahaya elang sedang mengintai anak ayam. Itu perumpamaan nasib Lilis saat ini.
“Tante ingin memporak-porandakan rumah tangga saya dan saya akan balas dua kali lipat. Dua kali lipat dari semua yang Tante buat,” kata Dinda mengulangi kata-katanya.
“Di kantor saya punya prinsip Anda mencubitsaya akan balas dengan tempeleng. Ingat kan kerjaan kecil mencubit, saya balasnya keras dengan tempeleng. Itu saya prinsip saya di kantor Tante.
“Karena Tante sudah mau menghancurkan rumah tangga saya dan Mas Adit, ya kan Tante sudah berniat seperti itu. Saya langsung balas merusak keluarga besar Tante. Bukan hanya hubungan anda dengan teman hidup tapi dengan semua keluarga besar kedua belah pihak!”
“Maksud kamu apa?” tanya Lilis tak mengerti.
“Saya tahu sudah dua tahun tante punya hidup bersama tanpa menikah dengan ‘suami’ brondong kan? enggak berondong banget sih tapi setidaknya dia lebih muda 3 tahun dari tante. Yang ngasih makan tante dia kan? Dia kerja jungkir balik dan tante kepengen sama Papa karena Tante pikir Papa masih kaya!”
“Tante enggak tahu kan semua saham Papa itu sudah jadi milik aku. Karena aku pemilik saham, apa Tante mau nikah sama aku? Enggak mungkin kan jeruk makan jeruk. Asal Tante tahu Papa dan Mas Adit itu sama-sama kere. Mereka cuma berpegang pada gaji bulanan. Gaji bulanan Papa habis buat bayar semua pegawai Papa di rumah ini juga buat operasional rumah, karena Papa enggak mau aku yang beli makanan. Semua Papa tanggung, habis gaji papa buat semua itu.”
“Gaji Mas Adit? Gaji Mas Adit buat ngasih makan anak-anaknya, enggak kasih makan aku Tante. Jangan salah! tanya Mas Adit kalau nggak percaya. Gaji mas Adit enggak bisa buat kasih makan selingkuhan karena buat anak-anak kami semua.”
“Aku punya usaha sendiri Tante dan Pak Taufik ini lawyer aku di perusahaanku sendiri, bukan perusahaan Papa Eddy. Padahal di perusahaan Papa Eddy aku pemegang 100% saham.”
“Bagaimana rasanya pasangan hidup Tante kalau tahu Tante ngejar papa Eddy? Bukan suami ya karena enggak nikah aku cari di data kalian enggak nikah lho. Mungkin takut ketahuan sama kakaknya Tante ya kalau Tante hidup bersama sama brondong.” Lilis langsung pucat pasi. Eddy dan Radit tak percaya rupanya Dinda ke dalam cari info.
“Sebentar lagi telepon Tante akan bunyi mungkin dari kakak-kakak Tante. Kita lihat aja reaksi mereka. Tante hancurin rumah tangga saya saya hancurin rumah tangga tante dan brondong Tante.”
“Kita lihat bagaimana keluarga dari lelaki itu ngacak-ngacak Tante. Mereka enggak terima anaknya bujangan dapet janda yang lebih tua. Itu balasan saya Tante. Tante lihat aja sebentar lagi semuanya terkuak !” Lilis langsung menjerit ingin menubruk Dinda, dia ingin mencekik Dinda. Untung Adit segera bergerak kalau tidak Dinda bisa keguguran karena jatuh.
“Kalau sampai Dinda jatuh, kamu akan dihukum penjara seumur hidup karena Dinda sedang hamil. Kamu akan aku perkarakan percobaan pembunuhan pada Dinda dan pembunuhan pada colon cucu-cucuku!” kata Eddy berteriak.
Lilis tambah kaget mendengar itu.
“Jangan pernah ganggu Dinda. Sudah berapa kali saya bilang dan sekarang terbukti kan?” saat itu benar kakaknya Lilis menghubungi dia di ponselnya.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU yok.