
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Kamu beneran mau merahasiakan ini pada papa?” tanya Adit.
“Mas enggak setuju ya?” tanya Dinda lirih. Dia ingin ngotot tapi malas berdebat.
“Bukan enggak setuju, tapi ragu-ragu aja kalau papa enggak dikasih tahu rahasia ini,” jawab Adit bingung sendiri.
“Enggak apa apa lah sekali-sekali kita rahasiain ke papa,” jawab Dinda.
“Kalau Mas memang enggak mau ya Mas bilang aja sana. Kalau aku sih pengen bikin kejutan aja ke Papa,” kata Dinda. Dia benar-benar enggak minat berdebat. Adit jadi diam dia tak berani membantah.
\*‘Biarlah kakeknya dapat kejutan. Semoga aja tidak membawa pengaruh buruk buat kehamilanmu,’ \*batin Adit. Pada kehamilan ini Adit akan berupaya ekstra sabar.
Mereka langsung menebus obat
“Kok obatnya makin banyak ya Mas?” tanya Dinda.
“Mungkin agar staminamu semakin kuat,” jawab Adit.
“Bisa jadi seperti itu,” kata Dinda.
“Enggak usah bilang ke papa Mas sampai bayi ini lahir. Biarin aja papa enggak tahu apa pun,” pinta Dinda.
“Iya Yank, Mas enggak akan bilang ke papa,” janji Adit.
Rupanya di kantor berita Dinda di labrak di rumah sakit pun rame. Semua melihat postingan Dinda.
“Bu Dinda itu memang tidak boleh di sembarangin, begitu dia disakitin dia akan membalasnya berpuluh kali lipat. Tapi kalau kita sopan, kita hormat dan baik pada dia, dia pun membalas berkali lipat juga.”
Akhirnya semua tahu bagaimana karakternya Dinda kalau dia dibaikin dia akan lebih baik, tapi sekali disakiti dia akan membalas berkali kali lipat tanpa ampun. Mereka semua akhirnya mulai sadar tidak akan mau dekat-dekat dengan Adit karena takut balasan dari Dinda yang tak bisa mereka hadapi.
“Kamu yakin mau ke sana?” Adit kembali bertanya pada istrinya. Sekarang mereka telah di rumah dan bersiap tidur.
“Tapi besok Mas pas enggak bisa. Besok kan tanda tangan MOU sama PT. Sentosa Sejahtera Yank,” Adit mengingatkan kalau dia besok harus bertemu dengan klien.
“Aku diantar Pak Pujo saja kalau memang enggak boleh nyetir sendiri. Aku enggak apa apa kok.”
“Enggak, ingat tadi dokter bilang aku harus selalu di sebelah kamu,” tolak Adit. Kalau sudah hal seperti ini Adit tegas.
“Maksud dokter nanti kalau sudah besar kali, kalau sekarang mah belum apa-apa. Enggak apa-apa aku jalan sendiri,” jawab Dinda.
“Aku enggak mau debat soal ini. Pokoknya harus jalan sama aku,” Adit juga bersikeras. Yang bilang mas Adit terlalu lemah dan tak berani pada istri tentu salah. Ka;au buat hal seperti ini Adit sangat keras.
“Bagaimana kalau kita berangkatnya habis sign MOU dengan PT Sentosa Sejahtera aja?” bujuk Dinda.
“Kamu enggak apa apa malam ke sananya?”
“Ya enggak apa apa lah, wong perusahaanku sendiri,” jawab Dinda.
“Masalahnya kalau sore itu di tolnya sampai Bekasi Barat macet Yank.”
“Kan sign sama Sentosa jam 02.00 udah rampung. Kenapa harus sampai malam? Kenapa harus jam pulang kantor bermacet ria di tol mengerah ke Bekasi?”
“Ubah tempat pertemuan sama PT Sentosa ke arah yang terdekat dengan timurnya Jakarta. Jangan di kantor. Jadi kita juga sudah memotong waktu perjalanan dari Jakarta Selatan sampai ujung tol barat sana,” usul Dinda.
“Ya sudah Mas, bikin di Kalimalang ya?”
“Bagus di Kalimalang, kalau enggak kita nyari arah di Mall Bekasi aja atau di rumah makan daerah Bekasi sana,” saran Dinda.
“Oke,” kata Adit.
“Ya sudah, aku akan ubah jam pertemuan dengan Velove dan Puspa di Bekasi Jam 04.00 atau jam 05.00 sore,” Adinda pun langsung menghubungi para agen penjualannya di Bekasi
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY yok.